
Ilustrasi seseorang yang sedang melamun/freepik
JawaPos.com - Kita dapat memilih respon yang berbeda, yang kita mau saat menanggapi cerita atau omongan orang lain. Salah satunya seperti yang sebagian orang lakukan, yaitu cenderung tidak peduli saat orang lain berbicara.
Ini bukan hanya menunjukkan sikap yang tidak hormat atau tidak tertarik. Psikologi telah menunjukkan bahwa hal ini sebenarnya terjadi karena perilaku tertentu.
Orang-orang yang sering melamun mungkin menunjukkan pola-pola tertentu yang tidak kita sadari. Dilansir dari Geediting, terdapat tujuh perilaku orang yang sering melamun saat orang lain berbicara menurut psikologi.
1. Orang yang suka bermimpi
Bukan hal aneh jika di tengah-tengah pembicaraan pikiran kita melayang entah ke mana. Hal ini sering kali terjadi, terutama untuk mereka yang sering melamun.
Menurut psikologi, orang-orang seperti ini sering kali berkhayal di dalam hati. Mereka cenderung hanyut dalam pikiran dan ide mereka sendiri, bahkan selama percakapan berlangsung.
Psikolog terkenal, Carl Jung pernah berkata, “Pikiran kreatif bermain dengan objek yang dicintainya.” Kutipan ini dengan indah merangkum proses berpikir para pemimpi.
Mereka tidak selalu mengabaikan pembicaraan yang sedang berlangsung, tetapi pikiran mereka sering kali bermain dengan ide dan konsep yang mungkin tidak terkait dengan pembicaraan saat ini.
2. Kelebihan sensorik
Orang yang mungkin tidak fokus selama pembicaraan mungkin karena mereka kelebihan beban sensorik. Seperti ketika mereka berada dalam pesta yang ramai, dikelilingi oleh musik yang keras, lampu yang menyala-nyala, dan puluhan percakapan yang terjadi secara bersamaan.
Wajar saja jika mereka tidak bisa fokus pada satu percakapanpun. Sebaliknya mereka malah terus melamun. Ini adalah contoh klasik dari kelebihan sensorik, di mana otak dibombardir dengan begitu banyak informasi sehingga mulai mati dan mundur ke dalam sebagai mekanisme penanggulangan.
Seseorang yang melamun selama percakapan, mungkin itu hanya cara pikirannya mengatasi kelebihan sensorik. Itu tidak berarti mereka tidak tertarik dengan apa yang Anda katakan.
3. Takut akan keintiman
Orang yang tampak melamun selama berbincang bisa jadi merupakan mekanisme pertahanan diri. Orang ini mungkin merasa khawatir secara mental saat percakapan itu terjadi terlalu intim atau pribadi.
Psikolog terkenal Carl Rogers berkata, "Apa yang paling personal adalah yang paling universal." Ini berarti bahwa ketakutan dan kelemahan yang kita coba sembunyikan sering kali merupakan hal-hal yang membuat kita menjadi manusia dan menghubungkan kita dengan orang lain.
Namun, bagi sebagian orang, melamun selama percakapan merupakan cara tak sadar untuk menciptakan jarak aman. Ini adalah respons yang jujur dan apa adanya terhadap rasa takut akan keintiman.
4. Kelelahan dan stres
Faktanya, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Psikologi Amerika menemukan bahwa tingkat stres yang tinggi dapat berdampak signifikan pada fungsi kognitif kita, termasuk kemampuan kita untuk tetap fokus dan penuh perhatian.
Para peserta dalam penelitian ini melaporkan kesulitan berkonsentrasi dan tetap fokus saat mereka berada di bawah tekanan tingkat tinggi. Ini berarti bahwa jika seseorang melamun selama percakapan, mereka mungkin sedang menghadapi stres atau kelelahan.
Jika Anda menyadari perhatian seseorang mulai teralih, mungkin itu bukan tentang Anda atau pembicaraan Anda sama sekali. Mereka mungkin sedang mengalami hari yang berat atau sedang mengalami masa yang menegangkan. Sedikit pengertian bisa sangat membantu.
5. Kebutuhan untuk menyendiri
Mereka yang sering melamun sering kali lebih membutuhkan kesendirian daripada yang lain. Mereka menghargai waktu sendiri dan menggunakannya untuk mengisi ulang energi, merenung, dan mengolah pikiran serta perasaan mereka.
Orang-orang ini mungkin mendapati diri mereka menarik diri ke dalam pikiran mereka sendiri bahkan di tengah-tengah percakapan, mencari kesunyian yang sangat dibutuhkan.
Ini bukan berarti kita ingin mengabaikan atau tidak peduli dengan orang lain, tetapi lebih merupakan kebutuhan pribadi untuk keseimbangan mental dan emosional.
6. Imajinasi aktif
Ini mungkin terdengar berlawanan dengan intuisi, tetapi orang yang sering melamun sebenarnya menunjukkan imajinasi yang aktif dan jelas. Ketika perhatian mereka teralih dari percakapan, itu bukan karena mereka kosong atau tidak tertarik.
Sebaliknya, mereka sering kali membayangkan skenario, konsep, atau ide dengan jelas dalam pikiran mereka. Albert Einstein, meskipun bukan seorang psikolog tetapi seorang jenius, pernah berkata, “Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan.”
Hal ini menyoroti nilai imajinasi aktif, yang dapat mengarah pada pemikiran kreatif dan pemecahan masalah.
7. Cenderung introvert
Individu yang sering tidak memperhatikan pembicaraan mungkin menunjukkan kecenderungan introvert. Seperti yang dikatakan oleh psikiater Swiss Carl Jung, yang mengembangkan konsep introversi, “Orang introvert memperoleh energi dari dunia internal mereka yang berupa ide, emosi, dan kesan.”
Mereka mungkin melamun untuk memasuki dunia batin ini, bahkan saat berada dalam lingkungan sosial. Ini bukan tentang bersikap kasar atau tidak tertarik, tetapi hanya tentang bagaimana dia berinteraksi dengan dunia.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
