Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Juni 2026 | 02.10 WIB

7 Pembelian Sehari-hari yang Digunakan Orang untuk Menunjukkan Status, tetapi Gagal Total Menurut Psikologi

seseorang yang membeli barang barang mewah / foto: Magnific/prostooleh - Image

seseorang yang membeli barang barang mewah / foto: Magnific/prostooleh

JawaPos.com - Di banyak masyarakat modern, membeli sesuatu bukan hanya soal kebutuhan. Barang, merek, dan gaya hidup sering dipakai sebagai alat untuk menyampaikan pesan: "Saya sukses", "Saya berkelas", atau "Saya punya selera tinggi". Dalam psikologi, fenomena ini dikenal sebagai conspicuous consumption atau konsumsi yang bertujuan untuk dipamerkan.

Namun, menariknya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa banyak simbol status yang dianggap mampu meningkatkan citra justru tidak selalu memberikan kesan seperti yang diharapkan. Bahkan, dalam beberapa situasi, orang lain bisa melihatnya sebagai tanda ketidakamanan, kebutuhan akan pengakuan, atau keputusan yang kurang bijak.

Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (24/6), terdapat tujuh pembelian sehari-hari yang sering digunakan untuk menunjukkan status, tetapi menurut psikologi sering kali gagal mencapai tujuan tersebut.

1. Ponsel Flagship yang Selalu Diganti Setiap Tahun

Banyak orang merasa bahwa memiliki ponsel terbaru adalah simbol keberhasilan. Setiap peluncuran model baru, mereka berusaha menjadi orang pertama yang memilikinya, meskipun perangkat lama masih berfungsi dengan baik.

Secara psikologis, perilaku ini sering didorong oleh kebutuhan akan validasi sosial. Pemilik berharap orang lain akan menganggap mereka lebih sukses, lebih modern, atau lebih mapan.

Masalahnya, sebagian besar orang sebenarnya tidak terlalu memperhatikan jenis ponsel yang digunakan orang lain. Fenomena ini disebut spotlight effect, yaitu kecenderungan seseorang melebih-lebihkan seberapa besar perhatian orang lain terhadap dirinya.

Akibatnya, pengeluaran besar yang dilakukan untuk mendapatkan pengakuan sering tidak menghasilkan kesan yang signifikan.

2. Kopi Mahal Setiap Hari Demi Citra

Secangkir kopi dari kafe terkenal memang tidak salah. Namun, ketika pembelian tersebut dilakukan terutama untuk membangun citra "orang produktif" atau "kelas atas", psikologi menunjukkan hasil yang berbeda.

Orang cenderung lebih menghargai kebiasaan finansial yang sehat dibandingkan simbol-simbol kecil yang terlihat mewah. Mengunggah foto kopi premium setiap hari mungkin terlihat menarik sesaat, tetapi tidak otomatis membuat seseorang dipandang lebih sukses.

Dalam jangka panjang, konsistensi, kemampuan bekerja, dan kepribadian lebih berpengaruh terhadap kesan sosial dibandingkan merek kopi yang dikonsumsi.

3. Pakaian Bermerek dengan Logo Besar

Logo besar sering dianggap sebagai cara mudah untuk menunjukkan kemewahan. Namun, penelitian menemukan bahwa orang yang benar-benar berada dalam kelompok sosial berstatus tinggi justru lebih sering memilih barang dengan desain sederhana dan tanpa logo mencolok.

Fenomena ini dikenal sebagai quiet luxury. Status tinggi tidak selalu ditunjukkan dengan simbol yang paling terlihat.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore