Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Maret 2026 | 08.31 WIB

Jika Anda Ingin Tetap Memiliki Mental Kuat di Masa Pensiun, Ucapkan Selamat Tinggal pada 9 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

seseorang yang memiliki mental kuat di masa pensiun./Freepik/DC Studio - Image

seseorang yang memiliki mental kuat di masa pensiun./Freepik/DC Studio

JawaPos.com - Banyak orang membayangkan masa pensiun sebagai periode hidup yang tenang, bebas dari tekanan pekerjaan, dan penuh waktu luang. Namun kenyataannya, masa pensiun juga bisa menjadi fase yang penuh tantangan secara mental dan emosional.

Perubahan rutinitas, berkurangnya interaksi sosial, serta hilangnya identitas profesional sering kali membuat seseorang merasa kehilangan arah. Tidak sedikit orang yang justru mengalami stres, kesepian, bahkan depresi setelah pensiun.

Menurut penelitian dalam bidang Psikologi, kekuatan mental di masa pensiun tidak hanya ditentukan oleh kondisi finansial atau kesehatan fisik, tetapi juga oleh pola pikir dan kebiasaan sehari-hari.

Jika Anda ingin menjalani masa pensiun dengan pikiran yang tetap kuat, bahagia, dan bermakna, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya mulai Anda tinggalkan sejak sekarang.

Dilansir dari Geediting pada Seabtu (14/3), terdapat sembilan kebiasaan yang perlu Anda ucapkan selamat tinggal.

1. Menggantungkan Identitas Hanya pada Pekerjaan

Banyak orang selama puluhan tahun mendefinisikan diri mereka melalui profesi.

"Siapa Anda?" sering dijawab dengan jabatan pekerjaan.

Ketika pensiun datang, identitas tersebut seakan hilang. Hal ini bisa memicu krisis identitas dan perasaan tidak lagi berguna.

Psikologi menyarankan agar seseorang mulai membangun identitas yang lebih luas: sebagai mentor, anggota komunitas, relawan, pembelajar, atau individu dengan hobi yang bermakna.

Semakin banyak sisi diri yang Anda kembangkan, semakin kuat mental Anda saat memasuki masa pensiun.

2. Menghindari Perubahan

Perubahan adalah bagian alami dari kehidupan.

Namun banyak orang menjadi semakin kaku seiring bertambahnya usia. Mereka menolak teknologi baru, pola hidup baru, bahkan cara berpikir baru.

Padahal kemampuan beradaptasi merupakan salah satu indikator utama kesehatan mental.

Orang yang fleksibel terhadap perubahan cenderung memiliki tingkat stres lebih rendah dan rasa percaya diri yang lebih tinggi di masa pensiun.

3. Terlalu Sering Mengkhawatirkan Masa Depan

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore