
seseorang yang mencoret-coret saat menelepon./ Freepik/EyeEm
JawaPos.com - Pernahkah Anda menyadari bahwa tanpa sadar tangan Anda bergerak mencoret-coret kertas saat sedang menelepon? Garis acak, kotak kecil, spiral, atau bahkan wajah-wajah sederhana muncul begitu saja, seolah memiliki hidupnya sendiri.
Banyak orang menganggap kebiasaan ini sebagai tanda tidak fokus atau sekadar iseng belaka.
Namun, menurut psikologi, kebiasaan mencoret-coret (doodling) justru menyimpan makna yang lebih dalam tentang cara kerja pikiran dan kepribadian seseorang.
Berbagai studi dalam psikologi kognitif dan kepribadian menunjukkan bahwa doodling bukanlah tanda kemalasan mental.
Sebaliknya, kebiasaan ini sering muncul pada individu dengan karakter psikologis tertentu—karakter yang tidak semua orang miliki atau mampu pertahankan dalam keseharian yang serba sibuk dan penuh distraksi.
Dilansir dari Geediting pada Kamis (8/1), jika Anda termasuk orang yang sering mencoret-coret saat menelepon, ada kemungkinan Anda memiliki tujuh ciri kepribadian berikut ini.
1. Memiliki Kemampuan Fokus yang Tidak Biasa
Bertentangan dengan anggapan umum, mencoret-coret justru sering membantu otak untuk tetap fokus. Menurut penelitian dalam psikologi perhatian, aktivitas motorik ringan seperti doodling dapat mencegah pikiran mengembara terlalu jauh saat menerima informasi pasif, seperti mendengarkan lawan bicara di telepon.
Orang yang mencoret-coret biasanya memiliki cara unik untuk menjaga konsentrasi. Mereka tidak fokus dengan cara “diam dan kaku”, melainkan dengan membiarkan sebagian kecil energi mental mengalir ke aktivitas sederhana agar otak utama tetap siaga.
Ini menunjukkan kemampuan regulasi perhatian yang matang—sesuatu yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang yang mudah terdistraksi.
2. Kreatif, Meski Tidak Selalu Disadari
Doodling adalah bentuk ekspresi kreatif paling dasar. Tanpa tuntutan hasil, tanpa penilaian, dan tanpa tekanan. Psikologi kreativitas melihat kebiasaan ini sebagai tanda pikiran yang terbiasa berpikir visual dan simbolik.
Menariknya, banyak orang yang menganggap dirinya “tidak kreatif” justru sering mencoret-coret. Ini menandakan kreativitas laten—potensi kreatif yang belum sepenuhnya disalurkan ke bidang seni, desain, atau ide-ide inovatif lainnya.
Otak Anda terbiasa menciptakan pola, bahkan ketika Anda tidak sedang berniat menciptakan apa pun.
3. Memiliki Tingkat Kecemasan yang Relatif Rendah atau Terkelola Baik
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022