
seseorang yang mempererat hubungan dengan anak./Magnific/creativaimages
JawaPos.com - Hubungan antara orang tua dan anak tidak berhenti ketika seorang anak berusia 18, 25, 30, atau bahkan 40 tahun. Yang berubah adalah bentuk hubungan tersebut.
Ketika anak masih kecil, orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk mengasuh, melindungi, mengarahkan, dan membuat keputusan. Namun ketika anak beranjak dewasa, kebutuhan mereka terhadap orang tua perlahan berubah. Mereka tidak lagi terutama membutuhkan seseorang yang mengatur hidup mereka, tetapi seseorang yang dapat menjadi tempat yang aman untuk pulang secara emosional.
Perubahan inilah yang terkadang tidak mudah bagi kedua belah pihak.
Orang tua mungkin merasa, "Saya hanya ingin membantu." Sementara anak yang sudah dewasa dapat merasakan bantuan tersebut sebagai tekanan, kritik, atau campur tangan. Sebaliknya, anak mungkin semakin jarang menelepon atau berkunjung bukan karena tidak menyayangi orang tuanya, tetapi karena sedang membangun kehidupan, karier, pasangan, keluarga, dan identitasnya sendiri.
Dalam psikologi hubungan, kedekatan bukan semata-mata ditentukan oleh seberapa sering seseorang bertemu. Kualitas interaksi, rasa aman, penghargaan terhadap batas pribadi, kemampuan mendengarkan, dan pengalaman bahwa seseorang diterima apa adanya juga sangat penting.
Karena itu, mempererat hubungan dengan anak yang sudah dewasa sering kali bukan tentang melakukan lebih banyak hal untuk mereka.
Kadang justru tentang mengubah cara kita hadir dalam kehidupan mereka.
Dilansir dari Psychology Today pada Kamis (24/9), terdapat delapan kunci yang dapat membantu orang tua membangun hubungan yang lebih dekat, hangat, dan sehat dengan anak-anak mereka yang sudah dewasa.
1. Berhenti Menjadi "Pengatur", Mulailah Menjadi "Teman Bicara"
Salah satu perubahan terbesar dalam hubungan orang tua dan anak dewasa adalah perubahan peran.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022