Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 September 2026 | 23.42 WIB

Meta Dikepung Kekhawatiran Privasi, Kacamata Pintar Mulai Ditolak Sejumlah Ruang Publik

Kacamata pintar Meta menjadi sorotan di tengah meningkatnya kekhawatiran publik terhadap privasi dan perekaman tanpa persetujuan (Business Insider) - Image

Kacamata pintar Meta menjadi sorotan di tengah meningkatnya kekhawatiran publik terhadap privasi dan perekaman tanpa persetujuan (Business Insider)

JawaPos.com - Ambisi Meta Platforms menjadikan kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan sebagai perangkat sehari-hari kini berhadapan dengan persoalan yang lebih sulit diatasi daripada sekadar persaingan teknologi: kepercayaan publik. 

Ketika pemasaran produk tersebut semakin agresif, sejumlah tempat dan penyelenggara acara justru mulai membatasi penggunaannya karena kekhawatiran akan perekaman tanpa persetujuan.

Kamera kecil yang tertanam pada kacamata AI Meta telah memicu kontroversi setelah foto dan video hasil rekamannya beredar luas di media sosial. Sebagian konten dibuat tanpa persetujuan subjeknya. Tren kreator konten yang melecehkan perempuan sambil diam-diam merekam reaksi mereka bahkan membuat sebagian pengguna media sosial menjuluki produk tersebut sebagai "kacamata mesum."

Dilansir dari Business Insider, Senin (31/8/2026), Meta kini melancarkan kampanye hubungan masyarakat sekaligus memperbarui pengaturan privasi untuk meredam sentimen negatif. Dalam sebuah video Instagram, Jumat, Chief Technology Officer Meta Andrew Bosworth menjelaskan bahwa kamera pada perangkat itu dirancang agar keberadaannya diketahui orang di sekitarnya.

"Kami merancang kamera ini agar dapat diketahui oleh orang-orang di sekitar Anda. Karena itu, pada setiap kacamata yang kami buat terdapat LED perekam di bagian depan yang menyala ketika seseorang mengambil foto atau video untuk galeri," kata Bosworth. 

Menurut Bosworth, kamera tersebut tidak memiliki tombol untuk mematikan sistem pengaman itu. Kamera akan berhenti berfungsi jika pengguna berupaya menutupi atau menonaktifkan lampu LED. Meta juga mengaku telah mengambil tindakan terhadap penyalahgunaan perangkat tersebut.

"Kami menangani masalah ini di seluruh Meta dan telah menghapus konten, bahkan seluruh akun, yang terkait dengan orang-orang yang menyalahgunakan kacamata ini," ujarnya. 

Langkah terbaru itu menutup celah yang sebelumnya memungkinkan pengguna memulai perekaman terlebih dahulu, kemudian menutupi indikator LED. Alex Himel, wakil presiden perangkat wearable Meta, mengatakan pembaruan tersebut akan memastikan kamera tidak dapat merekam apabila lampu indikator terhalang sebelum maupun selama proses perekaman.

"Kami akan terus meluncurkan pembaruan seperti ini untuk memastikan LED perekam dapat secara andal memberi tahu orang-orang di sekitar ketika foto atau video sedang diambil untuk galeri seseorang," kata Himel.

Editor: Candra Mega Sari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore