
Kepribadian orang yang dididik oleh orang tua suka mengontrol menurut psikologi. (Freepik/ bearfotos)
JawaPos.com – Pola asuh orang tua yang cenderung mengontrol dapat memengaruhi pembentukan kepribadian anak hingga mereka dewasa. Dalam kajian psikologi, anak yang dibesarkan dalam lingkungan dengan pengawasan ketat sering menunjukkan karakter dan pola perilaku yang khas.
Pengalaman tumbuh dalam kontrol yang kuat dari orang tua diyakini dapat membentuk cara seseorang berpikir, mengambil keputusan, serta berinteraksi dengan orang lain di kemudian hari. Hal ini kemudian tercermin dalam berbagai aspek kepribadian yang mereka miliki saat dewasa.
Mengutip dari geediting.com pada Sabtu (13/6), disebutkan bahwa terdapat delapan ciri kepribadian yang umum ditemukan pada individu yang dibesarkan oleh orang tua dengan pola asuh yang sangat mengontrol menurut sudut pandang psikologi.
1. Kewaspadaan berlebih
Hidup di bawah bayang-bayang orangtua yang mengontrol ketat menciptakan kebiasaan selalu waspada yang melekat hingga dewasa. Mereka yang tumbuh dalam lingkungan seperti ini cenderung mengembangkan kepekaan sensorik yang sangat tinggi, seolah-olah radar bahaya mereka selalu aktif setiap saat.
Bahkan dalam situasi yang sebenarnya aman dan terkendali, mereka tetap merasa perlu memindai lingkungan sekitar untuk mengantisipasi ancaman yang mungkin muncul. Mekanisme pertahanan diri ini, meski dulunya berguna sebagai strategi bertahan hidup semasa kecil, kini justru dapat menimbulkan stres berlebihan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
2. Kesulitan membangun kepercayaan
Pengalaman masa kecil dengan orangtua yang sering mengingkari janji dan menciptakan ketidakpastian membuat mereka sangat berhati-hati dalam mempercayai orang lain. Meski seseorang telah berulang kali membuktikan diri dapat diandalkan, trauma masa lalu tetap membuat mereka sulit membuka diri sepenuhnya.
Rasa was-was ini sering mengganggu dalam membangun hubungan personal maupun profesional yang sehat. Butuh waktu dan proses panjang bagi mereka untuk belajar kembali membangun kepercayaan dengan orang lain.
3. Hambatan mengekspresikan emosi
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022