Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 September 2025 | 20.28 WIB

Apa yang Terjadi di Otak Saat Menghadapi Penolakan? Ini Penjelasan Psikologi, Dampak Emosional, dan Cara Mengatasinya

 

Ilustrasi seseorang yang sedih setelah mengalami penolakan.

JawaPos.com – Apa yang terjadi di otak saat menghadapi penolakan? Pertanyaan ini mungkin pernah muncul ketika kamu merasa ditolak entah dalam percintaan, pertemanan, maupun dunia kerja. 

Rasa ditolak memang bukan hal yang mudah. Sakit hati, sedih, hingga stres sering kali datang bersamaan, membuat kita bertanya-tanya kenapa pengalaman itu terasa begitu menyakitkan.

Menurut penelitian dalam bidang psikologi, penolakan tidak hanya berdampak pada perasaan seseorang, tetapi juga benar-benar memengaruhi cara kerja otak

Bahkan, beberapa bagian otak yang biasanya aktif ketika kita merasakan sakit fisik juga ikut aktif saat kita merasakan sakit emosional akibat penolakan.

Hal ini dikarenakan ada beberapa bagian otak yang aktif saat mencerna informasi penolakan juga berhubungan dengan rasa sakit.

Ingin tahu lebih lanjut tentang cara otak mencerna penolakan? Simak penjelasannya berikut ini yang dilansir dari News From Science dan sebuah studi dari jurnal kesehatan. 

1. Apa yang Terjadi di Otak Saat Menghadapi Penolakan?

Menurut riset dari Naomi Eisenberger, psikolog sosial di University of California, Los Angeles, otak kita benar-benar memperlakukan penolakan sosial seperti halnya rasa sakit fisik.

Dalam penelitiannya, Eisenberger menggunakan fMRI (functional magnetic resonance imaging) untuk melihat aktivitas otak para sukarelawan yang diajak memainkan game sederhana bernama Cyberball. 

Awalnya, mereka diajak “melempar bola virtual” bersama dua pemain lain. 

Namun, tanpa disadari, komputer mulai mengatur agar sukarelawan tersebut diabaikan—bola tidak lagi dilemparkan ke arah mereka. 

Hasilnya? Bagian otak yang disebut anterior cingulate cortex (ACC), area yang biasanya aktif saat kita merasakan sakit fisik (seperti tergores atau terbentur), juga menyala ketika mereka ditolak.

Artinya, rasa ditolak secara sosial benar-benar diproses oleh otak sebagai rasa sakit yang nyata, bukan sekadar perasaan “lebay”. 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore