Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 September 2026 | 17.21 WIB

Sering Tak Disadari, 5 Gerak Tubuh Ini Disebut Berkaitan dengan Kecerdasan

ilustrasi teman yang mengobrol. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Kecerdasan seseorang tidak selalu terlihat dari seberapa banyak buku yang dibaca atau seberapa luas pengetahuan yang dimilikinya.

Dalam interaksi sehari-hari, cara seseorang duduk, mendengarkan, melakukan kontak mata, hingga merespons lawan bicara juga dapat memberikan gambaran mengenai gaya komunikasi dan cara mereka berinteraksi.

Sejumlah pengamat bahasa tubuh mengaitkan beberapa kebiasaan nonverbal dengan kemampuan menyimak, rasa ingin tahu, serta kecerdasan emosional. Meski demikian, bahasa tubuh tidak dapat digunakan sebagai alat tunggal untuk menentukan apakah seseorang memiliki kecerdasan tinggi.

Dilansir YourTango, berikut lima bahasa tubuh yang kerap dikaitkan dengan kecerdasan dan kemampuan berkomunikasi secara efektif.

1. Memiliki Postur yang Tegap dan Terbuka

Cara seseorang mempertahankan postur tubuh ketika berinteraksi dapat memengaruhi kesan yang muncul pada lawan bicara.

Posisi tubuh yang tegap dan terbuka, misalnya, dapat memberikan kesan bahwa seseorang siap terlibat dalam percakapan. Sebaliknya, posisi tubuh yang terlalu tertutup dapat membuat seseorang terlihat kurang tertarik atau ingin membatasi interaksi.

Postur yang terbuka juga sering dikaitkan dengan rasa percaya diri dan kesiapan menerima informasi baru. Rasa ingin tahu sendiri merupakan salah satu karakter yang sering ditemukan dalam proses belajar dan pemecahan masalah.

2. Mendengarkan dengan Penuh Perhatian

Kemampuan untuk benar-benar menyimak ketika orang lain berbicara merupakan bagian penting dari komunikasi.

Orang yang mendengarkan dengan tenang biasanya memberikan perhatian kepada isi pembicaraan tanpa buru-buru memotong atau mengalihkan percakapan kepada dirinya sendiri.

Posisi tangan dan lengan juga dapat memengaruhi kesan yang ditimbulkan selama proses mendengarkan. Dalam materi yang dikutip sumber, posisi tubuh yang lebih stabil dan tidak terlalu tertutup dikaitkan dengan kondisi mendengarkan yang lebih fokus.

Namun, posisi tubuh saja tidak dapat membuktikan tingkat kecerdasan seseorang. Faktor seperti kebiasaan, budaya, dan kenyamanan pribadi juga dapat memengaruhi bahasa tubuh.

3. Mampu Menjaga Ekspresi Tetap Tenang

Tidak semua hal dalam percakapan harus langsung mendapatkan reaksi besar. Kemampuan menahan respons spontan dapat membantu seseorang memahami informasi sebelum memberikan tanggapan.

Ekspresi yang relatif tenang ketika mendengarkan juga dapat membuat lawan bicara merasa lebih leluasa menyampaikan pendapatnya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore