Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Mei 2026 | 21.59 WIB

Orang yang Suka Menulis di Buku Catatan Ternyata Punya Kebiasaan Otak yang Mulai Langka, Menurut Studi

Ilustrasi seseorang yang masih menulis di buku catatan di tengah dominasi teknologi digital modern../ (Space Daily) - Image

Ilustrasi seseorang yang masih menulis di buku catatan di tengah dominasi teknologi digital modern../ (Space Daily)

JawaPos.com — Di tengah era digital yang serba cepat, kebiasaan menulis di buku catatan mulai dianggap kuno oleh sebagian orang. Banyak aktivitas kini berpindah ke layar ponsel, mulai dari mencatat jadwal hingga membuat daftar pekerjaan harian.

Namun, di balik kebiasaan yang terlihat sederhana itu, penelitian justru menemukan sesuatu yang menarik. Orang yang masih memilih menulis dengan tangan ternyata memiliki pola berpikir dan cara kerja otak yang berbeda dibanding mereka yang sepenuhnya bergantung pada perangkat digital.

Sejumlah studi menunjukkan bahwa aktivitas menulis manual melibatkan proses mental yang lebih kompleks, mulai dari kemampuan memahami informasi hingga membangun daya ingat yang lebih kuat.

Dilansir dari Space Daily, Jumat (8/5), penelitian psikologi dan neurosains terbaru menemukan bahwa menulis tangan dapat memperkuat koneksi otak, meningkatkan pemahaman konsep, serta melatih kemampuan berpikir reflektif yang kini mulai jarang dimiliki banyak orang di era digital.

1. Menulis Tangan Membuat Otak Tidak Bekerja Secara Otomatis

Salah satu temuan penting berasal dari penelitian Pam Mueller dan Daniel Oppenheimer yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science pada 2014. 

Studi tersebut menemukan bahwa orang yang mencatat dengan tulisan tangan lebih mampu memahami konsep dibanding mereka yang mengetik di laptop.

Hal ini terjadi karena menulis tangan membuat otak tidak bisa bekerja secara otomatis. Seseorang harus menyaring informasi, memilih inti pembicaraan, lalu merangkumnya dengan bahasa sendiri sebelum menuliskannya di atas kertas.

Sebaliknya, mengetik sering kali membuat orang hanya menyalin informasi mentah tanpa benar-benar memproses maknanya. Proses yang serba cepat itu justru mengurangi keterlibatan otak dalam memahami isi informasi.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kebiasaan menulis manual sebenarnya melatih kemampuan berpikir aktif, sesuatu yang mulai jarang dilakukan di tengah budaya digital yang serba instan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore