seseorang yang tenang saat mengemudikan mobil./Freepik/tetyanaafshar
JawaPos.com - Cara seseorang mengemudi sering kali dianggap sekadar soal keterampilan teknis.
Namun dalam psikologi kepribadian dan relasi, perilaku di balik kemudi bisa mencerminkan pola regulasi emosi, toleransi stres, hingga gaya menghadapi konflik dalam hubungan.
Menurut teori regulasi emosi dari James Gross serta penelitian kepribadian model Big Five yang dipopulerkan oleh Paul Costa dan Robert McCrae, respons spontan dalam situasi menekan (seperti macet atau disalip kendaraan lain) sering kali paralel dengan respons seseorang saat menghadapi tekanan emosional dalam hubungan.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah 10 Ramadhan 1447 H Kabupaten Sleman, Sabtu 28 Februari 2026
Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (24/2), terdapat delapan kebiasaan mengemudi yang bisa memberi gambaran tentang bagaimana pasangan Anda menangani konflik.
1. Mudah Marah Saat Disalip atau Terjebak Macet
Jika pasangan Anda cepat membunyikan klakson, mengumpat, atau menunjukkan frustrasi berlebihan di jalan, ini bisa menunjukkan toleransi frustrasi yang rendah.
Dalam konflik hubungan, tipe ini cenderung:
Reaktif
Mudah defensif
Cepat menaikkan intensitas emosi
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari ke-10: Panduan Waktu Ibadah untuk 28 Februari 2026 di Wilayah Jakarta
Secara psikologis, ini terkait dengan regulasi emosi yang belum matang. Mereka mungkin merasa “terancam” atau tidak dihargai, bahkan dalam situasi kecil. Dalam hubungan, mereka bisa bereaksi berlebihan terhadap kritik ringan.
2. Terlalu Menghindari Risiko dan Selalu Mengalah di Jalan
Sebaliknya, ada tipe pengemudi yang selalu mengalah, tidak pernah membalas klakson, dan cenderung pasif.
Dalam konflik, mereka kemungkinan:
Menghindari konfrontasi
Memendam perasaan
Mengorbankan kebutuhan pribadi demi harmoni
Menurut teori gaya konflik yang dikembangkan oleh Kenneth Thomas dan Ralph Kilmann, ini menyerupai gaya avoiding atau accommodating. Damai di permukaan, tetapi berpotensi menumpuk emosi yang tak tersampaikan.
3. Agresif dan Kompetitif di Jalan
Tipe ini merasa harus “menang” di jalan—tidak mau disalip, selalu ingin paling depan.
Dalam hubungan, mereka mungkin:
Ingin selalu benar
Sulit mengakui kesalahan
Menganggap konflik sebagai ajang pembuktian
Pola ini berkaitan dengan orientasi dominasi. Konflik dipandang sebagai pertarungan, bukan proses kolaborasi.
4. Tenang Meski Situasi Kacau
Jika pasangan Anda tetap stabil saat macet parah atau ketika pengendara lain berlaku tidak sopan, itu pertanda regulasi emosi yang baik.
Dalam konflik, mereka cenderung:
Mendengarkan sebelum bereaksi
Tidak langsung menyimpulkan
Mampu memisahkan masalah dari ego
Penelitian relasi oleh John Gottman menunjukkan bahwa kemampuan menenangkan diri (self-soothing) adalah kunci keberhasilan pernikahan jangka panjang.
5. Suka Menggerutu Diam-Diam
Ada tipe pengemudi yang tidak meledak, tetapi terus mengomel sepanjang perjalanan.
Dalam konflik, ini bisa berarti:
Pasif-agresif
Mengungkit kesalahan lama
Tidak langsung mengungkapkan inti masalah
Secara psikologis, ini mencerminkan konflik yang tidak terselesaikan secara tuntas.
6. Terlalu Fokus pada Aturan
Jika pasangan sangat kaku terhadap aturan lalu lintas dan mudah kesal ketika orang lain melanggar, ini bisa mencerminkan kebutuhan tinggi akan kontrol.
Dalam hubungan, mereka mungkin:
Sulit menerima ketidaksempurnaan
Kaku dalam kompromi
Menuntut standar tinggi
Ini sering berkaitan dengan skor conscientiousness tinggi dalam model Big Five. Positifnya: bertanggung jawab. Negatifnya: bisa terasa menghakimi.
7. Suka Mengambil Jalan Pintas
Pengemudi yang gemar menerobos jalur alternatif tanpa banyak pertimbangan bisa mencerminkan impulsivitas.
Dalam konflik, mereka mungkin:
Menghindari pembahasan mendalam
Mencari solusi cepat tanpa akar masalah
Mengalihkan topik saat situasi tidak nyaman
Impulsivitas sering terkait dengan rendahnya kontrol diri dalam situasi emosional.
8. Komunikatif dan Kooperatif di Jalan
Jika pasangan Anda memberi tanda dengan jelas, berterima kasih saat diberi jalan, dan sabar dalam antrean, ini menunjukkan orientasi sosial yang sehat.
Dalam konflik, mereka kemungkinan:
Mengutamakan dialog
Mencari win-win solution
Terbuka terhadap perspektif pasangan
Gaya ini sesuai dengan pendekatan collaborating dalam manajemen konflik—yang secara konsisten dikaitkan dengan kepuasan hubungan lebih tinggi.
Apa Artinya bagi Hubungan Anda?
Kebiasaan mengemudi bukan diagnosis kepribadian. Namun situasi di jalan adalah miniatur kehidupan: penuh tekanan, ketidakpastian, dan interaksi sosial cepat.
Perhatikan pola, bukan kejadian tunggal.
Tanyakan pada diri Anda:
Apakah pasangan cenderung reaktif atau reflektif?
Apakah mereka menghindar atau menghadapi?
Apakah konflik dianggap ancaman atau peluang memahami satu sama lain?
Menariknya, kesadaran adalah langkah pertama perubahan. Dengan memahami pola ini, Anda bisa:
Mengembangkan komunikasi yang lebih sehat
Mengurangi salah tafsir
Mengelola konflik dengan lebih dewasa

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
