Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Januari 2025 | 02.47 WIB

Waspada Toxic Positivity! 7 Ciri Kepribadian Orang yang Tenggelam dalam Positifitas Beracun, Kata Psikologi

Ilustrasi Orang yang Tenggelam dalam Positifitas Beracun - Image

Ilustrasi Orang yang Tenggelam dalam Positifitas Beracun

JawaPos.com - Sikap positif itu memang bagus, bukan? Tapi, apa jadinya kalau sikap positif itu berubah menjadi sesuatu yang malah merugikan? Selamat datang di dunia toxic positivity, di mana “selalu melihat sisi baiknya” justru bisa lebih merusak daripada membantu.

Psikologi menjelaskan bahwa positifitas beracun ini bukan hanya soal sikap berlebihan. Tapi juga bagaimana itu bisa berdampak buruk pada kesehatan mental.

Dilansir dari laman Geediting.com pada Selasa (28/1) yuk, kita bahas lebih dalam tentang ciri kepribadian orang dengan positifitas beracun.

1. Mengabaikan Perasaan dan Emosi Negatif

Apakah Anda sering berkata, "Saya baik-baik saja," padahal sebenarnya sedang tidak baik-baik saja? Orang dengan ciri positifitas beracun sering kali menekan atau bahkan mengabaikan emosi negatif mereka.

Alih-alih mengakui perasaan yang kurang menyenangkan, mereka memilih untuk “menyimpannya” dan terus tersenyum.

Namun, psikologi mengingatkan bahwa memendam emosi negatif justru bisa memperburuk kesehatan mental. Tidak apa-apa untuk merasa sedih atau kecewa. Itu bagian dari menjadi manusia, kok!

2. Merasa Bersalah Atas Emosi Negatif

Pernahkah Anda merasa bersalah karena tidak bahagia? Misalnya, saat Anda stres dengan pekerjaan, lalu seseorang berkata, "Setidaknya kamu punya pekerjaan. Bersyukurlah!" Bukannya merasa lebih baik, Anda malah merasa bersalah karena tidak cukup bersyukur.

Inilah jebakan toxic positivity. Orang dengan ciri ini cenderung merasa bahwa emosi negatif adalah sesuatu yang harus dihindari, padahal, menurut psikologi, menerima emosi negatif adalah bagian penting dari kesehatan mental yang seimbang.

3. Kebahagiaan Menjadi Tujuan Konstan

Hidup itu penuh warna, tapi dalam dunia positifitas beracun, kebahagiaan dianggap sebagai satu-satunya warna yang harus ada. Orang dengan ciri ini sering terjebak dalam mengejar kebahagiaan terus-menerus, bahkan menganggap bahwa mereka harus selalu merasa gembira.

Padahal, emosi manusia sangat kompleks. Psikologi mengajarkan bahwa hidup yang sehat adalah ketika kita mampu menerima semua emosi, baik yang menyenangkan maupun yang tidak.

4. Menghindari Orang-orang yang Tidak Selalu Positif

Apakah Anda cenderung menjauh dari teman yang sedang sedih atau mengalami masalah? Orang dengan positifitas beracun sering kali menghindari “energi negatif” karena merasa itu akan merusak suasana hati mereka.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore