
seseorang yang merasa terputus dari keluarga yang lebih muda./Freepik/myasiavision
JawaPos.com - Di banyak keluarga, jarak antargenerasi tidak selalu muncul dalam bentuk pertengkaran besar.
Justru sering kali ia hadir secara halus: obrolan yang terasa hambar, nasihat yang tak lagi didengar, atau perasaan “kok sekarang beda ya?” yang dipendam dalam hati. Generasi tua merasa tidak dipahami, sementara generasi muda merasa tidak dipercaya.
Menurut psikologi keluarga dan psikologi perkembangan, kondisi ini jarang disebabkan oleh kurangnya kasih sayang.
Akar masalahnya sering kali terletak pada perbedaan nilai—nilai dasar yang terbentuk dari pengalaman hidup, konteks zaman, dan cara melihat dunia.
Menariknya, banyak orang tua atau anggota keluarga yang lebih senior tidak menyadari bahwa rasa terputus yang mereka alami bukan karena anak atau cucu “berubah jadi tidak sopan”, melainkan karena ada nilai-nilai yang tidak lagi sejalan.
Dilansir dari Expert Editor pada Senin (19/1), terdapat tujuh nilai yang paling sering menjadi sumber konflik tersembunyi antara generasi tua dan generasi muda.
1. Makna Hormat: Antara Kepatuhan dan Kesetaraan
Bagi generasi tua, rasa hormat sering dimaknai sebagai kepatuhan: mendengarkan tanpa membantah, mengikuti arahan, dan menempatkan yang lebih tua sebagai otoritas utama.
Nilai ini terbentuk di masa ketika hierarki keluarga sangat kuat dan dipandang sebagai kunci keharmonisan.
Sebaliknya, generasi muda cenderung memaknai hormat sebagai sikap saling menghargai. Mereka merasa tetap sopan meski menyampaikan pendapat berbeda. Ketika orang tua melihat perbedaan pendapat sebagai pembangkangan, generasi muda justru merasa sedang bersikap jujur.
Di sinilah jarak emosional mulai muncul, bukan karena kurang ajar, melainkan karena definisi “hormat” yang berbeda.
2. Cara Berkomunikasi: Menasihati vs Mendiskusikan
Generasi tua dibesarkan dalam budaya komunikasi satu arah: yang tua berbicara, yang muda mendengar. Menasihati adalah bentuk kepedulian dan cinta.
Dalam psikologi, ini disebut sebagai directive communication, yang dulu dianggap efektif.
Namun generasi muda lebih terbiasa dengan komunikasi dua arah. Mereka ingin diajak berdiskusi, bukan hanya diberi nasihat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022