
Ilustrasi kacamata Meta yang memicu kekhawatiran tentang erosi privasi akibat teknologi yang semakin sulit terdeteksi (The Guardian)
JawaPos.com - Meta smart glasses atau kacamata pintar Meta yang dikembangkan bersama Ray-Ban dan Oakley sedang mengubah cara orang berinteraksi dengan kamera. Perangkat yang tampak seperti kacamata biasa itu telah terjual sekitar 7 juta unit pada 2025, hampir tiga kali lipat penjualan gabungan 2023 dan 2024. Namun, kesuksesan tersebut dibayangi persoalan baru: orang dapat direkam tanpa mereka sadari.
Dilansir dari The Guardian, Kamis (20/8/2026), sejumlah orang mengaku direkam secara diam-diam di rumah, tempat kerja, konser, hingga ruang publik. Salah satu kasus terjadi pada Brek Mettra di Utah, yang baru mengetahui dirinya dan dua anaknya direkam ketika seorang penjual pakaian vintage mengunggah pertemuan mereka di media sosial.
"Saya benar-benar merasa privasi saya dilanggar," kata Mettra. Dia mengatakan, jika mengetahui dirinya sedang direkam, "saya bisa mengatakan tidak atau pergi jika Anda akan melakukan itu."
Baca Juga: Lebih dari 100 Tewas, Tambang Emas di Republik Afrika Tengah Runtuh dan Mengubur Para Penambang
Persoalan menjadi lebih serius karena lampu LED yang dirancang Meta sebagai penanda perekaman ternyata dapat dimodifikasi. Pemilik Ghost Metas, salah satu jasa yang menonaktifkan lampu tersebut, mengaku telah memodifikasi sekitar 100 pasang dengan waktu pengerjaan 15–20 menit per unit.
"Di ruang publik, menurut saya kita sudah tidak punya privasi lagi," ujarnya. Meta menyatakan LED tidak dapat dimatikan dan kamera akan dinonaktifkan jika lampu ditutup atau dirusak.
Di sisi lain, fungsi kamera yang nyaris tidak terlihat justru menjadi bagian dari daya tarik produk. Mark Zuckerberg sebelumnya menyebut, "Janji kacamata Meta adalah mempertahankan rasa kehadiran yang Anda miliki ketika bersama orang lain." Meta memasarkan perangkat itu sebagai teknologi yang memungkinkan pengguna merekam kehidupan tanpa harus mengeluarkan ponsel.
Daya tarik itu kemudian diperluas lewat kolaborasi dengan figur publik terkenal. Pada Juni, Meta berkolaborasi dengan Kylie Jenner untuk mempromosikan kacamata AI seharga USD 399 atau sekitar Rp7,11 juta dengan kurs Rp17.820 per dolar AS, yang dapat memberikan respons menggunakan suara Kylie.
Namun, penggunaan di lapangan menunjukkan konsekuensi yang jauh lebih problematis. Sejumlah pria menggunakan kacamata tersebut untuk merekam perempuan di jalan, kampus, pantai, bar, hingga festival musik, kemudian mengunggah interaksi itu sebagai konten. Di Inggris, sejumlah restoran, pub, dan teater telah melarang kacamata tersebut, sementara pengadilan di Inggris dan Wales juga melarangnya di gedung pengadilan.
Masalahnya tidak berhenti pada perekaman. Investigasi media Swedia menemukan rekaman dari kacamata Meta disimpan dan ditinjau pekerja moderator konten di Kenya, termasuk video yang memperlihatkan orang ke toilet, menanggalkan pakaian, bahkan aktivitas seksual.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Hapoel Beer Sheva vs Sabah FK di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Malaga: Los Rojiblancos Menang Tipis?
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Skor Celtic vs LASK Linz di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Potensi The Hoops Menang!
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
