seseorang yang bisa duduk dalam keheningan total./Freepik/lifeforstock
JawaPos.com - Di era notifikasi tanpa henti, duduk dalam keheningan selama beberapa menit saja terasa seperti tantangan besar.
Banyak orang secara refleks meraih ponsel saat antre, menunggu teman, atau bahkan ketika hanya ada jeda beberapa detik dalam percakapan.
Namun, menurut berbagai temuan dalam psikologi, mereka yang mampu duduk dalam keheningan total tanpa merasa gelisah atau terdorong membuka ponsel biasanya memiliki kualitas mental dan emosional tertentu. Keheningan bagi mereka bukan ancaman, melainkan ruang.
Dilansir dari Expert Editor pada MInggu (22/2), terdapat delapan kualitas yang umumnya mereka miliki:
Baca Juga: Orang yang Selalu Merapikan Tempat Tidur Setiap Pagi Tanpa Terlewat Sehari Pun, Biasanya Menunjukkan 7 Kepribadian Ini Menurut Psikologi
1. Kesadaran Diri yang Tinggi (Self-Awareness)
Individu yang nyaman dalam keheningan biasanya memiliki tingkat kesadaran diri yang kuat. Konsep ini banyak dibahas oleh psikolog seperti Daniel Goleman dalam teori kecerdasan emosionalnya.
Mereka mampu menyadari apa yang mereka rasakan tanpa perlu mengalihkan perhatian. Ketika rasa bosan muncul, mereka mengenalinya. Ketika kecemasan datang, mereka mengamatinya—bukan langsung melarikan diri ke distraksi digital.
Kesadaran diri membuat mereka tidak takut berada “sendirian” dengan pikiran mereka sendiri.
Baca Juga: Orang Dewasa yang Menggambarkan Diri Mereka Tidak Memiliki Teman Dekat, Seringkali Menunjukkan 8 Kepribadian Ini Menurut Psikologi
2. Regulasi Emosi yang Baik
Keheningan sering kali memperbesar emosi. Tanpa distraksi, pikiran bisa menjadi lebih keras. Orang yang tidak tergoda membuka ponsel biasanya memiliki kemampuan regulasi emosi yang stabil.
Dalam psikologi modern, kemampuan ini sering dikaitkan dengan praktik mindfulness yang dipopulerkan oleh Jon Kabat-Zinn. Regulasi emosi memungkinkan seseorang merasakan emosi tanpa bereaksi secara impulsif.
Mereka tidak membutuhkan pelarian cepat untuk meredakan ketidaknyamanan sesaat.
3. Toleransi terhadap Kebosanan
Penelitian psikologi menunjukkan bahwa toleransi terhadap kebosanan berkaitan dengan kreativitas dan ketahanan mental. Ketika seseorang mampu duduk diam tanpa stimulasi, otaknya mulai bekerja secara reflektif.
Alih-alih merasa hampa, mereka memberi ruang bagi pikiran untuk mengembara secara alami. Dari kondisi inilah sering muncul ide-ide baru dan refleksi mendalam.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022