Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 September 2026 | 21.32 WIB

6 Alasan Mengapa Perpisahan Bisa Menjadi Pilihan Terbaik untuk Suatu Pasangan Menurut Psikologi

seseorang yang berpisah dengan pasangannya./Magnific/The Yuri Arcurs Collection - Image

seseorang yang berpisah dengan pasangannya./Magnific/The Yuri Arcurs Collection

JawaPos.com - Perpisahan hampir selalu dipandang sebagai sesuatu yang menyakitkan. Ketika sebuah hubungan berakhir, yang sering muncul adalah rasa kehilangan, kesedihan, penyesalan, bahkan pertanyaan seperti, “Bukankah seharusnya kami bertahan?” Dalam banyak kasus, mempertahankan hubungan memang dapat menjadi pilihan yang sehat, terutama ketika kedua pasangan masih memiliki rasa aman, saling menghormati, dan kemauan untuk memperbaiki masalah.

Namun, psikologi hubungan juga menunjukkan bahwa tidak semua hubungan harus dipertahankan. Ada situasi ketika terus bersama justru membuat kedua orang semakin terluka, kehilangan diri sendiri, atau terjebak dalam pola hubungan yang tidak sehat.

Karena itu, perpisahan tidak selalu berarti kegagalan. Dalam kondisi tertentu, mengakhiri hubungan dapat menjadi keputusan yang memberikan ruang bagi seseorang untuk memulihkan diri, berkembang, dan menjalani kehidupan yang lebih sehat.

Dilansir dari Psychology Today pada Minggu (27/9), terdapat enam alasan mengapa perpisahan terkadang bisa menjadi pilihan yang lebih sehat bagi suatu pasangan.

1. Ketika Hubungan Lebih Banyak Menimbulkan Luka daripada Rasa Aman

Salah satu fungsi penting hubungan romantis adalah memberikan rasa aman secara emosional. Pasangan idealnya menjadi seseorang yang membuat kita merasa dihargai, didengar, dan diterima.

Tentu saja, setiap hubungan memiliki konflik. Perbedaan pendapat, pertengkaran, rasa kecewa, dan periode sulit merupakan bagian yang cukup normal dalam kehidupan pasangan. Masalahnya bukan sekadar apakah pasangan pernah bertengkar, tetapi bagaimana konflik tersebut berlangsung dan apakah hubungan masih memberikan rasa aman.

Jika hubungan secara konsisten dipenuhi penghinaan, ancaman, manipulasi, kontrol berlebihan, atau ketakutan, situasinya menjadi berbeda.

Seseorang mungkin mulai merasa harus berhati-hati dalam berbicara karena takut pasangan marah. Ia mungkin terus-menerus menyalahkan dirinya sendiri atau merasa tidak pernah cukup baik. Dalam hubungan yang sangat tidak sehat, seseorang bahkan dapat kehilangan kemampuan untuk membedakan antara kasih sayang dan perlakuan yang menyakitkan.

Dalam kondisi seperti itu, mempertahankan hubungan hanya karena takut kehilangan belum tentu merupakan pilihan yang sehat.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore