Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juni 2026 | 05.16 WIB

10 Hal yang Tidak Perlu Anda Khawatirkan Lagi karena Tidak Penting dalam Jangka Panjang Menurut Psikologi

seseorang yang tidak memikirkan hal-hal tidak penting / foto: Magnific/sergeycauselove - Image

seseorang yang tidak memikirkan hal-hal tidak penting / foto: Magnific/sergeycauselove

Jawapos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang menghabiskan energi mental untuk hal-hal yang sebenarnya tidak memberi dampak signifikan dalam jangka panjang. Psikologi modern menunjukkan bahwa sebagian besar kecemasan kita berasal dari bias pikiran, seperti overthinking, catastrophizing (membayangkan hal terburuk), dan fokus berlebihan pada penilaian orang lain.

Padahal, jika dilihat dari perspektif jangka panjang, banyak kekhawatiran itu tidak akan berpengaruh besar pada hidup kita lima atau sepuluh tahun ke depan.

Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (23/6), terdapat 10 hal yang secara psikologis tidak perlu terlalu Anda khawatirkan lagi.

1. Pendapat orang lain tentang Anda

Salah satu sumber kecemasan terbesar manusia adalah takut dinilai orang lain. Namun menurut psikologi sosial, kebanyakan orang sebenarnya terlalu sibuk dengan dirinya sendiri untuk terus-menerus menilai Anda.

Dalam jangka panjang, opini orang lain berubah-ubah dan tidak stabil. Yang lebih penting adalah konsistensi nilai dan tindakan Anda sendiri.

2. Kesalahan kecil di masa lalu

Banyak orang terjebak dalam rumination, yaitu mengulang-ulang kesalahan lama dalam pikiran. Padahal, otak manusia secara alami memperbesar kesalahan dibanding pencapaian (negativity bias).

Dari sudut pandang jangka panjang, kesalahan kecil hampir tidak memiliki dampak permanen—justru sering menjadi bahan pembelajaran paling berharga.

3. Keterlambatan dalam pencapaian hidup

Psikologi perkembangan menunjukkan bahwa setiap orang memiliki timeline hidup yang berbeda. Ada yang sukses lebih cepat, ada yang lebih lambat.

Membandingkan diri dengan orang lain hanya menciptakan stres yang tidak perlu. Dalam jangka panjang, konsistensi lebih penting daripada kecepatan.

4. Hal memalukan yang terjadi di masa lalu

Memori manusia bersifat subjektif dan sering dilebih-lebihkan oleh rasa malu. Efek spotlight membuat kita merasa seolah-olah semua orang mengingat kesalahan kita, padahal kenyataannya tidak.

Dalam beberapa tahun, hampir semua “momen memalukan” tidak lagi relevan bagi orang lain.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore