Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 September 2026 | 22.40 WIB

Bukan Selalu Soal Nasib, 7 Kebiasaan Ini Bisa Membuat Hidup Terasa Makin Berat

ilustrasi orang yang kurang beruntung. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi orang yang kurang beruntung. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com – Pernah merasa berbagai masalah datang bertubi-tubi hingga membuat hidup seolah tidak pernah berpihak? Perasaan seperti selalu mendapatkan nasib buruk memang bisa muncul ketika seseorang berulang kali menghadapi kegagalan atau situasi yang tidak sesuai harapan.

Namun, tidak semua kejadian kurang menyenangkan semata-mata disebabkan oleh keberuntungan yang buruk. Dalam banyak situasi, pola pikir, kebiasaan sehari-hari, serta lingkungan tempat seseorang berada juga dapat memengaruhi cara menghadapi masalah dan mengambil keputusan.

Kebiasaan tertentu bahkan dapat membuat seseorang sulit berkembang tanpa disadari. Sebaliknya, ketika pola tersebut mulai ditinggalkan, seseorang bisa memiliki lebih banyak ruang untuk belajar, beradaptasi, dan memanfaatkan peluang.

Dilansir dari Psychology Magazine, berikut tujuh kebiasaan yang sebaiknya mulai dikurangi jika Anda ingin menjalani hidup dengan pola pikir yang lebih positif dan terbuka terhadap kesempatan.

1. Terlalu Menunggu Keberuntungan Datang

Berharap mendapatkan bantuan atau keajaiban dari luar diri sebenarnya merupakan hal yang wajar. Namun, masalah muncul ketika seseorang hanya menunggu keadaan berubah tanpa mengambil tindakan.

Kesuksesan biasanya membutuhkan langkah nyata. Alih-alih menunggu keberuntungan datang, seseorang dapat mulai menentukan hal-hal yang masih bisa dikendalikan, kemudian berusaha memperbaikinya secara bertahap.

Dengan begitu, peluang tidak hanya ditunggu, tetapi juga diciptakan melalui tindakan dan keputusan yang tepat.

2. Terlalu Terpaku pada Masa Lalu

Mengingat pengalaman masa lalu dapat membantu seseorang belajar dari kesalahan. Akan tetapi, terus-menerus menyesali keputusan lama justru dapat membuat seseorang sulit bergerak maju.

Kesempatan yang sudah terlewat tidak dapat diulang. Yang masih bisa dilakukan adalah memahami apa yang salah dan menjadikannya pelajaran untuk menghadapi situasi berikutnya.

Daripada terus bertanya tentang apa yang seharusnya terjadi, lebih baik mengarahkan perhatian pada langkah yang masih dapat dilakukan sekarang.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore