ilustrasi teman yang mengobrol. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com – Kecerdasan seseorang tidak selalu terlihat dari seberapa banyak buku yang dibaca atau seberapa luas pengetahuan yang dimilikinya.
Dalam interaksi sehari-hari, cara seseorang duduk, mendengarkan, melakukan kontak mata, hingga merespons lawan bicara juga dapat memberikan gambaran mengenai gaya komunikasi dan cara mereka berinteraksi.
Sejumlah pengamat bahasa tubuh mengaitkan beberapa kebiasaan nonverbal dengan kemampuan menyimak, rasa ingin tahu, serta kecerdasan emosional. Meski demikian, bahasa tubuh tidak dapat digunakan sebagai alat tunggal untuk menentukan apakah seseorang memiliki kecerdasan tinggi.
Dilansir YourTango, berikut lima bahasa tubuh yang kerap dikaitkan dengan kecerdasan dan kemampuan berkomunikasi secara efektif.
Cara seseorang mempertahankan postur tubuh ketika berinteraksi dapat memengaruhi kesan yang muncul pada lawan bicara.
Posisi tubuh yang tegap dan terbuka, misalnya, dapat memberikan kesan bahwa seseorang siap terlibat dalam percakapan. Sebaliknya, posisi tubuh yang terlalu tertutup dapat membuat seseorang terlihat kurang tertarik atau ingin membatasi interaksi.
Postur yang terbuka juga sering dikaitkan dengan rasa percaya diri dan kesiapan menerima informasi baru. Rasa ingin tahu sendiri merupakan salah satu karakter yang sering ditemukan dalam proses belajar dan pemecahan masalah.
Kemampuan untuk benar-benar menyimak ketika orang lain berbicara merupakan bagian penting dari komunikasi.
Orang yang mendengarkan dengan tenang biasanya memberikan perhatian kepada isi pembicaraan tanpa buru-buru memotong atau mengalihkan percakapan kepada dirinya sendiri.
Posisi tangan dan lengan juga dapat memengaruhi kesan yang ditimbulkan selama proses mendengarkan. Dalam materi yang dikutip sumber, posisi tubuh yang lebih stabil dan tidak terlalu tertutup dikaitkan dengan kondisi mendengarkan yang lebih fokus.
Namun, posisi tubuh saja tidak dapat membuktikan tingkat kecerdasan seseorang. Faktor seperti kebiasaan, budaya, dan kenyamanan pribadi juga dapat memengaruhi bahasa tubuh.
Tidak semua hal dalam percakapan harus langsung mendapatkan reaksi besar. Kemampuan menahan respons spontan dapat membantu seseorang memahami informasi sebelum memberikan tanggapan.
Ekspresi yang relatif tenang ketika mendengarkan juga dapat membuat lawan bicara merasa lebih leluasa menyampaikan pendapatnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022