
seseorang yang merasa hampa di dalam dirinya./Freepik/EyeEm
JawaPos.com - Ada perasaan kosong yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Hidup terasa berjalan, rutinitas tetap dilakukan, bahkan senyum masih bisa diberikan kepada orang lain.
Namun, di balik semua itu, ada kehampaan yang menetap—seperti ruang sunyi di dalam diri yang tak tahu harus diisi dengan apa.
Banyak orang mengira perasaan ini disebabkan oleh kegagalan besar, trauma berat, atau kehilangan yang jelas.
Padahal menurut psikologi, kehampaan batin sering kali muncul bukan karena satu peristiwa besar, melainkan karena kebutuhan-kebutuhan emosional dasar yang diabaikan dalam waktu lama.
Ironisnya, kebutuhan ini tampak sepele, tidak mendesak, dan sering dikalahkan oleh tuntutan produktivitas atau ekspektasi sosial.
Dilansir dari Geediting pada Selasa (30/12), terdapat sepuluh kebutuhan psikologis yang kerap diabaikan oleh orang-orang yang merasa hampa, meski mereka sendiri sulit menunjuk penyebab pastinya.
1. Kebutuhan untuk Memahami dan Dikenali Secara Emosional
Manusia tidak hanya ingin didengar, tetapi juga ingin dipahami. Banyak orang dikelilingi teman, keluarga, atau rekan kerja, namun tetap merasa sendirian karena tak ada yang benar-benar mengenali isi pikirannya.
Ketika emosi hanya disambut dengan nasihat atau penilaian, bukan empati, perlahan muncul perasaan kosong. Psikologi menegaskan bahwa validasi emosional adalah fondasi kesehatan mental—tanpanya, seseorang merasa “ada”, tetapi tidak “terlihat”.
2. Kebutuhan Akan Makna, Bukan Sekadar Kesibukan
Kesibukan sering disalahartikan sebagai tujuan hidup. Orang yang merasa hampa biasanya sangat sibuk: bekerja, mengejar target, memenuhi tanggung jawab. Namun aktivitas tanpa makna hanya menguras energi tanpa mengisi batin.
Viktor Frankl, tokoh psikologi eksistensial, menekankan bahwa manusia mampu bertahan dalam penderitaan asalkan hidupnya terasa bermakna. Tanpa makna, bahkan kenyamanan pun terasa kosong.
3. Kebutuhan untuk Terhubung dengan Diri Sendiri
Banyak orang tahu apa yang diharapkan orang lain dari dirinya, tetapi tidak tahu apa yang sebenarnya ia rasakan.
Mengabaikan dialog batin—tidak pernah bertanya “apa yang aku butuhkan?”—membuat seseorang terasing dari dirinya sendiri. Kehampaan sering muncul ketika seseorang hidup sesuai peran, bukan sesuai kesadaran diri.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
