Ilustrasi seseorang yang tidak dapat memproses emosi.
JawaPos.com – Tidak semua yang positif adalah hal yang baik. Jika dilakukan secara berlebihan, tindakan ini dapat dibilang toxic positivity.
Dilansir dari Psychology Today, Toxic positivity adalah kebiasaan untuk selalu memaksakan sudut pandang positif terhadap diri sendiri maupun orang lain.
Misalnya, ketika ada teman yang sedih karena nilai mata kuliah yang buruk, lalu kita memiliki niat untuk menmperbaiki emosi mereka dengan berkata “Bersyukur saja masih ada yang lebih buruk”
Tentunya hal ini menahan perasaan negatif yang sebenarnya dibutuhkan oleh diri kita untuk proses pemulihan.
Akibatnya, Proses penyembuhan mental akan lebih lama dan pastinya dapat memicu masalah psikologis baru.
Apa saja dampak buruk yang diberikan oleh toxic positivity? Simak dampak dan cara meregulasi emosi Anda pada poin-poin berikut.
Baca Juga: Toxic Positivity: Tak Semua Sikap Positif Selalu Baik, Begini Penjelasannya dalam Ilmu Psikologi
Menyangkal emosi sendiri
Ketika dibutuhkan, kemampuan untuk menyangkal emosi negatif dapat menjadi mekanisme pertahanan yang kuat. Namun, dalam jangka panjang, tindakan ini akan membawa masalah.
Ketika otak tidak dapat memproses emosi negatif, perasaan dan emosi yang tersimpan dapat sewaktu-waktu meledak dari perasaan yang terus tertimbun.
Padahal, jika diproses dengan baik, perasaan negatif dapat memberikan seseorang kemampuan untuk refleksi dan pengambilan keputusan.
Memberikan rasa malu dan bersalah
Saat seseorang memaksakan diri mereka atau menerima setiap hal sebagai sesuatu yang positif, mereka akan merasa malu dan bersalah.
Pada kasus ini, toxic positivity dapat membuat seseorang merasa bahwa emosi yang harusnya mereka rasakan tidak sepantasnya dirasakan.
Ini membawa perasaan bersalah dan malu karena seakan-akan seseorang tidak seharusnya melarutkan diri mereka dalam emosi yang negatif.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
