
seseorang yang memiliki mental kuat di masa pensiun./Freepik/DC Studio
JawaPos.com - Banyak orang membayangkan masa pensiun sebagai periode hidup yang tenang, bebas dari tekanan pekerjaan, dan penuh waktu luang. Namun kenyataannya, masa pensiun juga bisa menjadi fase yang penuh tantangan secara mental dan emosional.
Perubahan rutinitas, berkurangnya interaksi sosial, serta hilangnya identitas profesional sering kali membuat seseorang merasa kehilangan arah. Tidak sedikit orang yang justru mengalami stres, kesepian, bahkan depresi setelah pensiun.
Menurut penelitian dalam bidang Psikologi, kekuatan mental di masa pensiun tidak hanya ditentukan oleh kondisi finansial atau kesehatan fisik, tetapi juga oleh pola pikir dan kebiasaan sehari-hari.
Jika Anda ingin menjalani masa pensiun dengan pikiran yang tetap kuat, bahagia, dan bermakna, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya mulai Anda tinggalkan sejak sekarang.
Dilansir dari Geediting pada Seabtu (14/3), terdapat sembilan kebiasaan yang perlu Anda ucapkan selamat tinggal.
1. Menggantungkan Identitas Hanya pada Pekerjaan
Banyak orang selama puluhan tahun mendefinisikan diri mereka melalui profesi.
"Siapa Anda?" sering dijawab dengan jabatan pekerjaan.
Ketika pensiun datang, identitas tersebut seakan hilang. Hal ini bisa memicu krisis identitas dan perasaan tidak lagi berguna.
Psikologi menyarankan agar seseorang mulai membangun identitas yang lebih luas: sebagai mentor, anggota komunitas, relawan, pembelajar, atau individu dengan hobi yang bermakna.
Semakin banyak sisi diri yang Anda kembangkan, semakin kuat mental Anda saat memasuki masa pensiun.
2. Menghindari Perubahan
Perubahan adalah bagian alami dari kehidupan.
Namun banyak orang menjadi semakin kaku seiring bertambahnya usia. Mereka menolak teknologi baru, pola hidup baru, bahkan cara berpikir baru.
Padahal kemampuan beradaptasi merupakan salah satu indikator utama kesehatan mental.
Orang yang fleksibel terhadap perubahan cenderung memiliki tingkat stres lebih rendah dan rasa percaya diri yang lebih tinggi di masa pensiun.
3. Terlalu Sering Mengkhawatirkan Masa Depan

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
