
Ilustrasi seseorang yang menyembunyikan emosi di balik balon tersenyum. (rawpixel.comfreepik)
JawaPos.com - Di era modern ini, pesan untuk selalu berpikir positif seringkali digaungkan di berbagai linimasa media sosial.
Bersyukur, menerima apa yang terjadi, berpikir semua akan indah merupakan bentuk optimisme yang terlihat baik untuk kesehatan mental.
Namun, ada kalanya dorongan untuk selalu positif justru berubah menjadi racun yang disebut dengan toxic positivity atau sikap positif yang beracun.
Dikutip JawaPos.com dari Verywell Mind, toxic positivity adalah keyakinan bahwa seseorang harus mempertahankan sikap positif dalam menghadapi segala situasi, bahkan situasi yang sulit atau menyakitkan sekalipun.
Hal ini akan menghasilkan emosi penolakan, menekan perasaan negatif, dan disertai desakan untuk selalu berpikir positif dan menerima hal baiknya saja.
Pernyataan dukungan penyemangat yang disampaikan terkadang menciptakan tekanan untuk bersikap optimis secara tidak realistis tanpa mempertimbangkan keadaan situasi.
Pada dasarnya, sikap positif yang sehat adalah mengakui dan menerima semua emosi, baik positif maupun negatif sebagai bagian dari pengalaman hidup.
Sikap positif tersebut mendorong kita untuk mencari solusi dan belajar dari kesulitan, tanpa menekan emosi yang kita rasakan.
Sementara, toxic positivity justru menekankan pada peredaman emosi yang muncul dan memaksa diri untuk tampak selalu bahagia.
Adapun contoh-contoh sikap beracun tersebut dalam beberapa kasus, misalnya saat seseorang berduka atas kehilangan orang yang dicintainya.
Ia diberi tahu untuk jangan terlalu memikirkan dan bersikap untuk menerimanya tanpa memahami beban dan tekanan yang sedang dihadapinya.
Atau saat seseorang mengalami kegagalan dan mendapatkan pernyataan bahwa kegagalan adalah awal dari kesuksesan, tanpa mengakui rasa kecewa dan kesempatan untuk memproses emosi untuk belajar dari kesalahan.
Maka, dilansir dari Adaa.org, akan muncul dampak negatif dari toxic positivity, antaranya:
Orang yang mengalami kesulitan merasa bahwa emosi mereka tidak penting.
Merasa bersalah karena tidak bisa berpikir positif.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
