Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Oktober 2026 | 21.29 WIB

9 Kalimat yang Kerap Kali Diucapkan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi

Ilustrasi, orang dengan kecerdasan emosional tinggi yang dihormati dan dikagumi. Magnific/ magnific.

 
JawaPos.com - Orang dengan kecerdasan emosional tinggi memiliki kesejahteraan diri yang lebih mantap dan stabil.

Kalimat-kalimat yang diucapkannya pun mampu mendatangkan rasa hormat dan kekaguman dari orang lain.

Ini karena mereka tidak sedang bergelut dengan ego yang rapuh, melainkan bertindak dari landasan rasa aman dan keyakinan akan nilai diri yang positif.

Dilansir JawaPos.com dari yourtango, berikut ini sembilan kalimat yang kerap kali digunakan oleh orang dengan kecerdasan emosional tinggi sehingga mereka dihargai dan dikagumi.

1. 'Saya Minta Maaf atas Hal Itu'


Dibutuhkan kecerdasan emosional yang tinggi dan kekuatan batin yang besar untuk berani berkata 'maaf' dan bertanggung jawab atas perilaku sendiri.

Dibutuhkan pula upaya yang lebih besar lagi untuk mengakui dan memvalidasi perasaan orang lain yang terluka.

Orang-orang yang dihormati tidak berusaha membenarkan tindakan mereka demi melindungi ego semata.

Sebaliknya, mereka membiarkan orang lain mengungkapkan rasa sakit hati dan bersedia meminta maaf atas perilakunya tanpa bersikap pasif-agresif.

2. 'Mari Kita Bicarakan Hal Ini'


Kalimat ini membuat orang-orang terhubung, merasa aman, dan tidak takut untuk berkomunikasi secara jujur dan tulus.

Itu sebabnya kalimat ini kerap kali digunakan orang-orang dengan kecerdasan emosional tinggi, karena mereka pun tidak suka memendam atau mengabaikan perasaan serta kekhawatiran mereka apalagi menghindari percakapan sulit.

Ini membuat mereka dihormati

Bukankah komunikasi yang lugas adalah bentuk kebaikan dalam hubungan yang sehat?.

3. 'Saya bisa Memahaminya'


Orang yang cerdas secara emosional memiliki kepercayaan diri yang cukup sehingga mereka mampu menghadapi perbedaan sudut pandang bahkan sering kali belajar hal-hal baru yang membuatnya berkembang.

Jadi, saat mereka tidak sependapat dengan keyakinan orang lain, mereka akan mengucapkan kalimat ini untuk menghargai dan mengakui pengalaman orang tersebut.

Kalimat ini juga memberikan rasa hormat yang layak kepada orang tersebut sekaligus menciptakan ruang bagi semua orang, termasuk diri mereka sendiri.

4. 'Inilah yang Saya Harapkan'


Menetapkan batasan yang jelas dan menyampaikan harapan mampu meredakan ketegangan akibat kesalahpahaman dalam sebuah percakapan yang sulit sekalipun.

Ini yang dilakukan oleh orang-orang dengan kecerdasan emosional tinggi, mereka mampu menyatakan harapan secara jelas alih-alih menunggu orang lain menebak isi pikiran dan membebani secara emosional.

Itu sebabnya mereka dihormati, karena mereka mampu menghilangkan kecemasan akibat ketidakjelasan harapan sehingga orang-orang dapat benar-benar terhubung dan bekerja sama hingga tercipta rasa saling menghormati.

5. 'Mari Kita Cari Jawabannya Bersama-sama'

Orang yang memiliki kecerdasan emosional bukan tipe orang yang berkata 'Saya tidak tahu', lalu membiarkan orang yang sedang meminta bantuan mencari solusinya sendiri.

Sebaliknya, mereka adalah orang yang berusaha mencari pihak lain untuk membantu atau berupaya mencari jawaban atas pertanyaan tersebut bersama-sama.

Meski menuntut lebih banyak waktu dan tenaga, namun mereka bersedia memberikan dukungan tersebut.

Sementara itu, orang yang kurang dewasa secara emosional mungkin akan menutup mata atau mencoba bersaing dengan cara membiarkan orang tersebut berjuang sendirian.

6. 'Saya Menghargai Kehadiran Anda'

Mengungkapkan rasa terima kasih tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan pribadi, namun juga membuat orang lain merasa dihargai dan diperhatikan dengan cara-cara yang positif dan bermakna secara sosial.

Saat kata-kata, seperti 'terima kasih' dan 'Saya menghargai kehadiran Anda,' emosi hangat dan positif yang dirasakan orang lain akan secara alami melekat pada citra sosial orang yang mengucapkannya.

Jadi, tidak heran bila orang yang terbuka dalam mengungkapkan rasa terima kasih cenderung lebih dihormati.

Mereka tidak menahan diri untuk memberikan pujian atau kasih sayang demi melindungi ego yang rapuh.

Sebaliknya, mereka memanfaatkan kemantapan emosional mereka untuk membuat orang lain merasa diperhatikan.

7. 'Mari Kita Bicara, Tapi Tidak dengan Cara Seperti Ini'

Kadang kala, sosok yang paling dihormati adalah mereka yang secara tegas menyatakan batasan diri.

Memang tidak selalu nyaman untuk melakukan percakapan semacam itu apalagi menegur seseorang yang berulang kali bersikap tidak hormat.

Namun, untuk mendapatkan rasa hormat, seseorang perlu menunjukkan keberanian untuk membela diri sendiri.

Orang yang memiliki kecerdasan emosional tidak akan melontarkan 'cemoohan' atau membuat orang lain merasa dikucilkan dalam sebuah situasi, meskipun melakukan hal tersebut terasa lebih mudah.

Tapi, mereka justru berkata 'Mari kita bicara, tapi tidak dengan cara seperti ini', atau 'Saya tidak menoleransi perilaku semacam itu'.

Kalimat tersebut memberikan kejelasan batasan bagi orang lain sekaligus keputusan untuk menghormati batasan tersebut sepenuhnya berada di tangan mereka.

8. 'Apakah Anda Ingin Saran atau Dukungan?'


Pada umumnya, orang yang mencurahkan isi hati sebenarnya sedang mencari seseorang untuk memvalidasi dan mendukung mereka.

Tapi, disinilah letak kesalahannya, orang-orang cenderung memberi saran tanpa diminta.

Mereka justru mengabaikan validitas perasaan orang lain dengan menawarkan solusi untuk 'memperbaiki' emosi yang sebenarnya hanya ingin dirasakan dan diungkapkan kepada orang lain.

Lain halnya dengan orang-orang yang disegani, mereka cenderung mampu membangun hubungan yang sehat dengan sesamanya dengan mengajukan pertanyaan dengan kalimat ini saat seseorang sedang terbuka kepada mereka.

Mereka tidak lantas berasumsi bahwa orang tersebut menginginkan masukan hanya karena mereka tahu apa yang harus dilakukan atau pernah mengalami situasi serupa sebelumnya.

9. 'Saya Turut Senang untuk Anda'


Orang dengan kecerdasan emosional tinggi tahu caranya hadir dan mendukung orang lain.

Mereka adalah sosok yang dapat diandalkan serta konsisten dan mampu menggunakan kalimat-kalimat tertentu untuk meraih rasa hormat serta kekaguman dari orang-orang di sekitarnya.

Mereka turut merayakan keberhasilan orang lain, bahkan ketika orang tersebut mencapai hal yang sebenarnya juga mereka inginkan.

Tapi, berkat kematangan emosional yang dimiliki, mereka mampu menyikapi dan mengatasi rasa iri, baik yang muncul dalam diri sendiri maupun yang datang dari orang lain dengan jauh lebih mudah.

Mereka tidak merasa perlu bersaing atau menenangkan diri dengan cara meremehkan pencapaian orang lain.***

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore