
Ilustrasi sisi kelam menjadi anak pintar yang jarang diketahui banyak orang. (freepik/ fxquadro)
JawaPos.com - Menjadi anak pintar sering kali dianggap sebagai anugerah. Nilai bagus, pujian guru, dan pengakuan dari keluarga membuat banyak orang berpikir bahwa hidup mereka akan selalu mulus dan penuh kesuksesan.
Namun, di balik semua prestasi itu, ada sisi gelap yang jarang diperlihatkan. Tidak semua orang menyadari bahwa label “si pintar” bisa memengaruhi cara berpikir, cara berinteraksi, bahkan kebahagiaan seseorang di masa dewasa.
Artikel ini akan mengungkap beberapa sisi kelam menjadi anak pintar yang sering tersembunyi, namun sangat berpengaruh pada kesehatan mental dan emosional mereka.
Dilansir dari laman Global English Editing pada Rabu (11/2), berikut merupakan 4 sisi kelam menjadi anak pintar yang jarang diketahui banyak orang.
1. Lahirnya standar yang mustahil
Ketika seseorang sejak kecil diberi label “pintar,” secara tidak sadar mereka mulai memikul ekspektasi yang sangat tinggi dari orang-orang di sekitarnya.
Prestasi mereka bukan lagi sesuatu yang dirayakan, melainkan dianggap sebagai hal yang seharusnya.
Mendapatkan nilai A di sekolah bukan menjadi kebanggaan, melainkan kewajiban, dan melakukan sedikit saja kesalahan terasa seperti kegagalan besar.
Bahkan dalam interaksi sederhana seperti makan bersama keluarga, tidak tahu jawaban pertanyaan tertentu bisa membuat perasaan bersalah dan malu muncul.
Akibatnya, seseorang yang dulunya pendiam dan suka mengamati mulai merasa harus selalu menunjukkan opini dan jawaban di segala hal, demi mempertahankan citra “pintar” yang telah melekat sejak dini.
Tekanan ini tidak selalu diucapkan secara langsung, tetapi dirasakan setiap hari dan membentuk cara pandang mereka terhadap diri sendiri dan dunia.
2. Kepintaran menjadi satu-satunya nilai diri mereka
Menjadi anak “yang pintar” membuat seseorang belajar bahwa kecerdasan adalah satu-satunya hal yang membuatnya berharga dan dihargai oleh orang lain.
Karena itu, mereka sering menekuni belajar, membaca buku, dan mencari ilmu sebanyak mungkin.
Tidak semata-mata karena senang, tetapi juga untuk memperkuat identitas yang dianggap aman dan diterima oleh semua orang. Sayangnya, hal ini membuat sisi lain dari diri mereka sering terabaikan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022