Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Januari 2026 | 06.15 WIB

Berpura-pura Mengirim Pesan Teks di Tempat Umum untuk Menghindari Obrolan Ringan Sering Menunjukkan 9 Perilaku Khas Berikut Ini Menurut Psikologi

seseorang yang berpura-pura mengirim pesan teks./Freepik/odua - Image

seseorang yang berpura-pura mengirim pesan teks./Freepik/odua

JawaPos.com - Di era digital saat ini, ponsel bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga “tameng sosial”.

Di halte bus, kafe, ruang tunggu, lift, hingga acara keluarga, kita sering melihat orang yang tiba-tiba menunduk menatap layar ponsel, jari bergerak cepat seolah sedang membalas pesan penting. Padahal, tidak jarang mereka sebenarnya hanya berpura-pura mengetik.

Fenomena ini dalam psikologi sosial dikenal sebagai strategi penghindaran sosial pasif (passive social avoidance).

Tujuannya bukan untuk bersikap kasar, tetapi untuk melindungi diri dari interaksi yang dianggap tidak nyaman, melelahkan, atau tidak diinginkan, seperti obrolan ringan (small talk) dengan orang asing atau kenalan yang tidak terlalu dekat.

Dilansir dari Geediting pada Kamis (29/1), menurut psikologi, orang yang sering berpura-pura mengirim pesan teks di tempat umum untuk menghindari obrolan ringan biasanya menunjukkan beberapa pola perilaku khas. Berikut adalah 9 perilaku yang paling umum:

1. Sensitivitas Tinggi terhadap Stimulus Sosial

Mereka cenderung cepat merasa lelah secara mental saat harus berinteraksi sosial, terutama dengan orang yang tidak dikenal dekat. Suara, keramaian, dan kehadiran banyak orang bisa terasa “menguras energi”.

Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan introversi atau sensory overload. Bukan berarti antisosial, tetapi otak mereka memproses stimulus sosial lebih intens sehingga membutuhkan “ruang aman”.

2. Kebutuhan Akan Kontrol atas Interaksi

Orang tipe ini ingin memilih kapan, dengan siapa, dan dalam konteks apa mereka berinteraksi. Small talk dianggap interaksi yang tidak terkontrol dan tidak produktif.

Dengan berpura-pura mengetik, mereka menciptakan batas psikologis: “Saya sedang sibuk,” tanpa harus mengucapkannya secara langsung.

3. Kecenderungan Menghindari Konflik Sosial

Alih-alih mengatakan “maaf, saya tidak ingin mengobrol”, mereka memilih cara yang lebih pasif. Ini menunjukkan gaya kepribadian avoidant coping, yaitu menghindari potensi ketegangan sosial dengan cara tidak konfrontatif.
Mereka tidak ingin menyakiti perasaan orang lain, tetapi juga tidak ingin terjebak dalam interaksi.

4. Kecanggungan Sosial Ringan (Social Awkwardness)

Bukan gangguan serius, tetapi ada rasa tidak nyaman dalam interaksi spontan.
Small talk sering terasa:

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore