Ciri perilaku orang yang menonton ulang film lama menurut psikologi.
JawaPos.com – Menonton kembali film yang sudah pernah disaksikan berkali-kali merupakan kebiasaan yang cukup umum. Bagi sebagian orang, aktivitas tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga memberikan rasa nyaman dan familiar.
Ketika seseorang memilih cerita yang sudah diketahui akhir dan jalan ceritanya, mereka tidak perlu menghadapi kejutan seperti saat menonton tayangan baru. Hal ini dapat membuat aktivitas menonton terasa lebih ringan, terutama ketika sedang menghadapi rutinitas atau tekanan.
Kebiasaan mengulang film juga dapat berkaitan dengan nostalgia, hubungan emosional terhadap karakter, hingga cara seseorang menikmati sebuah cerita. Namun, tentu saja, kebiasaan ini tidak bisa digunakan untuk menentukan kepribadian seseorang secara mutlak.
Dilansir dari Geediting.com, terdapat sejumlah karakteristik yang dikaitkan dengan kebiasaan menonton ulang film lama dari sudut pandang psikologi. Berikut tujuh di antaranya:
Orang yang sering menonton film lama mungkin merasa lebih nyaman dengan sesuatu yang sudah mereka kenal. Mereka telah mengetahui jalan cerita, karakter, hingga akhir film sehingga tidak perlu menebak-nebak apa yang akan terjadi.
Kondisi tersebut dapat memberikan rasa aman ketika kehidupan sehari-hari sedang dipenuhi ketidakpastian. Film yang sudah familiar menjadi pilihan hiburan yang relatif mudah dinikmati karena tidak membutuhkan banyak penyesuaian.
Menonton film juga dapat menjadi salah satu cara seseorang mengambil jeda dari rutinitas. Cerita yang familiar memungkinkan mereka mengalihkan perhatian sementara dari pekerjaan, masalah, atau berbagai tekanan sehari-hari.
Film favorit dapat memberikan kesempatan untuk menikmati kembali dunia cerita yang sudah dikenal tanpa harus menghadapi ketidakpastian dari tayangan baru. Bagi sebagian orang, aktivitas tersebut terasa seperti waktu istirahat mental yang sederhana.
Ada orang yang merasa sangat dekat dengan karakter tertentu dalam sebuah film. Mereka mengikuti perjalanan tokoh tersebut, mulai dari menghadapi masalah hingga menemukan penyelesaian.
Ketika film ditonton kembali, perasaan yang muncul terhadap karakter favorit dapat kembali dirasakan. Tokoh dalam film bahkan bisa terasa seperti sosok yang sudah dikenal karena penonton telah mengikuti ceritanya berkali-kali.
Film lama terkadang memiliki hubungan erat dengan kenangan tertentu. Sebuah tontonan mungkin mengingatkan seseorang pada masa sekolah, keluarga, pertemanan, atau periode kehidupan yang pernah dilalui.
Pengalaman tersebut dapat membuat seseorang kembali merasakan suasana emosional dari masa lalu. Karena itu, menonton film lama bukan hanya soal cerita, tetapi juga tentang kenangan yang melekat di baliknya.
Tidak semua orang menonton ulang hanya karena ingin menikmati alur yang sudah dikenal. Sebagian justru tertarik menemukan detail yang sebelumnya terlewat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022