
Ilustrasi berbohong.
JawaPos.com - Ada perbedaan mendasar antara kebohongan kecil dan kebohongan patologis.
Pembohong patologis secara mendasar akan sering memutarbalikkan fakta dengan natural.
Perilaku mereka sangat membingungkan dan membuat orang lain percaya pada kebohongan yang disampaikan.
Namun, sebenarnya apa itu kebohongan patologis?
Definisi kebohongan patologis
Kebohongan patologis adalah pola perilaku berbohong yang kompulsif dan berulang, seringkali tanpa motif yang jelas atau keuntungan pribadi.
Dilansir dari Webmd.com, kebohongan patologis berbeda dengan kebohongan biasa yang dilakukan untuk tujuan tertentu.
Pembohong patologis berbohong secara rumit dan tidak masuk akal, bahkan jika kebohongan tersebut merugikan diri sendiri.
Perilaku ini bisa terkait dengan gangguan kepribadian tertentu, seperti antisosial dan narsistik.
Pembohong patologis seringkali tidak menunjukkan penyesalan atas kebohongan mereka, dan kebohongan mereka dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada hubungan dan kehidupan mereka.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
