
seseorang yang merasa dekat dengan orang yang berbagi kerentanan./Freepik/freepik
JawaPos.com - Dalam kehidupan sosial modern—baik di dunia nyata maupun di media sosial—kita terus-menerus menyaksikan dua jenis narasi manusia: kisah keberhasilan dan kisah kerentanan.
Ada orang yang membagikan pencapaian, prestasi, kemenangan, dan keberhasilan mereka, sementara yang lain membagikan rasa takut, kegagalan, kesedihan, luka batin, kebingungan, dan ketidaksempurnaan hidup.
Dilansir dari Geediting pada Senin (2/2), secara psikologis, manusia cenderung merasa lebih dekat secara emosional dengan orang yang berbagi kerentanan dibandingkan dengan mereka yang hanya menampilkan kesuksesan.
Fenomena ini bukan sekadar perasaan subjektif, tetapi memiliki dasar kuat dalam psikologi sosial, psikologi emosi, dan ilmu hubungan interpersonal. Kerentanan bukan hanya membuka cerita hidup, tetapi membuka koneksi manusia.
1. Kerentanan Menciptakan Rasa Aman Psikologis (Psychological Safety)
Ketika seseorang berbagi ketakutan, kegagalan, trauma, atau ketidaksempurnaan, ia sedang mengirim sinyal psikologis penting:
“Aku tidak sempurna, dan aku berani menunjukkannya kepadamu.”
Dalam psikologi, ini menciptakan psychological safety—rasa aman secara emosional. Otak manusia secara naluriah mencari lingkungan sosial yang aman dari ancaman, penilaian, dan penolakan. Kerentanan menunjukkan bahwa seseorang tidak sedang membangun “topeng sosial”, tidak sedang berkompetisi, dan tidak sedang memposisikan diri lebih tinggi.
Sebaliknya, ketika seseorang hanya membagikan kesuksesan:
Otak bisa membaca itu sebagai kompetisi sosial
Muncul jarak hierarkis: “dia di atas, aku di bawah”
Terbentuk perasaan inferioritas, bukan kedekatan
Kerentanan menurunkan tembok psikologis, sedangkan kesuksesan sering tanpa sadar membangun tembok sosial.
2. Otak Kita Terhubung Lewat Emosi, Bukan Prestasi
Secara neurologis, hubungan manusia dibangun lewat emosi, bukan informasi atau status. Sistem limbik (bagian otak yang mengatur emosi dan empati) merespons kuat terhadap:
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022