Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juni 2026 | 05.24 WIB

7 Perilaku Halus yang Membuat Orang Meremehkan Anda Bahkan Sebelum Anda Berbicara Menurut Psikologi

seseorang yang diremehkan sebelum berbicara / foto: Magnific/myasiavision

 

JawaPos.com - Kesan pertama terbentuk jauh lebih cepat daripada yang banyak orang bayangkan. Berbagai penelitian psikologi menunjukkan bahwa manusia sering membuat penilaian awal hanya dalam hitungan detik, bahkan sebelum satu kata pun diucapkan. Bahasa tubuh, ekspresi wajah, cara membawa diri, hingga kebiasaan-kebiasaan kecil dapat mengirim sinyal yang membuat orang lain secara tidak sadar menganggap seseorang kurang percaya diri, kurang kompeten, atau tidak layak diperhatikan.

Yang menarik, perilaku-perilaku ini sering dilakukan tanpa disadari.

Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (23/6), terdapat tujuh perilaku halus yang menurut psikologi dapat membuat orang meremehkan Anda bahkan sebelum percakapan dimulai.

1. Menghindari Kontak Mata

Kontak mata adalah salah satu bentuk komunikasi nonverbal paling kuat. Ketika seseorang terus-menerus menundukkan kepala, melihat ke lantai, atau menghindari tatapan orang lain, otak manusia cenderung menafsirkannya sebagai tanda ketidakpercayaan diri atau rasa tidak nyaman.

Padahal, menghindari kontak mata belum tentu berarti seseorang lemah. Bisa jadi ia hanya pemalu atau sedang gugup. Namun persepsi awal sering kali bekerja lebih cepat daripada logika.

Mengapa ini terjadi?

Menurut psikologi sosial, manusia menghubungkan kontak mata yang sehat dengan kejujuran, kepercayaan diri, dan kompetensi. Sebaliknya, terlalu sering mengalihkan pandangan dapat memberi kesan bahwa seseorang tidak yakin pada dirinya sendiri.

Yang bisa dilakukan
Tatap lawan bicara secara alami.
Tidak perlu menatap terus-menerus.
Fokus pada area mata selama beberapa detik, lalu alihkan secara wajar.
 
2. Postur Tubuh yang Tertutup

Bahu yang membungkuk, kepala tertunduk, atau tangan yang terus menyilang di depan dada dapat mengirim sinyal bahwa Anda sedang defensif atau kurang yakin dengan diri sendiri.

Psikolog menyebut bahasa tubuh sebagai bentuk komunikasi yang sering lebih kuat daripada kata-kata. Bahkan sebelum berbicara, orang lain sudah menangkap pesan dari cara Anda berdiri atau duduk.

Tanda-tanda postur tertutup
Bahu turun ke depan.
Kepala selalu menunduk.
Tubuh tampak mengecil.
Gerakan sangat kaku.

Sebaliknya, postur yang tegak dan santai biasanya diasosiasikan dengan rasa percaya diri dan keterbukaan.

3. Terlalu Sering Tersenyum Karena Ingin Menyenangkan Semua Orang

Senyum memang penting, tetapi senyum yang dilakukan terus-menerus karena takut dianggap tidak ramah justru bisa memberikan kesan bahwa Anda terlalu ingin mendapatkan persetujuan orang lain.

Psikologi menunjukkan bahwa orang yang selalu berusaha menyenangkan semua orang sering dipersepsikan memiliki status sosial yang lebih rendah dibanding mereka yang mampu bersikap ramah tanpa berlebihan.

Bukan berarti harus terlihat dingin

Masalahnya bukan pada senyum, melainkan pada kebiasaan tersenyum secara gugup atau meminta persetujuan secara tidak sadar melalui ekspresi wajah.

4. Terlihat Terlalu Gelisah

Menggerakkan kaki tanpa henti, memainkan jari, memegang wajah berulang kali, atau terus memeriksa ponsel dapat membuat orang lain menangkap sinyal bahwa Anda tidak tenang.

Dalam psikologi, perilaku gelisah sering diasosiasikan dengan kecemasan dan kurangnya kontrol diri. Meskipun tidak selalu benar, persepsi inilah yang terbentuk secara otomatis.

Contoh kebiasaan kecil yang sering tidak disadari
Mengetuk meja berulang kali.
Memainkan pulpen.
Menggaruk kepala terus-menerus.
Menggoyangkan kaki tanpa sadar.

Orang yang terlihat tenang biasanya lebih mudah dianggap kompeten dan dapat dipercaya.

5. Terlalu Cepat Memberi Jalan atau Meminta Maaf

Ada orang yang secara refleks mengatakan:

"Maaf ya kalau mengganggu."
"Maaf, mungkin pertanyaan saya bodoh."
"Maaf, saya cuma mau tanya sedikit."

Padahal mereka belum melakukan kesalahan apa pun.

Kebiasaan meminta maaf secara berlebihan dapat mengirim pesan bahwa Anda merasa keberadaan atau pendapat Anda kurang penting. Dalam jangka panjang, orang lain bisa terbiasa menempatkan Anda pada posisi yang lebih rendah.

Bedakan antara sopan dan terlalu merendahkan diri

Meminta maaf ketika memang diperlukan adalah bentuk kedewasaan. Tetapi meminta maaf hanya karena ingin diterima justru dapat membuat orang meremehkan Anda.

6. Berpakaian Acak-acakan dan Kurang Memperhatikan Detail

Psikologi mengenal konsep halo effect, yaitu kecenderungan manusia membuat penilaian menyeluruh berdasarkan kesan awal yang terlihat.

Orang tidak harus memakai pakaian mahal untuk dihargai. Namun pakaian yang kusut, tidak rapi, atau terlihat tidak terawat dapat membuat orang lain secara tidak sadar menganggap Anda kurang profesional.

Hal-hal kecil yang memberi pengaruh besar
Sepatu yang sangat kotor.
Pakaian kusut.
Rambut tidak terawat.
Kuku yang kurang bersih.

Penampilan bukan segalanya, tetapi kesan pertama sering dimulai dari apa yang terlihat.

7. Selalu Tampak Ingin Menghilang dari Ruangan

Sebagian orang memiliki kebiasaan tidak sadar untuk membuat dirinya "sekecil mungkin". Mereka berdiri di sudut ruangan, menghindari perhatian, dan terus menunjukkan bahasa tubuh yang seolah berkata:

"Saya tidak ingin merepotkan siapa pun."

Ironisnya, semakin seseorang berusaha tidak terlihat, semakin besar kemungkinan orang lain mengabaikan keberadaannya.

Psikologi menunjukkan bahwa manusia cenderung lebih memperhatikan individu yang menunjukkan kehadiran yang tenang dan nyaman dengan dirinya sendiri. Bukan yang paling keras atau paling dominan, tetapi yang tampak tidak takut untuk hadir.

Kehadiran tidak selalu berarti menjadi pusat perhatian

Anda tidak harus menjadi orang paling vokal. Cukup berdiri tegak, hadir dengan tenang, dan tidak terus-menerus berusaha menghilang dari pandangan orang lain.

Penutup

Banyak orang mengira bahwa penghargaan dari orang lain ditentukan oleh seberapa pintar mereka berbicara. Padahal, jauh sebelum kata pertama keluar dari mulut, orang lain sudah membentuk kesan melalui sinyal-sinyal kecil yang sering tidak disadari.

Menghindari kontak mata, postur tubuh yang tertutup, terlalu ingin menyenangkan semua orang, hingga kebiasaan meminta maaf tanpa alasan adalah beberapa perilaku halus yang dapat membuat orang meremehkan Anda bahkan sebelum percakapan dimulai.

Kabar baiknya, kesan pertama bukan sesuatu yang permanen. Perubahan kecil dalam cara membawa diri sering kali menghasilkan perbedaan besar dalam cara orang memandang Anda. Karena pada akhirnya, cara Anda hadir di hadapan dunia sering berbicara lebih keras daripada kata-kata yang Anda ucapkan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore