seseorang yang menjauhkan diri di usia tua./Freepik/freepik
JawaPos.com - Memasuki usia 60 tahun ke atas sering kali membawa perubahan besar dalam kehidupan sosial seseorang.
Tidak sedikit orang yang melihat perubahan ini sebagai tanda “menarik diri” atau “menjadi anti-sosial”.
Padahal, menurut berbagai penelitian psikologi perkembangan — termasuk teori dari psikolog seperti Erik Erikson dan Laura Carstensen — perubahan tersebut justru mencerminkan pergeseran prioritas emosional yang sehat.
Secara khusus, Teori Selektivitas Sosioemosional (Socioemotional Selectivity Theory) menjelaskan bahwa seiring bertambahnya usia, seseorang menjadi lebih selektif dalam memilih hubungan dan aktivitas sosial yang benar-benar bermakna.
Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (24/2), terdapat delapan kebiasaan sosial yang sering dihentikan oleh orang di atas 60 tahun — dan mengapa itu bukan berarti mereka menjauh dari dunia sosial.
1. Berhenti Mempertahankan Pertemanan yang Melelahkan
Di usia muda, lingkaran sosial sering kali luas. Namun setelah 60 tahun, banyak orang mulai menyadari bahwa tidak semua hubungan memberi energi positif.
Secara psikologis, ini adalah bentuk penyaringan emosional. Mereka cenderung mempertahankan hubungan yang mendalam dan penuh makna, bukan sekadar relasi basa-basi.
Bukan menarik diri — tetapi memilih kualitas daripada kuantitas.
2. Mengurangi Kewajiban Sosial yang Tidak Penting
Undangan arisan, reuni besar, atau acara formal yang dulu terasa wajib, kini tidak lagi dianggap prioritas.
Hal ini berkaitan dengan kesadaran akan keterbatasan energi dan waktu. Menurut teori perkembangan psikososial dari Erik Erikson, tahap akhir kehidupan berfokus pada refleksi makna hidup (integritas vs keputusasaan), bukan pada pencarian validasi sosial.
Mereka hadir jika benar-benar ingin — bukan karena tekanan sosial.
3. Berhenti Mencari Pengakuan Sosial
Pada usia produktif, pencapaian sering dikaitkan dengan status dan pengakuan. Namun setelah 60 tahun, banyak orang berhenti mengejar validasi eksternal.
Mereka tidak lagi merasa perlu membuktikan diri melalui jabatan, kemewahan, atau popularitas sosial.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
