Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 September 2026 | 04.18 WIB

Tabungan Banyak Belum Tentu Cukup, Ini 6 Mitos Pensiun Menurut Psikologi

seseorang yang percaya pada mitos tentang pensiun./Freepik/EyeEm - Image

seseorang yang percaya pada mitos tentang pensiun./Freepik/EyeEm

JawaPos.com - Pensiun sering kali dibayangkan sebagai masa ketika seseorang akhirnya terbebas dari rutinitas pekerjaan. Waktu yang sebelumnya dihabiskan untuk bekerja dianggap bisa digunakan untuk beristirahat, berkumpul dengan keluarga, atau melakukan berbagai aktivitas yang selama ini tertunda.

Namun, masa pensiun tidak selalu berjalan sesuai dengan ekspektasi. Perubahan rutinitas, berkurangnya interaksi sosial, hingga hilangnya peran profesional dapat menghadirkan tantangan baru yang sebelumnya tidak terpikirkan.

Sejumlah pandangan mengenai pensiun juga dapat membentuk ekspektasi yang kurang realistis. Jika tidak dipersiapkan dengan baik, perbedaan antara harapan dan kenyataan tersebut berpotensi memengaruhi kepuasan hidup, hubungan sosial, serta kondisi psikologis seseorang.

Dilansir dari Geediting, ada enam mitos mengenai pensiun yang cukup sering dipercaya dan dapat membuat seseorang memiliki ekspektasi kurang tepat terhadap fase kehidupan tersebut.

1. “Pensiun Berarti Saya Akan Selalu Bahagia”

Berhenti bekerja memang dapat memberikan rasa lega setelah bertahun-tahun menjalani rutinitas. Akan tetapi, perasaan positif tersebut tidak selalu bertahan selamanya.

Dalam psikologi dikenal istilah hedonic adaptation, yaitu kecenderungan seseorang untuk kembali menyesuaikan diri secara emosional setelah mengalami perubahan positif dalam hidup.

Karena itu, rasa bahagia setelah memasuki masa pensiun bisa berkurang ketika kehidupan mulai kembali terasa biasa. Tanpa aktivitas yang memberikan tujuan, seseorang dapat mengalami kebosanan atau merasa kehilangan arah.

Membangun rutinitas baru, mempertahankan hubungan sosial, serta menjalani hobi yang memberikan kepuasan dapat membantu menciptakan kehidupan pensiun yang lebih bermakna.

2. “Kalau Tabungan Saya Banyak, Semuanya Akan Aman”

Kondisi finansial memang merupakan bagian penting dari persiapan pensiun. Namun, kehidupan setelah berhenti bekerja tidak hanya berkaitan dengan jumlah uang yang tersedia.

Seseorang juga membutuhkan aktivitas, hubungan sosial, dan tujuan yang membuat kehidupannya tetap terasa berarti.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore