Ilustrasi orang yang sedang putus cinta.
JawaPos.com - Seringkali, perpisahan terasa seperti petir di siang bolong. Namun, dalam dunia psikologi, jarang ada hubungan yang benar-benar hancur dalam semalam. Yang ada hanyalah akumulasi dari tanda-tanda halus yang selama ini kita abaikan atau dianggap sebagai "ketenangan" biasa.
Memahami sinyal-sinyal ini bukan berarti Anda harus menjadi paranoid, melainkan agar Anda lebih mawas diri. Jika tanda-tanda ini mulai muncul, itu adalah alarm bahwa jarak emosional sedang terbentuk secara perlahan di balik pintu yang tertutup.
Dikutip dari Your Tango, berikut 5 tanda halus pasangan Anda mungkin sedang bersiap untuk pergi, menurut penjelasan para pakar psikologi.
1. Keheningan yang Menipu: Berhentinya Perdebatan
Banyak orang mengira hubungan tanpa pertengkaran adalah relationship goals. Padahal, dalam psikologi hubungan, kondisi ini bisa menjadi sinyal bahaya. Perdebatan yang sehat sebenarnya adalah bentuk kepedulian. Itu merupakan tanda pasangan masih mau berjuang untuk memperbaiki keadaan.
Ketika pasangan mendadak setuju pada segalanya atau memilih diam seribu bahasa, mereka mungkin sudah mencapai titik "mati rasa". Mereka tidak lagi merasa perlu menjelaskan perasaan karena sudah menyerah pada hubungan tersebut. Emosi yang ditekan ini hanya menunggu waktu untuk meledak dalam bentuk keputusan pergi yang tiba-tiba.
"Jika Anda berniat untuk mencintai diri sendiri dan pasangan Anda, maka Anda perlu tetap terbuka terhadap kebenaran dari apa yang terjadi di antara Anda berdua," ujar Psikolog Margaret Paul.
Saat komunikasi jujur digantikan oleh sikap menutup diri, perpisahan biasanya tinggal menghitung hari.
2. Riwayat "Ghosting" dan Pola Masa Lalu
Jangan pernah meremehkan cerita masa lalu pasangan tentang bagaimana mereka mengakhiri hubungan sebelumnya. Pola perilaku seseorang cenderung berulang jika tidak ada usaha sadar untuk berubah. Jika mereka punya riwayat meninggalkan mantan secara mendadak, kemungkinan besar mereka memiliki kesulitan menghadapi konflik secara dewasa.
Individu yang terbiasa menghilang tanpa penjelasan biasanya lebih mementingkan kenyamanan diri sendiri di atas koneksi emosional jangka panjang. Mereka lebih memilih lari daripada harus duduk berdua dan membicarakan masalah yang rumit.
Penelitian tahun 2021 dari American Psychological Association menunjukkan bahwa orang yang sangat fokus pada kepentingan diri sendiri cenderung lebih mudah mengakhiri hubungan.
Jadi, jika mereka bangga dengan betapa mudahnya mereka memutus kontak dengan orang lain, Anda mungkin hanya sedang menunggu giliran.
3. Strategi "Monkey-Branching"
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022