Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Juli 2026 | 10.58 WIB

Menurut Psikologi, Sudah Mencapai Tujuan Hidup tetapi Masih Merasa Hampa, 9 Alasan Ini Menjelaskan Semuanya

Ilustrasi seseorang yang merasa hampa meski telah melakukan segala hal dengan benar - Image

Ilustrasi seseorang yang merasa hampa meski telah melakukan segala hal dengan benar

JawPos.com - Kita hidup dalam budaya yang sangat mengagungkan pencapaian. 

Dari kecil, kita diajarkan bahwa hidup yang “berhasil” adalah hidup yang penuh prestasi — memiliki karier cemerlang, rumah sendiri, pasangan ideal, atau status sosial yang membanggakan.

Namun, ada satu fenomena menarik sekaligus membingungkan: banyak orang yang justru merasa kosong setelah berhasil mencapai tujuan-tujuan besar dalam hidupnya.

Mengapa hal ini bisa terjadi? 

Menurut psikologi, ada sejumlah alasan yang menjelaskan mengapa kepuasan tidak selalu datang bersama keberhasilan.

Dilansir dari Geediting, terdapat sembilan alasan mendalam yang bisa menjelaskan mengapa Anda tetap merasa hampa meskipun sudah mencapai apa yang dulu Anda impikan.

1. Tujuan Anda Tidak Sebenarnya Milik Anda

Banyak orang tanpa sadar mengejar tujuan yang dibentuk oleh ekspektasi sosial — bukan oleh nilai dan keinginan pribadi. 

Misalnya, Anda berjuang keras untuk jadi dokter bukan karena mencintai dunia medis, melainkan karena keluarga atau masyarakat menganggap profesi itu prestisius.

Menurut teori self-determination (Deci & Ryan, 1985), manusia hanya akan merasa benar-benar puas jika tindakannya didorong oleh motivasi intrinsik — yakni motivasi yang muncul dari dalam diri sendiri. 

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore