Ilustrasi karyawan tidak berhenti dari pekerjaa tapi dari atasan yang abai (geediting)
JawaPos.com - Dalam dunia kerja modern, banyak orang keluar dari pekerjaan bukan karena tidak suka dengan pekerjaannya, tetapi karena merasa tidak nyaman dengan atasannya.
Sebuah penelitian psikologi menunjukkan bahwa hubungan antara karyawan dan manajer memiliki peran besar dalam menentukan kepuasan kerja dan loyalitas seseorang terhadap perusahaan.
Seorang atasan yang tidak memahami kebutuhan emosional maupun profesional timnya dapat menciptakan lingkungan kerja yang penuh tekanan dan kurang suportif.
Akibatnya, karyawan perlahan kehilangan motivasi, hingga akhirnya memilih untuk pergi.
Dilansir dari laman Geediting, Minggu (26/10), berikut tujuh hal penting yang sering diabaikan oleh para manajer — padahal hal-hal inilah yang membuat karyawan akhirnya meninggalkan pekerjaan mereka.
Salah satu penyebab utama karyawan kehilangan semangat kerja adalah tidak adanya penghargaan atas usaha mereka. Dalam kesibukan dunia korporat, ucapan terima kasih atau pengakuan sederhana sering dianggap remeh, padahal dampaknya besar.
Penelitian menunjukkan bahwa apresiasi mampu meningkatkan loyalitas dan semangat tim. Sebaliknya, kurangnya pengakuan bisa menurunkan performa dan membuat karyawan merasa tidak dihargai. Jadi, jangan remehkan kekuatan ucapan sederhana seperti “terima kasih atas kerja kerasmu hari ini”.
Kurangnya komunikasi yang jelas dari manajer dapat menciptakan kebingungan dan frustrasi. Banyak karyawan meninggalkan pekerjaannya bukan karena beban kerja yang berat, tetapi karena tidak tahu apa yang sebenarnya diharapkan dari mereka.
Manajer yang tidak mampu menyampaikan instruksi dengan tegas dan terbuka akan menimbulkan kesalahpahaman dan hasil kerja yang tidak maksimal. Komunikasi yang baik seharusnya memberi arah, bukan menambah tekanan.
Karyawan cenderung bertahan lebih lama di perusahaan yang mendukung pengembangan karier mereka. Sayangnya, banyak manajer mengabaikan hal ini.
Padahal, menurut survei LinkedIn, 94% karyawan akan bertahan lebih lama jika perusahaan memberikan pelatihan atau kesempatan belajar yang menunjang karier mereka. Saat manajer gagal menyediakan ruang untuk berkembang, rasa jenuh pun tumbuh dan akhirnya mendorong mereka mencari peluang baru.
Lingkungan kerja yang sehat bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga soal rasa memiliki. Ketika karyawan merasa pendapatnya tidak didengarkan atau kehadirannya tidak dihargai, mereka akan kehilangan rasa keterikatan terhadap perusahaan.
Membangun budaya kerja yang inklusif dan menghargai kontribusi setiap anggota tim adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang produktif dan bahagia. Manajer perlu menumbuhkan rasa kebersamaan, bukan hanya fokus pada target.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
