
Ilustrasi orang yang tidak suka oversharing (freepik/drobotdean)
JawaPos.com - Banyak orang terbiasa menceritakan kehidupan pribadi mereka tanpa pikir panjang, baik melalui media sosial, obrolan grup, atau percakapan singkat yang tiba-tiba berubah menjadi sesi curhat mendalam.
Namun, ada sebagian kecil orang yang memilih jalur berbeda. Mereka bukan tidak punya cerita, bukan pula menutup diri. Mereka hanya memiliki cara yang lebih tenang, terarah, dan penuh kesadaran dalam mengatur batas emosional.
Menurut Lachlan Brown, pendiri The Expert Editor, orang yang jarang berbagi informasi pribadi ternyata mengikuti serangkaian prinsip batin yang konsisten.
Prinsip-prinsip ini tidak keras atau kaku, lebih seperti kode etik internal yang membimbing mereka menjalani hubungan dengan jernih dan tenang.
Di bawah ini adalah delapan aturan tak tertulis yang biasanya dianut oleh orang-orang yang tidak mudah membuka kehidupan pribadi mereka seperti dilansir dari laman The Expert Editor.
1. Mereka hanya terbuka ketika sudah merasa aman secara emosional
Lachlan Brown menjelaskan bahwa orang yang jarang membagikan kehidupan pribadinya bukanlah sosok dingin atau tertutup. Justru sebaliknya—mereka sangat bijaksana dalam memilih momen untuk terbuka.
Mereka memahami bahwa keamanan emosional tidak muncul secara instan.
Dibutuhkan waktu untuk mengevaluasi seseorang, memperhatikan caranya mendengarkan, bagaimana ia berbicara tentang orang lain, serta bagaimana ia menangani informasi kecil sebelum diberikan informasi yang besar.
Bagi mereka, membuka diri adalah hadiah, bukan kewajiban. Dan ketika ada seseorang yang mampu menciptakan rasa aman tersebut, hubungan yang terbangun biasanya jauh lebih kokoh dan sehat.
2. Privasi adalah sumber kekuatan, bukan tanda ada yang disembunyikan
Banyak orang salah menafsirkan privasi sebagai jarak atau sikap menjaga rahasia. Namun menurut Brown, orang yang matang secara emosional memahami bahwa privasi adalah bentuk kendali dan kejernihan hidup.
Begitu seseorang memberikan informasi pribadinya, ia kehilangan kendali terhadap bagaimana informasi itu digunakan, disebarkan, atau ditafsirkan.
Itulah sebabnya, mereka memandang privasi sebagai cara menjaga keseimbangan batin.
Sama seperti prinsip dalam filsafat Timur, seseorang bisa tetap “berpusat” ketika ia tahu apa yang perlu dibagikan dan apa yang cukup disimpan untuk dirinya sendiri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022