
perilaku dianggap normal oleh kelas atas tapi disebut sok-sokan oleh kelas sosial lain./Freepik/ freepik
JawaPos.com – Cara seseorang menjalani kehidupan sehari-hari sering dipengaruhi oleh lingkungan tempat ia tumbuh dan bergaul. Hal yang dianggap lumrah oleh seseorang belum tentu memperoleh penilaian serupa ketika dilihat oleh orang dari latar belakang sosial yang berbeda.
Perbedaan tersebut dapat terlihat dalam kebiasaan berbicara, pilihan aktivitas, cara berpakaian, hingga bagaimana seseorang memperlakukan hubungan sosial. Bagi kalangan berada, beberapa perilaku mungkin sudah menjadi bagian dari rutinitas sejak kecil. Namun, bagi orang yang tidak terbiasa dengan lingkungan serupa, kebiasaan itu bisa terlihat berlebihan atau terkesan ingin menunjukkan status.
Meski demikian, tidak semua perilaku tersebut dilakukan dengan maksud memamerkan kekayaan. Sebagian muncul karena pengaruh keluarga, kebiasaan lingkungan, dan standar kehidupan yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.
Dilansir dari Geediting.com, terdapat tujuh perilaku yang dianggap biasa oleh sebagian kalangan kelas atas, tetapi berpotensi dinilai sok-sokan oleh orang-orang dari latar belakang sosial berbeda.
Bagi sebagian orang yang memiliki jaringan pergaulan luas, membicarakan tokoh terkenal mungkin bukan sesuatu yang istimewa. Mereka bisa saja menceritakan pertemuan dengan pengusaha ternama, pejabat, atau figur publik tanpa merasa perlu menjelaskan identitas orang tersebut secara terperinci.
Kebiasaan ini dapat muncul karena mereka memang terbiasa berinteraksi dalam lingkungan yang mempertemukan banyak tokoh berpengaruh. Menyebut nama seseorang dalam percakapan terasa sama seperti membicarakan rekan kerja atau kenalan biasa.
Namun, bagi orang yang tidak berada dalam lingkungan tersebut, cara berbicara seperti ini bisa menimbulkan kesan bahwa seseorang sedang memamerkan koneksi. Terlebih jika nama tokoh terkenal terus-menerus disebut untuk memperkuat kesan bahwa dirinya memiliki pergaulan eksklusif.
Perbedaan penilaian tersebut menunjukkan bahwa konteks dan cara penyampaian turut menentukan bagaimana sebuah percakapan diterima oleh orang lain.
Standar kenyamanan setiap orang dapat berbeda bergantung pada kondisi ekonomi dan kebiasaan hidupnya. Bagi sebagian kalangan kaya, bepergian dengan pesawat kelas bisnis, menggunakan layanan pribadi, atau membeli pakaian dari merek premium mungkin sudah menjadi rutinitas.
Karena terbiasa menikmati fasilitas tersebut, mereka tidak selalu menganggapnya sebagai kemewahan yang perlu dibicarakan secara khusus. Hal-hal itu bisa dipandang sebagai bagian dari kebutuhan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fulham vs Hull City: The Tigers Berpeluang Menang Tipis di Craven Cottage
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah
Prediksi Skor Lille vs Brest di Liga Prancis: Verdonk Starter, Les Dogues Berjaya di Pierre Mauroy
Prediksi Susunan Pemain Real Betis vs Barcelona: Yamal dan Adeyemi Jadi Andalan
Prediksi Skor Hamburger SV vs Stuttgart: Die Roten Siap Pesta Gol di Volksparkstadion
Prediksi Skor Espanyol vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Los Rojiblancos Pertahankan Laju Positif
Prediksi Skor PSGC Ciamis vs PSIS Semarang di Pegadaian Championship: Tuan Rumah Hadapi Ujian Berat
Prediksi Susunan Pemain AS Roma vs Genoa: Santiago Castro Siap Jadi Andalan
Prediksi Skor Semen Padang vs PSMS di Championship: Kabau Sirah Bidik Kemenangan Kandang Perdana
Prediksi RANS Nusantara vs Persela Lamongan: Laskar Joko Tingkir Berburu Kemenangan di Malang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022