Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Juni 2026 | 01.35 WIB

Jika Seorang Pria Melakukan 8 Hal Ini, Dia Belum Siap untuk Hubungan yang Serius Menurut Psikologi

seseorang yang belum siap dalam hubungan serius / foto: Magnific/fabrikasimf - Image

seseorang yang belum siap dalam hubungan serius / foto: Magnific/fabrikasimf

JawaPos.com - Memasuki hubungan yang serius membutuhkan lebih dari sekadar perasaan cinta. Psikologi menunjukkan bahwa kedewasaan emosional, kemampuan berkomunikasi, dan kesiapan untuk berkomitmen memainkan peran yang jauh lebih penting daripada sekadar ketertarikan atau chemistry.

Tidak semua pria yang mengatakan bahwa mereka menginginkan hubungan serius benar-benar siap menjalaninya. Terkadang, tanda-tandanya terlihat dari perilaku sehari-hari yang tampak sepele, tetapi sebenarnya mengungkapkan bahwa mereka masih belum siap membangun hubungan yang sehat dan berkelanjutan.

Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (24/6), terdapat delapan hal yang menurut psikologi menunjukkan bahwa seorang pria mungkin belum siap untuk hubungan yang serius.

1. Selalu Menghindari Pembicaraan Tentang Masa Depan

Ketika hubungan mulai berkembang, pembicaraan tentang tujuan bersama, rencana masa depan, atau bahkan komitmen jangka panjang adalah hal yang wajar.

Namun, jika seorang pria selalu menghindari topik tersebut, mengganti pembicaraan, atau memberikan jawaban yang tidak jelas, itu bisa menjadi tanda bahwa ia belum siap untuk berkomitmen.

Psikologi hubungan menunjukkan bahwa orang yang siap membangun hubungan serius biasanya memiliki kesediaan untuk membicarakan masa depan, meskipun mereka belum memiliki semua jawabannya.

Menghindari pembicaraan seperti ini sering kali menunjukkan ketakutan terhadap komitmen atau ketidakpastian mengenai apa yang sebenarnya mereka inginkan.

2. Tidak Mampu Bertanggung Jawab Atas Kesalahannya

Setiap orang pernah melakukan kesalahan. Namun, kedewasaan terlihat dari kemampuan untuk mengakuinya.

Jika seorang pria selalu menyalahkan orang lain, mencari alasan, atau bahkan memutarbalikkan keadaan agar dirinya tampak sebagai korban, ini merupakan tanda kurangnya kematangan emosional.

Menurut psikologi, kemampuan untuk bertanggung jawab atas tindakan sendiri merupakan fondasi penting dalam hubungan yang sehat. Tanpa itu, konflik kecil pun bisa berubah menjadi masalah besar karena tidak ada ruang untuk pertumbuhan dan perbaikan.

3. Masih Sangat Tidak Konsisten

Suatu hari dia sangat perhatian, tetapi keesokan harinya menghilang tanpa kabar. Dia membuat janji tetapi sering membatalkannya. Kata-katanya tidak sejalan dengan tindakannya.

Ketidakkonsistenan seperti ini bukan hanya membingungkan, tetapi juga menciptakan rasa tidak aman dalam hubungan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore