
Ilustrasi seseorang yang merasa hampa dan kehilangan arah meski telah berhasil meraih tujuan besar dalam hidup / Foto: Bolde
JawaPos.com — Ada anggapan bahwa kebahagiaan akan datang begitu seseorang berhasil mendapatkan apa yang selama ini diimpikan. Memiliki rumah sendiri atau mendapatkan pekerjaan impian dianggap sebagai akhir dari perjuangan panjang yang akan membawa kepuasan hidup.
Namun, kenyataannya tidak selalu demikian. Tidak sedikit orang justru merasakan kehampaan sesaat setelah tujuan besar mereka tercapai. Di tengah ucapan selamat dan rasa bangga dari orang-orang sekitar, muncul pertanyaan yang sulit dijawab: mengapa pencapaian itu tidak menghadirkan kebahagiaan seperti yang dibayangkan?
Perasaan tersebut kerap memunculkan rasa bersalah. Banyak orang mengira dirinya tidak pandai bersyukur atau terlalu menuntut hidup. Padahal, psikologi memandang kondisi itu dari sudut yang berbeda dan menjelaskan bahwa ada proses mental yang lebih kompleks di baliknya.
Baca Juga:5 Kebiasaan yang Buat Seseorang Jauh Lebih Bahagia dan Meningkatkan Kesejahteraan Secara Psikologi
Dilansir dari Bolde, Selasa (9/6), psikologi menjelaskan bahwa rasa hampa setelah meraih tujuan besar bukan berarti seseorang tidak bersyukur, melainkan karena selama bertahun-tahun mereka lebih terlatih untuk mengejar tujuan daripada menikmati hasil yang telah diraih. Berikut penjelasannya:
1. Otak lebih terlatih mengejar daripada menikmati
Selama bertahun-tahun mengejar sebuah target, seseorang membangun kebiasaan untuk terus bergerak menuju tujuan berikutnya. Hampir setiap keputusan yang diambil diarahkan pada satu pertanyaan, apakah langkah ini membawa saya lebih dekat ke impian tersebut.
Dalam psikologi, proses “menginginkan” dan “menikmati” ternyata tidak sepenuhnya berjalan pada mekanisme yang sama. Seseorang bisa memiliki dorongan yang sangat kuat untuk mendapatkan sesuatu, tetapi tidak otomatis merasakan kepuasan besar ketika hal itu berhasil dicapai.
Akibatnya, ketika tujuan akhirnya terwujud, otak yang terbiasa mengejar justru kebingungan menghadapi situasi baru yang tidak lagi memiliki target untuk dikejar.
2. Sebuah tujuan besar sering menjadi fondasi kehidupan
Perjuangan panjang tidak hanya mengisi waktu, tetapi juga membentuk rutinitas dan identitas seseorang. Target besar menentukan bagaimana seseorang menghabiskan akhir pekan, memilih prioritas, hingga menjelaskan kepada orang lain apa yang sedang dikerjakannya.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
