
Ilustrasi seseorang sedang belanja di supermarket, mencerminkan kebiasaan belanja keluarga hemat./Freepik
JawaPos.com – Diera digital saat ini, perilaku belanja telah berubah secara drastis. Tidak sedikit orang mengaku sering menghabiskan banyak uang untuk membeli barang kecil atau impulsive.
Namun setelahnya mereka merasa menyesal telah berbelanja yang membuat mereka menghabiskan uangnya pada hal yang tidak berguna.
Perasaan dimana pembelian besar sering terasa menakutkan, sementara pengeluaran kecil tampak lebih mudah diterima.
Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan finansial semata, melainkan juga mencerminkan ciri-ciri psikologis tertentu dalam pola konsumsi seseorang.
Melansir dari laman YourTango pada Rabu (04/01), seseorang yang sering membeli hal-hal kecil tetapi jarang membuat pembelian besar biasanya menunjukkan 11 ciri kepribadian yang tidak disadari, hal ini bisa berdampak buruk pada perencanaan keuangan jangka panjang.
Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa kebiasaan belanja mencerminkan sisi kepribadian seseorang, seperti tingkat kontrol diri atau materialisme yang dapat diprediksi dari pola pengeluaran sehari-hari.
Berikut adalah ciri-ciri yang biasanya dimiliki orang dengan pola belanja impulsif dan berdampak pada perencanaan keuangan jangka panjang:
Mereka cenderung membeli barang kecil untuk merasakan instant gratification, yaitu kepuasan cepat yang datang segera setelah pembelian meski hanya sementara.
Bagi sebagian orang, belanja menjadi cara untuk meredakan stres atau suasana hati yang buruk, retail therapy sering dipilih dibanding menghadapi emosi secara langsung.
Saat menghadapi pembelian besar, kecemasan atau kekhawatiran sering muncul, sehingga mereka memilih untuk berbelanja hal kecil yang terasa lebih ringan dan terkontrol.
Ketika melihat barang menarik, mereka lebih sering mengambil keputusan cepat tanpa berpikir panjang, suatu tanda kurangnya kontrol diri dalam pengeluaran.
Pembelian besar sering terasa menakutkan, sementara pengeluaran kecil tampak lebih mudah diterima oleh pikiran mereka.
Seringkali mereka menganggap pengeluaran kecil tidak penting, padahal jika dijumlahkan dalam jangka panjang bisa signifikan.
Pembelian kecil digunakan sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri, sebuah kebiasaan yang, jika tidak dikontrol, bisa menguras anggaran.
Mereka mudah tertarik dengan barang-barang yang sedang tren, sehingga pengeluaran kecil tetapi sering pun bertambah cepat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022