ILUSTRASI: Seseorang tidak terima ketika dikritik. (freepik)
JawaPos.com - Kritik merupakan bagian yang tidak terhindarkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari ruang kelas, lingkungan kerja, hingga hubungan pribadi, selalu ada momen di mana orang lain memberi masukan atas tindakan atas perbuatan yang dilakukan.
Idealnya kritik membantu seseorang untuk berkembang. Namun bagi sebagian orang menerima kritik terasa seperti serangan, dan biasanya mereka menjadi defensif, cemas, bahkan terluka secara emosional.
Fenomena ini ternyata bukan sekadar masalah “tidak suka ditegur”. Menurut berbagai penelitian psikologi, cara seseorang merespons kritik sangat dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, terutama bagaimana dia dibesarkan. Berikut adalah tanda-tanda seseorang sulit menerima kritik serta kaitannya dengan pengalaman masa kecil yang penuh kritik.
Baca Juga: Liem Swie King Kritik Latihan Atlet Bulu Tangkis yang Kurang Keras: Kalau Rubber Set, Habis Fisiknya
Salah satu tanda paling umum adalah munculnya reaksi emosional yang berlebihan. Orang yang sulit menerima kritik biasanya langsung bersikap defensif, merasa dipermalukan, atau bahkan marah. Kritik sekecil apa pun sering dianggap sebagai serangan terhadap identitas diri, bukan sekadar masukan terhadap perilaku.
Dilansir dari CouchGlue (2025), orang dengan kecenderungan ini juga kerap mempertanyakan niat si pemberi kritik. Alih-alih melihat kritik sebagai sesuatu yang konstruktif, fokus mereka justru tertuju pada pertanyaan, “Mengapa orang ini mengkritik saya?”
Perlu diingat, bersikap defensif ketika dikritik sebenarnya adalah reaksi yang wajar. Namun, dengan melatih diri untuk mendengarkan masukan secara tenang dan merespons dengan bijak, seseorang bisa lebih objektif dalam menilai kritik. Sikap ini bukan hanya membantu menerima feedback dengan lapang dada, tetapi juga membuka ruang untuk tumbuh dan berkembang.
Orang yang kesulitan menerima kritik sering terjebak dalam pikiran negatif. Mereka bisa terus memutar kritik dalam kepala selama berhari-hari, merasa bersalah, atau takut mengulangi kesalahan. Hal ini kerap berkaitan dengan perfeksionisme. Seperti dilansir dari DMNews (2025), individu yang sejak kecil sering dikritik cenderung tumbuh menjadi perfeksionis. Mereka berusaha sebaik mungkin agar tidak memberi celah sedikit pun untuk dikritik. Namun ironisnya, semakin keras berusaha, semakin tinggi pula kecemasan bila ada kesalahan kecil yang terdeteksi.
Perfeksionisme yang dilandasi dengan rasa takut yang menghantui tentu melelahkan dan bisa menjadi penghalang bagi kreativitas dan pertumbuhan seseorang. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang melawan perfeksionisme sering kali memiliki ketakutan mendasar yang terkait dengan harapan awal dari orang-orang terdekat seperti orang tua. Dengan memutus siklus ini berarti menegaskan bahwa ketidaksempurnaan merupakan hal yang manusiawi. Menganut prinsip "selesai lebih baik daripada sempurna" dapat menjadi langkah sehat menuju welas asih terhadap diri sendiri.
Dilansir dari CouchGlue (2025), mencatat bahwa pola menghindar ini sering membuat seseorang stagnan. Padahal, tanpa feedback, kita akan sulit berkembang. Alih-alih menghadapi kritik, sebagian orang lebih memilih menghindar. Mereka jarang meminta feedback, enggan mengambil risiko, atau bahkan menjauh dari situasi yang bisa membuat mereka salah. DMNews menambahkan, kebiasaan ini sering berakar dari masa kecil seperti anak yang terlalu sering dikritik bisa tumbuh menjadi orang dewasa yang selalu menghindari konflik dan teguran.
Salah satu dampak jangka panjang dari kritik berlebihan di masa kecil adalah kecenderungan untuk menjadi people-pleaser. Dilansir dari DMNews (2025), orang dewasa yang tumbuh dalam suasana penuh kritik sering merasa tidak cukup baik. Akibatnya mereka berusaha keras untuk menyenangkan orang lain agar tidak dikritik lagi. Sayangnya, kebiasaan ini bisa merugikan diri sendiri. People-pleaser sering mengorbankan kebahagiaan pribadi demi validasi orang lain.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
