Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Agustus 2026 | 23.02 WIB

Jika Anda Sulit Mengendalikan Kebiasaan Belanja dan Pengeluaran, Coba Lakukan 6 Trik Keuangan Ini

seseorang yang berusaha mengendalikan kebiasaan belanja. (Magnific)

 

 
JawaPos.com - Di era digital seperti sekarang, berbelanja menjadi jauh lebih mudah dibandingkan beberapa tahun lalu. Hanya dengan beberapa sentuhan di layar smartphone, barang yang diinginkan sudah dalam perjalanan menuju rumah. Ditambah lagi dengan berbagai promo, diskon besar, cashback, hingga layanan paylater, banyak orang akhirnya tergoda untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.


Tidak sedikit orang yang mengaku gajinya selalu habis sebelum akhir bulan. Bahkan ada yang harus berutang hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena terlalu banyak menghabiskan uang untuk keinginan sesaat. Jika kondisi ini terus dibiarkan, kebiasaan konsumtif dapat mengganggu kesehatan finansial dalam jangka panjang.

Kabar baiknya, kebiasaan boros bukanlah sesuatu yang tidak bisa diubah. Dengan disiplin dan strategi yang tepat, siapa pun dapat belajar mengendalikan pengeluaran serta mulai membangun kondisi keuangan yang lebih sehat.

Dilansir dari Psychology Today pada Jumat (7/8), terdapat enam trik keuangan yang bisa Anda terapkan mulai hari ini.

1. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Kesalahan paling umum dalam mengatur keuangan adalah sulit membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Kebutuhan merupakan hal-hal yang harus dipenuhi agar kehidupan berjalan dengan baik, seperti makanan, tempat tinggal, biaya transportasi, pendidikan, tagihan listrik, air, dan kesehatan.

Sementara itu, keinginan adalah sesuatu yang sifatnya pelengkap, misalnya membeli gadget terbaru padahal yang lama masih berfungsi dengan baik, mengikuti tren fashion, atau membeli kopi mahal setiap hari.

Sebelum melakukan pembelian, biasakan bertanya kepada diri sendiri:

Apakah saya benar-benar membutuhkan barang ini?
Apakah barang ini akan memberikan manfaat dalam jangka panjang?
Apa yang terjadi jika saya tidak membelinya hari ini?

Jika jawabannya tidak terlalu penting, sebaiknya tunda pembelian tersebut.

2. Buat Anggaran Bulanan yang Realistis

Tanpa anggaran, uang akan lebih mudah habis tanpa disadari.

Luangkan waktu setiap awal bulan untuk menyusun daftar pemasukan dan pengeluaran. Catat seluruh kebutuhan rutin, seperti:

Makan
Transportasi
Tagihan rumah
Cicilan
Tabungan
Dana darurat
Hiburan

Pastikan pengeluaran tidak melebihi pemasukan.

Anggaran bukan bertujuan membatasi hidup Anda, melainkan membantu memastikan setiap rupiah digunakan sesuai prioritas.

Dengan memiliki rencana keuangan yang jelas, Anda akan lebih mudah menolak pengeluaran yang sebenarnya tidak diperlukan.

3. Gunakan Aturan Menunggu Sebelum Membeli

Belanja impulsif sering terjadi karena keputusan dibuat berdasarkan emosi.

Saat melihat promo besar atau barang yang menarik, jangan langsung melakukan pembayaran.

Terapkan aturan menunggu selama 24 hingga 72 jam sebelum membeli barang yang tidak termasuk kebutuhan pokok.

Sering kali setelah beberapa hari berlalu, keinginan membeli akan hilang dengan sendirinya.

Cara sederhana ini sangat efektif mengurangi pembelian yang hanya didorong rasa penasaran atau takut ketinggalan tren (FOMO).

4. Batasi Penggunaan Kartu Kredit dan Paylater

Kemudahan pembayaran digital memang membantu transaksi menjadi lebih praktis. Namun, di sisi lain juga dapat membuat seseorang merasa memiliki uang lebih banyak daripada yang sebenarnya.

Akibatnya, tagihan menumpuk setiap bulan.

Gunakan kartu kredit maupun layanan paylater hanya jika benar-benar diperlukan dan pastikan mampu melunasi tagihannya tepat waktu.

Lebih baik biasakan menggunakan uang tunai atau saldo rekening agar Anda dapat melihat secara langsung berapa banyak uang yang tersisa setelah berbelanja.

Dengan demikian, pengeluaran akan lebih mudah dikendalikan.

5. Sisihkan Tabungan di Awal, Bukan di Akhir Bulan

Banyak orang memiliki niat menabung, tetapi selalu gagal karena menunggu sisa uang di akhir bulan.

Padahal, sering kali tidak ada uang yang tersisa.

Cara yang lebih efektif adalah menerapkan prinsip "bayar diri sendiri terlebih dahulu."

Begitu menerima gaji atau penghasilan, segera pindahkan sebagian dana ke rekening tabungan atau investasi.

Anggap tabungan sebagai kewajiban, bukan pilihan.

Jika perlu, aktifkan fitur transfer otomatis agar proses menabung berlangsung tanpa harus mengandalkan kemauan setiap bulan.

6. Catat Semua Pengeluaran, Sekecil Apa Pun

Sering kali kebocoran keuangan justru berasal dari pengeluaran kecil yang dianggap sepele.

Contohnya:

Membeli minuman setiap hari.
Ongkos kirim belanja online.
Langganan aplikasi yang jarang digunakan.
Jajan tanpa perencanaan.

Jika dihitung selama satu bulan, jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Mulailah mencatat setiap pengeluaran menggunakan buku catatan, spreadsheet, atau aplikasi keuangan.

Setelah satu bulan, lakukan evaluasi.

Anda akan mengetahui kebiasaan mana yang paling banyak menguras uang dan dapat segera memperbaikinya.

Mengapa Mengendalikan Pengeluaran Itu Penting?

Mengatur pengeluaran bukan berarti hidup pelit atau tidak boleh menikmati hasil kerja keras. Tujuan utamanya adalah menciptakan keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan keamanan finansial di masa depan.

Dengan pengelolaan keuangan yang baik, Anda akan lebih siap menghadapi keadaan darurat, memiliki tabungan yang cukup, mampu berinvestasi, serta mengurangi stres akibat masalah finansial.

Selain itu, kebiasaan disiplin dalam mengatur uang juga membantu Anda mencapai berbagai tujuan hidup, seperti membeli rumah, melanjutkan pendidikan, memulai usaha, atau mempersiapkan masa pensiun.

Kesimpulan

Mengendalikan kebiasaan belanja memang membutuhkan proses. Tidak ada perubahan yang terjadi dalam semalam. Namun, langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan hasil yang besar dalam jangka panjang.

Mulailah dengan membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran bulanan, menunda pembelian impulsif, membatasi penggunaan kartu kredit atau paylater, menabung sejak awal menerima penghasilan, serta mencatat seluruh pengeluaran.

Semakin cepat Anda membangun kebiasaan finansial yang sehat, semakin mudah pula mencapai kondisi keuangan yang stabil dan bebas dari stres akibat masalah uang. Ingatlah bahwa tujuan utama bukan sekadar menghemat, melainkan memastikan setiap rupiah yang Anda hasilkan benar-benar memberikan manfaat bagi masa depan.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore