
seseorang yang membeli barang barang mewah / foto: Magnific/prostooleh
JawaPos.com - Di banyak masyarakat modern, membeli sesuatu bukan hanya soal kebutuhan. Barang, merek, dan gaya hidup sering dipakai sebagai alat untuk menyampaikan pesan: "Saya sukses", "Saya berkelas", atau "Saya punya selera tinggi". Dalam psikologi, fenomena ini dikenal sebagai conspicuous consumption atau konsumsi yang bertujuan untuk dipamerkan.
Namun, menariknya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa banyak simbol status yang dianggap mampu meningkatkan citra justru tidak selalu memberikan kesan seperti yang diharapkan. Bahkan, dalam beberapa situasi, orang lain bisa melihatnya sebagai tanda ketidakamanan, kebutuhan akan pengakuan, atau keputusan yang kurang bijak.
Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (24/6), terdapat tujuh pembelian sehari-hari yang sering digunakan untuk menunjukkan status, tetapi menurut psikologi sering kali gagal mencapai tujuan tersebut.
1. Ponsel Flagship yang Selalu Diganti Setiap Tahun
Banyak orang merasa bahwa memiliki ponsel terbaru adalah simbol keberhasilan. Setiap peluncuran model baru, mereka berusaha menjadi orang pertama yang memilikinya, meskipun perangkat lama masih berfungsi dengan baik.
Secara psikologis, perilaku ini sering didorong oleh kebutuhan akan validasi sosial. Pemilik berharap orang lain akan menganggap mereka lebih sukses, lebih modern, atau lebih mapan.
Masalahnya, sebagian besar orang sebenarnya tidak terlalu memperhatikan jenis ponsel yang digunakan orang lain. Fenomena ini disebut spotlight effect, yaitu kecenderungan seseorang melebih-lebihkan seberapa besar perhatian orang lain terhadap dirinya.
Akibatnya, pengeluaran besar yang dilakukan untuk mendapatkan pengakuan sering tidak menghasilkan kesan yang signifikan.
2. Kopi Mahal Setiap Hari Demi Citra
Secangkir kopi dari kafe terkenal memang tidak salah. Namun, ketika pembelian tersebut dilakukan terutama untuk membangun citra "orang produktif" atau "kelas atas", psikologi menunjukkan hasil yang berbeda.
Orang cenderung lebih menghargai kebiasaan finansial yang sehat dibandingkan simbol-simbol kecil yang terlihat mewah. Mengunggah foto kopi premium setiap hari mungkin terlihat menarik sesaat, tetapi tidak otomatis membuat seseorang dipandang lebih sukses.
Dalam jangka panjang, konsistensi, kemampuan bekerja, dan kepribadian lebih berpengaruh terhadap kesan sosial dibandingkan merek kopi yang dikonsumsi.
3. Pakaian Bermerek dengan Logo Besar
Logo besar sering dianggap sebagai cara mudah untuk menunjukkan kemewahan. Namun, penelitian menemukan bahwa orang yang benar-benar berada dalam kelompok sosial berstatus tinggi justru lebih sering memilih barang dengan desain sederhana dan tanpa logo mencolok.
Fenomena ini dikenal sebagai quiet luxury. Status tinggi tidak selalu ditunjukkan dengan simbol yang paling terlihat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Hapoel Beer Sheva vs Sabah FK di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Malaga: Los Rojiblancos Menang Tipis?
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Skor Celtic vs LASK Linz di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Potensi The Hoops Menang!
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
