Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 September 2026 | 21.58 WIB

7 Cara Berkomunikasi secara Baik dengan Orang yang Kurang Terampil Berkomunikasi Menurut Psikologi

seseorang yang berkomunikasi dengan baik./Magnific/The Yuri Arcurs Collection - Image

seseorang yang berkomunikasi dengan baik./Magnific/The Yuri Arcurs Collection

JawaPos.com - Berkomunikasi dengan orang lain tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya kita berhadapan dengan seseorang yang sulit mengungkapkan pikiran, sering salah memahami perkataan, menjawab terlalu singkat, mudah defensif, atau justru berbicara terlalu panjang tanpa menyampaikan inti pembicaraan.

Situasi seperti ini bisa membuat komunikasi terasa melelahkan. Kita mungkin merasa harus mengulang penjelasan berkali-kali, menebak-nebak maksud lawan bicara, atau bahkan menahan emosi karena percakapan tidak kunjung menemukan titik temu.

Namun, dari sudut pandang psikologi, kemampuan komunikasi seseorang tidak hanya ditentukan oleh seberapa pintar ia berbicara. Komunikasi juga dipengaruhi oleh pengalaman, kepercayaan diri, kemampuan memahami emosi, pola asuh, lingkungan sosial, kecemasan, kebiasaan mendengarkan, hingga cara seseorang memproses informasi.

Karena itu, ketika berhadapan dengan orang yang kurang terampil berkomunikasi, respons yang efektif bukan selalu dengan berbicara lebih keras, lebih cepat, atau lebih dominan. Justru, kita dapat mengatur cara berkomunikasi agar pesan lebih mudah dipahami dan percakapan tetap konstruktif.

Dilansir dari Psychology Today pada Sabtu (26/9), terdapat tujuh cara yang dapat diterapkan.

1. Gunakan Kalimat yang Jelas dan Tidak Berbelit-belit

Salah satu kesalahan yang sering terjadi ketika berkomunikasi dengan orang yang kesulitan memahami pesan adalah memberikan penjelasan yang terlalu panjang sekaligus.

Kita mungkin berpikir bahwa semakin banyak informasi yang diberikan, semakin besar kemungkinan orang tersebut memahami maksud kita. Padahal, informasi yang terlalu banyak justru dapat membuat inti pesan semakin sulit ditangkap.

Dalam psikologi kognitif, kemampuan manusia untuk memproses informasi dalam satu waktu memiliki keterbatasan. Karena itu, menyampaikan pesan secara sederhana dapat membantu mengurangi beban pemrosesan informasi.

Misalnya, daripada mengatakan:

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore