Ilustrasi seseorang yang tidak dapat memproses emosi.
JawaPos.com – Tidak semua yang positif adalah hal yang baik. Jika dilakukan secara berlebihan, tindakan ini dapat dibilang toxic positivity.
Dilansir dari Psychology Today, Toxic positivity adalah kebiasaan untuk selalu memaksakan sudut pandang positif terhadap diri sendiri maupun orang lain.
Misalnya, ketika ada teman yang sedih karena nilai mata kuliah yang buruk, lalu kita memiliki niat untuk menmperbaiki emosi mereka dengan berkata “Bersyukur saja masih ada yang lebih buruk”
Tentunya hal ini menahan perasaan negatif yang sebenarnya dibutuhkan oleh diri kita untuk proses pemulihan.
Akibatnya, Proses penyembuhan mental akan lebih lama dan pastinya dapat memicu masalah psikologis baru.
Apa saja dampak buruk yang diberikan oleh toxic positivity? Simak dampak dan cara meregulasi emosi Anda pada poin-poin berikut.
Baca Juga: Toxic Positivity: Tak Semua Sikap Positif Selalu Baik, Begini Penjelasannya dalam Ilmu Psikologi
Menyangkal emosi sendiri
Ketika dibutuhkan, kemampuan untuk menyangkal emosi negatif dapat menjadi mekanisme pertahanan yang kuat. Namun, dalam jangka panjang, tindakan ini akan membawa masalah.
Ketika otak tidak dapat memproses emosi negatif, perasaan dan emosi yang tersimpan dapat sewaktu-waktu meledak dari perasaan yang terus tertimbun.
Padahal, jika diproses dengan baik, perasaan negatif dapat memberikan seseorang kemampuan untuk refleksi dan pengambilan keputusan.
Memberikan rasa malu dan bersalah
Saat seseorang memaksakan diri mereka atau menerima setiap hal sebagai sesuatu yang positif, mereka akan merasa malu dan bersalah.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
