Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Mei 2026 | 19.17 WIB

Orang yang Mudah Berteman Saat Bepergian Sering Menunjukkan 7 Perilaku Ini Menurut Psikologi

seseorang yang mudah berteman saat berpergian (Magnific/thanyakij-12) - Image

seseorang yang mudah berteman saat berpergian (Magnific/thanyakij-12)



JawaPos.com - Orang yang mudah berteman saat bepergian sering terlihat “beruntung” karena selalu punya kenalan baru di setiap tempat yang mereka datangi.

Padahal, menurut psikologi, kemampuan ini biasanya bukan sekadar keberuntungan, melainkan kombinasi dari sifat kepribadian, pola pikir, dan kebiasaan sosial tertentu yang membuat mereka lebih mudah membangun koneksi dengan orang asing.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh perilaku yang sering muncul pada orang yang cepat akrab saat bepergian menurut sudut pandang psikologi sosial dan kepribadian.

1. Terbuka terhadap pengalaman baru (openness to experience)

Dalam psikologi kepribadian, ada lima dimensi besar kepribadian yang dikenal sebagai Big Five. Salah satunya adalah keterbukaan terhadap pengalaman.

Orang yang tinggi dalam aspek ini biasanya:

Suka mencoba hal baru
Tidak takut pada situasi asing
Tertarik pada budaya dan perspektif berbeda

Saat bepergian, mereka tidak menganggap orang asing sebagai “ancaman sosial”, tetapi sebagai kesempatan untuk belajar sesuatu yang baru. Sikap ini membuat mereka lebih mudah memulai percakapan tanpa rasa canggung.

2. Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi

Orang yang mudah berteman biasanya tidak hanya melihat perjalanan sebagai aktivitas wisata, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memahami manusia lain.

Mereka sering:

Bertanya tentang kehidupan lokal
Tertarik pada cerita pribadi orang lain
Mendengarkan dengan sungguh-sungguh

Dalam psikologi sosial, rasa ingin tahu ini meningkatkan social engagement, yaitu keterlibatan aktif dalam interaksi sosial yang mempercepat pembentukan kedekatan.

3. Mudah tersenyum dan menunjukkan bahasa tubuh terbuka

Bahasa tubuh adalah faktor penting dalam komunikasi nonverbal. Orang yang mudah berteman biasanya secara tidak sadar menunjukkan:

Senyuman yang tulus
Kontak mata yang hangat
Postur tubuh terbuka (tidak menyilangkan tangan atau terlihat tertutup)

Menurut penelitian psikologi komunikasi, sinyal nonverbal seperti ini membuat orang lain merasa lebih aman dan nyaman untuk mendekat.

4. Tidak takut memulai percakapan kecil (small talk)

Banyak orang merasa canggung untuk memulai percakapan ringan, tetapi orang yang mudah berteman biasanya tidak memiliki hambatan ini.

Mereka bisa memulai dari hal sederhana seperti:

“Dari mana asalmu?”
“Ini tempat bagus ya, sudah lama di sini?”
“Kamu juga lagi traveling sendirian?”

Dalam psikologi, ini disebut sebagai social initiation skill, yaitu kemampuan memulai interaksi sosial tanpa rasa takut ditolak secara berlebihan.

5. Memiliki empati yang tinggi

Empati adalah kemampuan untuk memahami perasaan orang lain. Orang yang cepat akrab saat bepergian biasanya:

Peka terhadap emosi lawan bicara
Tidak mendominasi percakapan
Memberikan respons yang sesuai secara emosional

Empati membuat interaksi terasa lebih “nyambung”, sehingga hubungan yang terbentuk lebih cepat berkembang menjadi pertemanan.

6. Tidak terlalu takut akan penolakan sosial

Salah satu faktor terbesar yang menghambat seseorang dalam berteman adalah social rejection anxiety (ketakutan ditolak secara sosial).

Sebaliknya, orang yang mudah berteman:

Tidak terlalu memikirkan apakah mereka akan disukai atau tidak
Menganggap penolakan sebagai hal normal
Tetap mencoba berinteraksi meskipun pernah gagal

Dari perspektif psikologi, ini membuat mereka memiliki social resilience yang tinggi.

7. Menunjukkan sikap autentik (menjadi diri sendiri)

Orang yang mudah berteman saat bepergian tidak berusaha menjadi seseorang yang berbeda hanya untuk diterima.

Mereka cenderung:

Jujur dalam mengekspresikan diri
Tidak berlebihan dalam berpura-pura
Konsisten antara perkataan dan perilaku

Keaslian ini penting karena manusia secara alami lebih tertarik pada individu yang dianggap “nyata” dan tidak dibuat-buat. Dalam psikologi, ini meningkatkan perceived trustworthiness atau tingkat kepercayaan orang lain.

Kesimpulan

Kemampuan mudah berteman saat bepergian bukanlah bakat misterius, melainkan gabungan dari keterbukaan, empati, rasa ingin tahu, dan keberanian sosial. Orang yang memiliki tujuh perilaku di atas cenderung lebih mudah membangun hubungan karena mereka menciptakan rasa nyaman dan aman dalam interaksi sosial.

Menariknya, sebagian besar perilaku ini bukan bawaan lahir semata, tetapi bisa dilatih. Dengan membiasakan diri lebih terbuka, lebih berani memulai percakapan, dan lebih peka terhadap orang lain, siapa pun sebenarnya bisa menjadi lebih mudah berteman saat bepergian.
***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore