Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Februari 2026 | 15.57 WIB

Anak Tumbuh dengan Merawat Orang Tua, Secara Emosional Biasanya Menunjukkan 8 Perilaku Ini Saat Dewasa Menurut Psikologi

seseorang yang tumbuh dewasa dengan merawat orang tua./ Freepik/LipikStockMedia - Image

seseorang yang tumbuh dewasa dengan merawat orang tua./ Freepik/LipikStockMedia

JawaPos.com - Tidak semua anak tumbuh dalam posisi hanya menerima perlindungan dan dukungan dari orang tua.

Sebagian justru mengalami apa yang dalam psikologi disebut sebagai parentification—situasi ketika anak mengambil peran sebagai pengasuh emosional bagi orang tuanya.

Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh psikiater keluarga seperti Ivan Boszormenyi-Nagy, yang menjelaskan bagaimana pembalikan peran dalam keluarga dapat memengaruhi perkembangan psikologis anak hingga dewasa.

Anak yang terbiasa menenangkan orang tua yang cemas, menjadi tempat curhat utama, atau merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan keluarga sering kali tumbuh menjadi pribadi yang tampak dewasa sebelum waktunya.

Namun di balik kedewasaan itu, ada pola perilaku tertentu yang terbentuk sebagai mekanisme bertahan hidup.

Menurut berbagai teori dalam psikologi perkembangan dan teori keterikatan dari John Bowlby, pengalaman masa kecil seperti ini meninggalkan jejak yang kuat pada cara seseorang membangun hubungan dan memandang diri sendiri di masa dewasa.

Dilansir dari Geediting pada Sabtu (14/2), terdapat 8 perilaku yang sering muncul pada orang yang tumbuh dengan merawat orang tua mereka secara emosional.

1. Terlalu Bertanggung Jawab atas Perasaan Orang Lain

Mereka terbiasa membaca suasana hati orang tua sejak kecil. Akibatnya, saat dewasa mereka sering merasa bertanggung jawab atas kebahagiaan pasangan, teman, bahkan rekan kerja.

Jika seseorang di sekitarnya sedang sedih atau marah, mereka langsung merasa harus “memperbaiki” situasi tersebut. Bagi mereka, menjaga stabilitas emosional orang lain terasa seperti kewajiban, bukan pilihan.

2. Sulit Mengungkapkan Kebutuhan Pribadi

Karena sejak kecil kebutuhan emosional mereka sering terabaikan, mereka belajar untuk menekan perasaan sendiri. Mereka menjadi ahli dalam mendengarkan, tetapi tidak terbiasa didengarkan.

Saat dewasa, mereka mungkin kesulitan berkata:

“Aku lelah.”

“Aku butuh bantuan.”

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore