Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Maret 2026 | 05.29 WIB

10 Tanda Seseorang Sebenarnya Bukan Orang Baik, Mereka Hanya Pandai Berpura-Pura Menurut Psikologi

seseorang yang berpura-pura baik./Sumber foto: Freepik/aminamangush33303 - Image

seseorang yang berpura-pura baik./Sumber foto: Freepik/aminamangush33303

JawaPos.com - Dalam kehidupan sosial, kita sering bertemu dengan orang-orang yang terlihat baik, ramah, dan peduli. Namun, psikologi menunjukkan bahwa tidak semua kebaikan yang tampak di permukaan mencerminkan niat yang tulus. Ada individu yang sangat terampil dalam membangun citra positif, padahal di balik itu tersembunyi motif tertentu.

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (28/3), terdapat 10 tanda yang dapat membantu mengenali seseorang yang sebenarnya tidak sebaik yang terlihat, melainkan hanya pandai berpura-pura.

1. Kebaikannya Bersyarat

Orang yang benar-benar baik biasanya membantu tanpa mengharapkan imbalan. Sebaliknya, orang yang berpura-pura baik cenderung memiliki agenda tersembunyi. Mereka membantu hanya jika ada keuntungan yang bisa didapat—baik itu pujian, balasan, atau pengaruh.

2. Sangat Peduli pada Citra Diri

Mereka terlalu fokus pada bagaimana orang lain melihat mereka. Segala tindakan kebaikan sering dilakukan di depan umum atau media sosial, bukan secara diam-diam. Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan kebutuhan validasi eksternal yang tinggi.

3. Berbeda Sikap di Depan dan di Belakang

Salah satu tanda paling jelas adalah inkonsistensi. Di depan seseorang mereka bisa sangat ramah, tetapi di belakang justru berbicara buruk atau menjatuhkan. Ini mencerminkan kurangnya integritas.

4. Suka Memanipulasi Emosi

Orang seperti ini pandai memainkan emosi orang lain. Mereka bisa membuatmu merasa bersalah, berutang budi, atau bahkan bergantung secara emosional. Teknik ini dikenal sebagai manipulasi psikologis, seperti guilt-tripping atau gaslighting.

5. Tidak Tulus Saat Meminta Maaf

Permintaan maaf mereka terasa kosong atau hanya formalitas. Mereka mungkin mengatakan “maaf,” tetapi tidak menunjukkan perubahan perilaku. Dalam psikologi, ini menunjukkan rendahnya empati dan tanggung jawab.

6. Sering Membanggakan Kebaikannya

Alih-alih membiarkan orang lain menilai, mereka justru sering menceritakan sendiri betapa baiknya mereka. Ini bisa menjadi tanda bahwa kebaikan tersebut bukan berasal dari ketulusan, melainkan kebutuhan akan pengakuan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore