seseorang yang merasa tidak aman
JawaPos.com - Di era digital, media sosial bukan sekadar tempat berbagi momen. Ia telah menjadi panggung identitas, ruang validasi, sekaligus cermin kondisi psikologis kita. Banyak orang merasa bahwa apa yang mereka unggah hanyalah ekspresi diri biasa. Namun menurut berbagai kajian dalam psikologi sosial dan klinis, pola unggahan tertentu bisa mencerminkan rasa tidak aman (insecurity) yang lebih dalam.
Rasa tidak aman sendiri sering berkaitan dengan harga diri rendah, kebutuhan validasi eksternal, kecemasan sosial, dan perbandingan sosial yang berlebihan—konsep yang pernah dijelaskan dalam teori social comparison oleh Leon Festinger.
Dilansir dari SIlicon Canals pada Jumat (27/2), terdapat tujuh jenis unggahan yang, jika dilakukan secara berlebihan dan konsisten, dapat mengindikasikan adanya rasa tidak aman menurut perspektif psikologi.
Baca Juga: Jika Anda Ingin Merasa Lebih Dihargai oleh Keluarga Seiring Bertambahnya Usia, Ucapkan Selamat Tinggal pada 9 Perilaku Ini Menurut Psikologi
1. Terlalu Sering Pamer Pencapaian Secara Berlebihan
Membagikan pencapaian adalah hal yang wajar. Namun jika setiap unggahan selalu berfokus pada prestasi, promosi jabatan, barang mewah, atau pencapaian finansial dengan nada kompetitif, itu bisa menjadi bentuk kompensasi psikologis.
Menurut psikolog Alfred Adler, manusia memiliki kecenderungan untuk mengompensasi perasaan inferioritas dengan menunjukkan superioritas. Jika dorongan untuk terlihat “lebih sukses” datang dari kebutuhan untuk merasa cukup berharga, maka itu bukan lagi sekadar berbagi kabar baik—melainkan usaha mencari validasi.
Tanda yang perlu diperhatikan:
Gelisah jika unggahan tidak mendapat cukup likes
Membandingkan jumlah interaksi dengan orang lain
Merasa kecewa berlebihan terhadap respons audiens
2. Mengunggah Foto yang Sangat Difilter dan Tidak Realistis
Mengedit foto agar terlihat lebih cerah atau rapi adalah hal biasa. Namun jika hampir semua foto dimanipulasi secara ekstrem hingga jauh dari realitas, ini bisa berkaitan dengan ketidakpuasan terhadap citra diri.
Penelitian tentang body image menunjukkan bahwa paparan standar kecantikan yang tidak realistis di media sosial dapat meningkatkan rasa tidak aman terhadap tubuh sendiri. Individu yang terus-menerus menyempurnakan citra visualnya mungkin sedang berusaha menutupi rasa tidak percaya diri.
3. Status yang Secara Tidak Langsung Meminta Perhatian
Contohnya:
“Ya sudahlah, ternyata aku memang nggak pernah dianggap.”
“Capek jadi orang baik.”
Unggahan seperti ini sering disebut sebagai vaguebooking—status samar yang memancing orang untuk bertanya. Secara psikologis, ini bisa mencerminkan kebutuhan akan perhatian dan kepastian emosional dari orang lain.
Alih-alih mengkomunikasikan kebutuhan secara langsung, seseorang berharap orang lain akan mendekat dan memberikan dukungan. Pola ini sering muncul pada individu dengan kecemasan relasional atau anxious attachment.
4. Terlalu Sering Mengunggah Kemesraan Hubungan
Berbagi kebahagiaan bersama pasangan itu normal. Namun jika hampir setiap hari berisi deklarasi cinta berlebihan, ada kemungkinan itu menjadi bentuk pembuktian—bukan hanya kepada orang lain, tetapi kepada diri sendiri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Israel vs Irlandia di UEFA Nations League: The Green Army Curi Kemenangan Tandang
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022