seseorang yang membangun koneksi di tempat kerja / foto: Magnific/The Yuri Arcurs Collection
Kita datang ke kantor, menyelesaikan tugas, menghadiri rapat, membalas pesan, mengejar target, lalu pulang.
Bagi sebagian orang, tempat kerja hanyalah tempat untuk bekerja. Tidak perlu terlalu dekat dengan rekan kerja. Tidak perlu mengetahui kehidupan pribadi mereka. Tidak perlu ikut makan siang bersama. Yang penting pekerjaan selesai dan gaji diterima tepat waktu.
Cara berpikir seperti ini memang bisa membuat seseorang terlihat profesional. Namun, dari sudut pandang psikologi, manusia tidak sepenuhnya dirancang untuk bekerja dalam hubungan yang dingin dan terputus secara sosial.
Kita adalah makhluk sosial.
Kualitas hubungan yang kita miliki dengan orang-orang di sekitar dapat memengaruhi bagaimana kita merasa, berpikir, bekerja, menghadapi tekanan, bahkan bagaimana kita memandang diri sendiri.
Itulah sebabnya koneksi dengan teman kerja masih memiliki peran penting, bahkan ketika pekerjaan modern semakin dipenuhi teknologi, komunikasi digital, sistem kerja hybrid, dan budaya kerja yang menekankan produktivitas.
Koneksi dengan teman kerja bukan berarti harus menjadi sahabat dekat dengan semua orang.
Koneksi berarti memiliki hubungan manusiawi yang cukup sehat: bisa saling menyapa, saling menghargai, merasa nyaman untuk berbicara, memberikan dukungan ketika dibutuhkan, dan mengetahui bahwa kita tidak sepenuhnya sendirian ketika menghadapi tantangan pekerjaan.
Dilansir dari Psychology Today pada Rabu (23/9), terdapat enam alasan mengapa koneksi dengan teman kerja masih penting menurut psikologi.
1. Manusia Membutuhkan Rasa Memiliki
Salah satu kebutuhan psikologis manusia yang sangat kuat adalah kebutuhan untuk merasa menjadi bagian dari sesuatu.
Kita ingin merasa diterima.
Kita ingin merasa keberadaan kita diperhatikan.
Kita ingin mengetahui bahwa ada orang lain yang memahami pengalaman kita.
Di tempat kerja, kebutuhan ini sering kali terlupakan karena perhatian lebih banyak diarahkan kepada target, performa, jabatan, dan hasil.
Padahal, seseorang bisa memiliki pekerjaan yang bagus tetapi tetap merasa kesepian.
Ia bisa duduk di ruangan yang penuh orang setiap hari, tetapi merasa tidak memiliki hubungan yang berarti dengan siapa pun.
Inilah salah satu alasan mengapa koneksi sosial di tempat kerja menjadi penting.
Ketika seseorang memiliki hubungan yang sehat dengan rekan kerja, ia dapat merasakan bahwa dirinya bukan sekadar "orang yang mengerjakan tugas".
Ada perasaan bahwa dirinya merupakan bagian dari sebuah kelompok.
Misalnya, ketika seorang rekan kerja berkata,
"Tenang, aku juga pernah mengalami hal yang sama."
Kalimat sederhana tersebut sebenarnya dapat memberikan efek psikologis yang besar.
Seseorang mungkin tidak langsung mendapatkan solusi.
Namun ia mendapatkan sesuatu yang tidak kalah penting: validasi bahwa pengalaman sulit yang sedang dialaminya bukan sesuatu yang hanya terjadi pada dirinya.
Rasa memiliki juga dapat membuat seseorang lebih nyaman menjadi dirinya sendiri.
Ia tidak harus terus-menerus menjaga citra atau berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja.
Tentu saja, bukan berarti kita harus menceritakan seluruh kehidupan pribadi kepada rekan kerja.
Batasan tetap penting.
Namun memiliki beberapa hubungan yang cukup hangat dapat membuat lingkungan kerja terasa lebih manusiawi.
Dan ketika tempat kerja terasa manusiawi, seseorang biasanya lebih mudah merasa terhubung dengan apa yang sedang ia kerjakan.
2. Teman Kerja Dapat Menjadi Sumber Dukungan Saat Menghadapi Stres
Pekerjaan hampir selalu memiliki tekanan.
Deadline.
Target.
Kesalahan.
Konflik.
Perubahan kebijakan.
Atasan yang menuntut.
Klien yang sulit.
Beban kerja yang tiba-tiba meningkat.
Dalam situasi seperti itu, kemampuan seseorang menghadapi stres tidak hanya bergantung pada dirinya sendiri.
Dukungan sosial juga memainkan peran penting.
Teman kerja yang dapat dipercaya bisa menjadi tempat untuk berbicara ketika pekerjaan terasa terlalu berat.
Kadang-kadang kita tidak membutuhkan seseorang untuk menyelesaikan masalah.
Kita hanya membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan.
"Kayaknya minggu ini memang berat."
"Kalau aku jadi kamu, aku juga mungkin akan merasa kesal."
"Ayo kita selesaikan satu-satu."
Kalimat sederhana seperti itu dapat membantu seseorang merasa tidak sendirian.
Dukungan sosial dapat berfungsi sebagai semacam penyangga psikologis ketika seseorang menghadapi tekanan.
Masalahnya mungkin tetap ada.
Deadline tetap berjalan.
Tugas tetap harus diselesaikan.
Tetapi cara seseorang mengalami masalah tersebut bisa berubah ketika ia mengetahui bahwa ada orang yang mendukungnya.
Bayangkan dua orang mendapatkan beban kerja yang sama.
Orang pertama merasa bahwa dirinya harus menghadapi semuanya sendirian.
Orang kedua memiliki rekan yang dapat diajak berdiskusi, bertukar pikiran, atau sekadar mengeluh sebentar sebelum kembali bekerja.
Secara objektif, beban pekerjaannya mungkin sama.
Namun pengalaman psikologis keduanya bisa sangat berbeda.
Karena itu, membangun hubungan dengan teman kerja bukan berarti membuang waktu untuk bersosialisasi.
Dalam batas yang sehat, hubungan sosial justru dapat menjadi salah satu sumber daya psikologis ketika seseorang menghadapi tekanan.
3. Hubungan yang Baik Membuat Komunikasi Kerja Menjadi Lebih Mudah
Pekerjaan bukan hanya tentang kemampuan teknis.
Banyak masalah di tempat kerja sebenarnya muncul karena komunikasi.
Pesan disalahpahami.
Nada bicara dianggap kasar.
Instruksi tidak jelas.
Seseorang takut bertanya karena merasa akan dianggap bodoh.
Kesalahan kecil berkembang menjadi konflik karena orang-orang tidak merasa cukup nyaman untuk membicarakannya secara langsung.
Hubungan yang baik dapat membantu mengurangi sebagian hambatan tersebut.
Ketika kita sudah memiliki hubungan yang cukup positif dengan seseorang, komunikasi biasanya menjadi lebih fleksibel.
Kita lebih mudah bertanya.
Lebih mudah meminta klarifikasi.
Lebih mudah mengatakan bahwa kita melakukan kesalahan.
Lebih mudah memberikan masukan.
Dan lebih mudah menerima masukan tanpa langsung menganggapnya sebagai serangan pribadi.
Misalnya, jika seseorang yang hampir tidak pernah berbicara dengan kita tiba-tiba mengatakan,
"Presentasimu tadi kurang jelas."
Kita mungkin langsung merasa tersinggung.
Tetapi jika orang tersebut adalah rekan yang selama ini memiliki hubungan baik dengan kita, kita mungkin lebih mudah memprosesnya sebagai masukan.
Bukan berarti hubungan yang baik membuat seseorang selalu setuju dengan kita.
Justru hubungan yang sehat memungkinkan adanya ketidaksetujuan tanpa harus berubah menjadi permusuhan.
Inilah salah satu manfaat penting dari koneksi sosial di tempat kerja.
Hubungan yang baik menciptakan "modal sosial" yang membantu komunikasi menjadi lebih terbuka dan konstruktif.
4. Teman Kerja Dapat Membantu Meningkatkan Motivasi
Motivasi kerja tidak selalu muncul dari dalam diri.
Kadang-kadang lingkungan sosial ikut memengaruhinya.
Bayangkan Anda bekerja dalam lingkungan yang sangat dingin.
Tidak ada yang saling menyapa.
Tidak ada yang peduli ketika seseorang mengalami kesulitan.
Setiap orang hanya berusaha menyelesaikan pekerjaannya sendiri.
Dalam kondisi seperti itu, pekerjaan bisa terasa jauh lebih melelahkan.
Sebaliknya, lingkungan yang memiliki hubungan sosial yang sehat dapat memberikan energi psikologis.
Ketika teman kerja mengatakan,
"Semangat, tinggal sedikit lagi."
atau,
"Bagus tadi presentasinya."
seseorang dapat memperoleh dorongan sederhana yang membuat pekerjaan terasa sedikit lebih ringan.
Bukan karena pujian tersebut menyelesaikan masalah.
Tetapi karena manusia merespons pengalaman sosial.
Kita sering kali bekerja lebih baik ketika merasa dihargai dan diakui sebagai manusia, bukan sekadar sebagai pekerja.
Bahkan interaksi kecil dapat memiliki arti.
Makan siang bersama.
Bercanda sebentar.
Membahas film.
Bertanya tentang akhir pekan.
Mengucapkan selamat ketika seseorang mendapatkan pencapaian.
Hal-hal tersebut mungkin terlihat tidak produktif jika hanya dilihat dari sudut pandang waktu.
Namun secara psikologis, interaksi semacam itu dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif.
Tentu saja, ada batasnya.
Jika interaksi sosial justru mengganggu pekerjaan, menciptakan drama, atau membuat seseorang kehilangan fokus, manfaatnya dapat berubah menjadi masalah.
Kuncinya bukan seberapa sering kita bersosialisasi.
Kuncinya adalah kualitas hubungan yang terbentuk.
5. Koneksi dengan Teman Kerja Membantu Kita Merasa Lebih Aman untuk Menjadi Diri Sendiri
Ada perbedaan antara berada di lingkungan yang membuat kita harus terus berhati-hati dan berada di lingkungan yang membuat kita merasa cukup aman untuk berbicara.
Dalam psikologi organisasi, rasa aman secara psikologis berkaitan dengan keyakinan bahwa seseorang dapat menyampaikan ide, bertanya, mengakui kesalahan, atau memberikan pendapat tanpa takut dipermalukan atau dihukum secara sosial.
Hubungan dengan rekan kerja dapat berkontribusi terhadap suasana tersebut.
Ketika seseorang merasa dikenal dan dihargai oleh rekan-rekannya, ia mungkin lebih berani mengatakan,
"Aku belum mengerti."
"Aku melakukan kesalahan."
"Aku punya pendapat yang berbeda."
"Aku rasa cara ini bisa menimbulkan masalah."
Kalimat-kalimat tersebut sangat penting dalam sebuah organisasi.
Sebab lingkungan kerja yang terlalu membuat orang takut berbicara dapat membuat masalah tersembunyi.
Orang memilih diam.
Orang menyimpan kesalahan.
Orang tidak bertanya.
Orang mengangguk meskipun sebenarnya tidak memahami sesuatu.
Pada akhirnya, organisasi mungkin terlihat tenang dari luar, tetapi sebenarnya menyimpan banyak persoalan.
Sebaliknya, hubungan interpersonal yang sehat dapat membuat seseorang merasa lebih nyaman untuk berbicara secara jujur.
Namun penting untuk memahami bahwa hubungan baik saja tidak otomatis menciptakan keamanan psikologis.
Budaya organisasi, gaya kepemimpinan, struktur kekuasaan, dan respons terhadap kesalahan juga memiliki pengaruh besar.
Jadi, koneksi dengan teman kerja merupakan salah satu bagian dari lingkungan sosial yang sehat, bukan satu-satunya faktor.
6. Koneksi Sosial Membuat Pekerjaan Terasa Lebih Bermakna
Mungkin ini alasan yang paling sering tidak kita sadari.
Sebagian orang tidak selalu mencintai pekerjaannya.
Ada pekerjaan yang monoton.
Ada tugas yang berulang.
Ada hari-hari ketika seseorang hanya ingin cepat pulang.
Namun hubungan dengan manusia di dalam pekerjaan dapat memberikan makna yang berbeda.
Seseorang mungkin tidak terlalu menyukai pekerjaannya, tetapi ia menyukai orang-orang yang bekerja bersamanya.
Ia mungkin tidak menikmati setiap tugas, tetapi ia menikmati proses bekerja bersama timnya.
Ia mungkin tidak terlalu peduli dengan rapat pagi, tetapi ia senang bisa bertukar cerita dengan rekan-rekannya setelah rapat selesai.
Dalam situasi seperti ini, hubungan sosial dapat menjadi salah satu bagian yang membuat pengalaman kerja terasa lebih bermakna.
Ini juga menjelaskan mengapa kehilangan hubungan sosial di tempat kerja bisa terasa lebih berat daripada yang kita bayangkan.
Ketika seseorang pindah kantor, misalnya, yang hilang bukan hanya rutinitas dan meja kerja.
Ia mungkin kehilangan percakapan kecil.
Kebiasaan makan siang bersama.
Candaan tertentu.
Orang yang biasanya menjadi tempat bertanya.
Orang yang memahami perjuangan yang sama.
Dengan kata lain, ia kehilangan sebagian dari dunia sosial yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-harinya.
Itulah sebabnya hubungan di tempat kerja tidak selalu bisa dianggap sebagai sesuatu yang "tidak profesional".
Manusia membawa kebutuhan sosialnya ke mana pun ia bekerja.
Tetapi Apakah Kita Harus Berteman Dekat dengan Semua Rekan Kerja?
Tidak.
Ini bagian yang sangat penting.
Memiliki koneksi dengan teman kerja bukan berarti Anda harus menjadi dekat dengan semua orang.
Anda tidak harus menceritakan masalah pribadi kepada setiap rekan.
Anda tidak harus ikut semua acara kantor.
Anda tidak harus makan siang bersama setiap hari.
Anda juga tidak harus memiliki sahabat di tempat kerja.
Setiap orang memiliki kebutuhan sosial yang berbeda.
Ada orang yang mudah bergaul.
Ada orang yang membutuhkan banyak waktu sebelum merasa nyaman.
Ada orang yang menikmati hubungan sosial yang luas.
Ada pula orang yang lebih nyaman memiliki dua atau tiga hubungan yang dekat.
Semuanya bisa normal.
Yang lebih penting adalah memiliki hubungan kerja yang cukup sehat untuk mendukung komunikasi, rasa saling menghargai, dan kerja sama.
Dengan kata lain, tujuan koneksi sosial bukanlah membuat kantor menjadi tempat berkumpul sepanjang hari.
Tujuannya adalah memastikan bahwa manusia di balik pekerjaan tidak sepenuhnya hilang.
Bagaimana Membangun Koneksi dengan Teman Kerja Tanpa Terlihat Memaksakan Diri?
Tidak perlu melakukan sesuatu yang besar.
Justru koneksi sering kali terbentuk melalui interaksi kecil yang dilakukan secara konsisten.
Mulailah dengan menyapa.
Tanyakan kabar.
Dengarkan ketika orang lain berbicara.
Ucapkan terima kasih.
Tawarkan bantuan ketika memang mampu.
Berikan apresiasi ketika seseorang melakukan sesuatu dengan baik.
Sesekali makan siang bersama.
Jangan selalu membawa percakapan kembali ke pekerjaan.
Tanyakan hal-hal sederhana seperti hobi, film, makanan, atau aktivitas akhir pekan jika orang tersebut terlihat nyaman membicarakannya.
Dan yang paling penting, jangan memaksakan kedekatan.
Hubungan yang sehat membutuhkan waktu.
Tidak semua orang akan cocok dengan kita.
Tidak semua hubungan harus berkembang menjadi persahabatan.
Terkadang hubungan profesional yang hangat sudah cukup.
Koneksi Bukan Berarti Tidak Memiliki Batasan
Ada satu kesalahpahaman yang perlu dihindari.
Membangun hubungan dengan teman kerja bukan berarti mengorbankan batasan pribadi.
Justru batasan membuat hubungan menjadi lebih sehat.
Anda boleh mengatakan tidak.
Anda boleh menjaga privasi.
Anda boleh tidak membagikan masalah keluarga.
Anda boleh tidak ikut dalam gosip.
Anda boleh menjaga jarak dari orang yang membuat Anda tidak nyaman.
Anda boleh memiliki kehidupan di luar kantor yang tidak diketahui oleh rekan kerja.
Koneksi yang sehat bukan tentang membuka seluruh kehidupan pribadi.
Koneksi yang sehat adalah tentang menciptakan hubungan yang saling menghargai.
Ada kedekatan, tetapi tetap ada batas.
Ada kepercayaan, tetapi tetap ada profesionalisme.
Ada keakraban, tetapi tidak berarti kehilangan identitas pribadi.
Pada Akhirnya, Kita Bekerja dengan Manusia, Bukan Hanya dengan Jabatan
Di balik setiap email ada manusia.
Di balik setiap rapat ada manusia.
Di balik setiap deadline ada manusia.
Di balik setiap target ada manusia yang mungkin sedang menghadapi masalah yang tidak kita ketahui.
Karena itu, koneksi dengan teman kerja masih penting.
Bukan karena kita harus menjadikan kantor sebagai tempat mencari sahabat terbaik.
Bukan juga karena pekerjaan harus selalu menyenangkan.
Tetapi karena kualitas hubungan sosial dapat memengaruhi bagaimana kita mengalami kehidupan kerja sehari-hari.
Pekerjaan mungkin memberi kita penghasilan.
Jabatan mungkin memberi kita status.
Prestasi mungkin memberi kita kebanggaan.
Tetapi hubungan dengan manusia di sekitar kita dapat memberi sesuatu yang berbeda: rasa bahwa kita tidak menjalani semuanya sendirian.
Dan terkadang, di tengah pekerjaan yang penuh tekanan, perasaan sederhana bahwa "ada orang yang memahami saya" bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti.
Jadi, jika selama ini Anda hanya fokus menyelesaikan pekerjaan, mungkin tidak ada salahnya sesekali berhenti sejenak.
Sapa teman kerja Anda.
Tanyakan kabarnya.
Dengarkan ceritanya.
Berikan apresiasi.
Bantu ketika Anda mampu.
Tidak perlu memaksakan kedekatan.
Tidak perlu menjadi orang yang paling ramah di kantor.
Cukup menjadi manusia yang hadir dan menghargai manusia lain.
Karena pada akhirnya, tempat kerja bukan hanya kumpulan meja, komputer, target, rapat, dan deadline.
Tempat kerja juga merupakan ruang sosial tempat manusia menghabiskan sebagian besar hidupnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022