Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 September 2026 | 22.43 WIB

Jika Kamu Ingin Atasan Mengeluarkan Potensi Terbaikmu, Lakukan 6 Cara Ini Menurut Psikologi

seseorang yang mengeluarkan potensi terbaik / foto: Magnific/The Yuri Arcurs Collection

 

JawaPos.com - Pernah merasa sebenarnya kamu mampu melakukan lebih banyak hal di tempat kerja, tetapi atasan tidak pernah benar-benar melihat kemampuanmu?

Kamu mungkin punya ide, kemampuan memecahkan masalah, kreativitas, atau keinginan untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar. Namun, yang diberikan kepadamu justru pekerjaan yang sama berulang kali.

Di sisi lain, mungkin atasanmu sebenarnya bukan tidak percaya kepadamu. Bisa jadi, dia belum mendapatkan cukup alasan untuk melihat potensi yang kamu miliki.

Di tempat kerja, potensi seseorang tidak selalu muncul hanya karena ia memiliki kemampuan. Lingkungan, hubungan dengan atasan, rasa aman, komunikasi, kepercayaan, dan kesempatan untuk mengambil tanggung jawab juga sangat berpengaruh terhadap bagaimana seseorang menunjukkan performa terbaiknya.

Menariknya, kamu tidak harus menunggu atasan berubah terlebih dahulu.

Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk membantu atasan melihat kemampuanmu sekaligus menciptakan kondisi yang membuatmu lebih mungkin mendapatkan kepercayaan dan kesempatan.

Dilansir dari Psychology Today pada Senin (28/9), terdapat enam cara yang bisa kamu coba.

1. Jangan hanya menyelesaikan tugas, tunjukkan cara berpikirmu

Banyak karyawan berpikir bahwa cara terbaik untuk mendapatkan kepercayaan atasan adalah menyelesaikan semua tugas sebaik mungkin.

Itu memang penting.

Namun, jika kamu ingin atasan melihat potensi yang lebih besar, jangan berhenti pada "pekerjaan selesai".

Tunjukkan juga bagaimana kamu berpikir ketika mengerjakan pekerjaan tersebut.

Misalnya, ketika atasan memberikan sebuah tugas, jangan hanya mengirimkan hasil akhirnya.

Kamu bisa mengatakan:

"Saya melihat ada dua cara untuk mengerjakan ini. Cara pertama lebih cepat, tetapi cara kedua mungkin lebih efektif untuk jangka panjang. Saya memilih cara kedua karena..."

Kalimat sederhana seperti ini memberikan informasi tambahan kepada atasan.

Atasan tidak hanya melihat hasil pekerjaanmu, tetapi juga melihat kemampuanmu dalam menganalisis masalah, mempertimbangkan risiko, mengambil keputusan, dan menentukan prioritas.

Dalam psikologi kerja, persepsi mengenai kompetensi seseorang tidak hanya terbentuk dari hasil akhirnya, tetapi juga dari berbagai sinyal perilaku yang terlihat selama proses kerja.

Karena itu, jangan membuat kemampuan berpikirmu menjadi sesuatu yang tidak terlihat.

Bukan berarti kamu harus menjelaskan setiap keputusan kecil.

Yang perlu dilakukan adalah membuat pertimbangan penting menjadi lebih terlihat.

Misalnya:

Mengapa kamu memilih solusi tertentu.
Risiko apa yang kamu pertimbangkan.
Apa yang menurutmu bisa diperbaiki.
Apa alternatif yang tersedia.
Apa yang kamu pelajari dari sebuah kesalahan.

Dengan begitu, atasan mendapatkan gambaran bahwa kamu bukan sekadar orang yang bisa "mengerjakan tugas", tetapi seseorang yang mampu memahami persoalan.

Dan persepsi itu bisa menjadi dasar munculnya tanggung jawab yang lebih besar.

2. Berani meminta tanggung jawab yang sedikit lebih besar

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan karyawan adalah menunggu sampai atasan berkata:

"Kamu mau mengerjakan proyek ini?"

Padahal, dalam banyak situasi, atasan tidak selalu mengetahui bahwa kamu ingin berkembang.

Atasan mungkin berpikir kamu sudah nyaman dengan pekerjaanmu.

Atau dia menganggap kamu belum tertarik mengambil tanggung jawab tambahan.

Atau bahkan dia hanya terlalu sibuk untuk memperhatikan potensi setiap orang secara mendalam.

Karena itu, jangan hanya menunggu kesempatan.

Ciptakan percakapan mengenai kesempatan tersebut.

Misalnya:

"Saya ingin berkembang di area ini. Kalau ada proyek yang memungkinkan saya mengambil tanggung jawab lebih besar, saya tertarik untuk mencobanya."

Perhatikan perbedaannya.

Kamu tidak berkata:

"Saya bosan dengan pekerjaan saya."

Kamu juga tidak berkata:

"Saya merasa pekerjaan saya terlalu mudah."

Kamu sedang menyampaikan bahwa kamu siap berkembang.

Namun, ada satu hal penting.

Jangan langsung meminta tanggung jawab yang jauh melampaui kemampuanmu saat ini.

Lebih baik meminta "stretch assignment"—tugas yang sedikit lebih menantang daripada pekerjaan rutinmu.

Mengapa?

Karena tugas seperti ini dapat menjadi jembatan antara kemampuanmu sekarang dan kemampuan yang ingin kamu bangun.

Misalnya, jika selama ini kamu hanya membuat laporan, kamu bisa menawarkan diri untuk mempresentasikan hasil laporan tersebut.

Jika biasanya kamu hanya mengerjakan bagian teknis sebuah proyek, kamu bisa meminta kesempatan untuk membantu mengoordinasikan bagian kecil dari proyek.

Jika biasanya kamu hanya mengikuti instruksi, kamu bisa menawarkan satu solusi sebelum meminta arahan.

Perkembangan karier sering kali tidak terjadi melalui satu lompatan besar.

Ia lebih sering terbentuk dari serangkaian kesempatan kecil yang membuat orang lain melihat bahwa kamu mampu menangani tanggung jawab yang lebih besar.

3. Buat atasan merasa aman ketika mempercayaimu

Ada satu hal yang sering dilupakan ketika orang ingin mendapatkan kepercayaan:

Kepercayaan bukan hanya tentang kemampuan.

Kepercayaan juga berkaitan dengan risiko.

Bayangkan seorang atasan memiliki dua orang karyawan.

Karyawan pertama sangat pintar, tetapi sering terlambat memberikan kabar ketika mengalami masalah.

Karyawan kedua mungkin tidak selalu menjadi orang paling pintar di ruangan, tetapi ketika ada masalah, dia segera memberi tahu, menawarkan solusi, dan memastikan pekerjaannya tetap terkendali.

Siapa yang lebih mudah diberi tanggung jawab besar?

Dalam praktiknya, kemampuan memang penting. Namun, kemampuan yang disertai reliabilitas membuat seseorang lebih mudah dipercaya.

Karena itu, jika ingin atasan mengeluarkan potensi terbaikmu, buat dia merasa bahwa memberikan tanggung jawab kepadamu adalah keputusan yang relatif aman.

Caranya sederhana.

Tepati komitmen.

Jika mengatakan pekerjaan selesai hari Jumat, usahakan selesai pada waktu tersebut.

Berikan kabar sebelum masalah menjadi besar.

Jangan menunggu sampai deadline tiba untuk mengatakan bahwa ada hambatan.

Jangan menyembunyikan kesalahan.

Ketika melakukan kesalahan, fokus pada perbaikan.

Kamu bisa mengatakan:

"Ada bagian yang saya lewatkan. Saya sudah menemukan penyebabnya dan sedang memperbaikinya. Agar tidak terulang, saya akan menambahkan langkah pengecekan di proses berikutnya."

Kalimat seperti ini jauh lebih konstruktif daripada mencari alasan.

Jangan selalu menunggu instruksi.

Jika masalah sudah jelas dan kamu memiliki solusi yang masuk akal, tawarkan solusi tersebut.

Semakin konsisten kamu menunjukkan perilaku seperti ini, semakin mudah bagi atasan untuk memperluas kepercayaan kepadamu.

Dan ketika kepercayaan meningkat, biasanya ruang untuk menunjukkan kemampuan juga ikut meningkat.

4. Pelajari gaya komunikasi atasanmu

Setiap atasan memiliki cara kerja yang berbeda.

Ada atasan yang menyukai laporan singkat.

Ada yang ingin mengetahui detail.

Ada yang lebih suka diskusi langsung.

Ada yang lebih nyaman menerima informasi melalui pesan atau email.

Ada pula yang tidak terlalu peduli dengan proses selama hasilnya jelas.

Masalahnya, banyak konflik di tempat kerja bukan semata-mata karena seseorang tidak kompeten.

Kadang masalah muncul karena cara berkomunikasi tidak cocok.

Bayangkan kamu memiliki atasan yang sangat fokus pada deadline.

Kamu memberikan penjelasan panjang mengenai proses pekerjaan, tetapi lupa menyampaikan apakah pekerjaan tersebut akan selesai tepat waktu.

Dari sudut pandangmu, kamu sudah menjelaskan semuanya.

Dari sudut pandang atasan, informasi terpenting justru belum dijawab.

Karena itu, salah satu cara agar kemampuanmu lebih mudah terlihat adalah belajar berkomunikasi dalam format yang mudah diterima atasan.

Misalnya, ketika memberikan update, gunakan struktur:

Situasi → perkembangan → masalah → solusi → kebutuhan.

Contohnya:

"Saat ini laporan sudah 80% selesai. Data utama sudah masuk, tetapi ada dua angka yang masih perlu dikonfirmasi. Saya sudah menghubungi tim terkait dan memperkirakan selesai besok sore. Untuk sementara tidak ada perubahan pada deadline."

Singkat.

Jelas.

Dan membuat atasan tahu bahwa pekerjaan berada dalam kendali.

Kemampuan menyesuaikan komunikasi bukan berarti kamu harus menjadi orang lain.

Ini adalah keterampilan interpersonal.

Orang yang mampu mengubah cara menyampaikan informasi sesuai kebutuhan lawan bicara sering kali lebih mudah bekerja sama dengan berbagai tipe orang.

5. Minta feedback yang spesifik, bukan sekadar pujian

Jika kamu ingin berkembang, jangan hanya bertanya:

"Menurut Anda, pekerjaan saya sudah bagus?"

Pertanyaan seperti itu sering menghasilkan jawaban yang terlalu umum.

Coba ubah menjadi:

"Menurut Anda, satu hal apa yang paling perlu saya tingkatkan agar saya bisa menangani tanggung jawab yang lebih besar?"

Pertanyaan tersebut jauh lebih kuat.

Mengapa?

Karena kamu tidak hanya meminta penilaian.

Kamu meminta informasi yang bisa digunakan untuk berkembang.

Kamu juga bisa bertanya:

"Kalau saya ingin mengambil peran yang lebih besar dalam enam bulan ke depan, kemampuan apa yang menurut Anda perlu saya bangun?"

Atau:

"Apa yang selama ini sudah saya lakukan dengan baik, dan apa yang masih membuat Anda ragu memberikan tanggung jawab yang lebih besar kepada saya?"

Pertanyaan terakhir mungkin terasa cukup berani.

Tetapi jika hubunganmu dengan atasan cukup sehat, jawaban tersebut bisa sangat berharga.

Sebab terkadang kita memiliki gambaran tentang diri sendiri yang berbeda dari cara orang lain melihat kita.

Kamu mungkin merasa:

"Saya kurang diberi kesempatan."

Sementara atasan mungkin berpikir:

"Saya belum melihat dia mengambil inisiatif."

Kamu mungkin merasa:

"Saya sudah bekerja keras."

Atasan mungkin berpikir:

"Saya belum melihat kemampuan komunikasinya."

Feedback membantu memperkecil kesenjangan antara persepsi diri dan persepsi orang lain.

Namun, jangan hanya meminta feedback.

Tunjukkan bahwa kamu menggunakannya.

Jika atasan mengatakan presentasimu terlalu panjang, perbaiki presentasi berikutnya.

Jika dia mengatakan kamu perlu lebih proaktif, datang dengan beberapa solusi pada pertemuan berikutnya.

Ketika seseorang melihat bahwa feedback yang diberikannya menghasilkan perubahan nyata, percakapan mengenai perkembangan biasanya menjadi lebih produktif.

6. Jangan hanya menunjukkan bahwa kamu mampu—tunjukkan bahwa kamu ingin berkembang

Ada perbedaan antara terlihat kompeten dan terlihat memiliki potensi untuk berkembang.

Orang yang kompeten mampu menyelesaikan pekerjaannya dengan baik.

Sementara orang yang menunjukkan potensi berkembang biasanya juga menunjukkan rasa ingin tahu, kemauan belajar, kemampuan menerima masukan, dan kesediaan menghadapi tantangan baru.

Karena itu, sesekali bicarakan arah perkembanganmu dengan atasan.

Tidak harus dalam percakapan formal.

Kamu bisa mengatakan:

"Saya tertarik belajar lebih banyak tentang bagian ini. Kalau ada kesempatan untuk ikut dalam proyek terkait, saya ingin belajar."

Atau:

"Saya ingin meningkatkan kemampuan saya dalam memimpin proyek. Apakah ada kesempatan bagi saya untuk membantu mengoordinasikan proyek kecil?"

Dengan cara seperti ini, kamu memberikan sinyal bahwa kamu tidak hanya ingin mendapatkan jabatan atau tanggung jawab lebih besar.

Kamu juga bersedia melakukan proses belajar yang menyertainya.

Ini penting.

Sebab tanggung jawab yang lebih besar biasanya membawa konsekuensi berupa keputusan yang lebih kompleks, tekanan yang lebih tinggi, dan kebutuhan untuk bekerja dengan lebih banyak orang.

Karena itu, menunjukkan kemauan belajar dapat membantu atasan memahami bahwa kamu menyadari adanya proses di balik perkembangan karier.

Pada akhirnya, potensi tidak cukup hanya dimiliki

Salah satu pelajaran penting dalam dunia kerja adalah bahwa kemampuan yang tidak terlihat sering kali sulit diberi kesempatan untuk berkembang.

Kamu mungkin sangat pintar.

Kamu mungkin memiliki kreativitas tinggi.

Kamu mungkin mampu memimpin.

Tetapi jika semua itu tidak pernah terlihat dalam perilaku kerja sehari-hari, atasan hanya memiliki sedikit informasi untuk menilai kemampuanmu.

Karena itu, jika kamu ingin atasan mengeluarkan potensi terbaikmu, jangan hanya berharap dia "menyadari" kemampuanmu.

Bantu dia melihatnya.

Tunjukkan cara berpikirmu.

Ambil tanggung jawab yang sedikit lebih menantang.

Bangun reputasi sebagai orang yang dapat dipercaya.

Pelajari cara berkomunikasi dengan efektif.

Minta feedback yang spesifik.

Dan tunjukkan bahwa kamu memang ingin berkembang.

Namun ada satu hal yang juga perlu diingat.

Atasan bukan satu-satunya faktor yang menentukan perkembangan karier.

Struktur organisasi, budaya perusahaan, kesempatan yang tersedia, kondisi bisnis, kebijakan perusahaan, dan kualitas hubungan kerja juga dapat memengaruhi seberapa besar ruang yang tersedia bagi seseorang untuk berkembang.

Jadi, jangan menganggap setiap keterbatasan kesempatan sebagai kegagalan pribadi.

Kadang-kadang seseorang sudah melakukan banyak hal dengan benar, tetapi lingkungan kerjanya memang belum menyediakan ruang yang cukup.

Yang bisa kamu kendalikan adalah bagaimana kamu menunjukkan kemampuan, bagaimana kamu berkomunikasi, bagaimana kamu merespons feedback, dan bagaimana kamu memanfaatkan kesempatan yang tersedia.

Karena pada akhirnya, membuat orang lain melihat potensimu bukan tentang berusaha terlihat hebat setiap saat.

Ini tentang memberikan bukti yang konsisten bahwa ketika diberi kesempatan lebih besar, kamu juga siap belajar, bertanggung jawab, dan berkembang bersama tanggung jawab tersebut.***
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore