Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Maret 2026 | 03.31 WIB

7 Perilaku Ini Sering Menyertai Orang yang Sering Melamun saat Orang Lain Berbicara, Apa Saja?

Ilustrasi seseorang yang sedang melamun/freepik - Image

Ilustrasi seseorang yang sedang melamun/freepik

JawaPos.com - Kita dapat memilih respon yang berbeda, yang kita mau saat menanggapi cerita atau omongan orang lain. Salah satunya seperti yang sebagian orang lakukan, yaitu cenderung tidak peduli saat orang lain berbicara.

Ini bukan hanya menunjukkan sikap yang tidak hormat atau tidak tertarik. Psikologi telah menunjukkan bahwa hal ini sebenarnya terjadi karena perilaku tertentu.

Orang-orang yang sering melamun mungkin menunjukkan pola-pola tertentu yang tidak kita sadari. Dilansir dari Geediting, terdapat tujuh perilaku orang yang sering melamun saat orang lain berbicara menurut psikologi.

1. Orang yang suka bermimpi

Bukan hal aneh jika di tengah-tengah pembicaraan pikiran kita melayang entah ke mana. Hal ini sering kali terjadi, terutama untuk mereka yang sering melamun.

Menurut psikologi, orang-orang seperti ini sering kali berkhayal di dalam hati. Mereka cenderung hanyut dalam pikiran dan ide mereka sendiri, bahkan selama percakapan berlangsung.

Psikolog terkenal, Carl Jung pernah berkata, “Pikiran kreatif bermain dengan objek yang dicintainya.” Kutipan ini dengan indah merangkum proses berpikir para pemimpi.

Mereka tidak selalu mengabaikan pembicaraan yang sedang berlangsung, tetapi pikiran mereka sering kali bermain dengan ide dan konsep yang mungkin tidak terkait dengan pembicaraan saat ini.

2. Kelebihan sensorik

Orang yang mungkin tidak fokus selama pembicaraan mungkin karena mereka kelebihan beban sensorik. Seperti ketika mereka berada dalam pesta yang ramai, dikelilingi oleh musik yang keras, lampu yang menyala-nyala, dan puluhan percakapan yang terjadi secara bersamaan.

Wajar saja jika mereka tidak bisa fokus pada satu percakapanpun. Sebaliknya mereka malah terus melamun. Ini adalah contoh klasik dari kelebihan sensorik, di mana otak dibombardir dengan begitu banyak informasi sehingga mulai mati dan mundur ke dalam sebagai mekanisme penanggulangan.

Seseorang yang melamun selama percakapan, mungkin itu hanya cara pikirannya mengatasi kelebihan sensorik. Itu tidak berarti mereka tidak tertarik dengan apa yang Anda katakan.

3. Takut akan keintiman

Orang yang tampak melamun selama berbincang bisa jadi merupakan mekanisme pertahanan diri. Orang ini mungkin merasa khawatir secara mental saat percakapan itu terjadi terlalu intim atau pribadi.

Psikolog terkenal Carl Rogers berkata, "Apa yang paling personal adalah yang paling universal." Ini berarti bahwa ketakutan dan kelemahan yang kita coba sembunyikan sering kali merupakan hal-hal yang membuat kita menjadi manusia dan menghubungkan kita dengan orang lain.

Namun, bagi sebagian orang, melamun selama percakapan merupakan cara tak sadar untuk menciptakan jarak aman. Ini adalah respons yang jujur dan apa adanya terhadap rasa takut akan keintiman.

4. Kelelahan dan stres

Faktanya, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Psikologi Amerika menemukan bahwa tingkat stres yang tinggi dapat berdampak signifikan pada fungsi kognitif kita, termasuk kemampuan kita untuk tetap fokus dan penuh perhatian.

Para peserta dalam penelitian ini melaporkan kesulitan berkonsentrasi dan tetap fokus saat mereka berada di bawah tekanan tingkat tinggi. Ini berarti bahwa jika seseorang melamun selama percakapan, mereka mungkin sedang menghadapi stres atau kelelahan.

Jika Anda menyadari perhatian seseorang mulai teralih, mungkin itu bukan tentang Anda atau pembicaraan Anda sama sekali. Mereka mungkin sedang mengalami hari yang berat atau sedang mengalami masa yang menegangkan. Sedikit pengertian bisa sangat membantu.

5. Kebutuhan untuk menyendiri

Mereka yang sering melamun sering kali lebih membutuhkan kesendirian daripada yang lain. Mereka menghargai waktu sendiri dan menggunakannya untuk mengisi ulang energi, merenung, dan mengolah pikiran serta perasaan mereka.

Orang-orang ini mungkin mendapati diri mereka menarik diri ke dalam pikiran mereka sendiri bahkan di tengah-tengah percakapan, mencari kesunyian yang sangat dibutuhkan.

Ini bukan berarti kita ingin mengabaikan atau tidak peduli dengan orang lain, tetapi lebih merupakan kebutuhan pribadi untuk keseimbangan mental dan emosional.

6. Imajinasi aktif

Ini mungkin terdengar berlawanan dengan intuisi, tetapi orang yang sering melamun sebenarnya menunjukkan imajinasi yang aktif dan jelas. Ketika perhatian mereka teralih dari percakapan, itu bukan karena mereka kosong atau tidak tertarik.

Sebaliknya, mereka sering kali membayangkan skenario, konsep, atau ide dengan jelas dalam pikiran mereka. Albert Einstein, meskipun bukan seorang psikolog tetapi seorang jenius, pernah berkata, “Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan.”

Hal ini menyoroti nilai imajinasi aktif, yang dapat mengarah pada pemikiran kreatif dan pemecahan masalah.

7. Cenderung introvert

Individu yang sering tidak memperhatikan pembicaraan mungkin menunjukkan kecenderungan introvert. Seperti yang dikatakan oleh psikiater Swiss Carl Jung, yang mengembangkan konsep introversi, “Orang introvert memperoleh energi dari dunia internal mereka yang berupa ide, emosi, dan kesan.”

Mereka mungkin melamun untuk memasuki dunia batin ini, bahkan saat berada dalam lingkungan sosial. Ini bukan tentang bersikap kasar atau tidak tertarik, tetapi hanya tentang bagaimana dia berinteraksi dengan dunia.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore