Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Agustus 2025 | 06.24 WIB

7 Karakteristik Orang yang Gampang Kesal dengan Suara Mengunyah Keras Menurut Psikologi

Seseorang terlihat memegang kepalanya dengan ekspresi kesal, menggambarkan ketidaknyamanan yang mendalam akibat suara yang mengganggu di sekitarnya./Freepik - Image

Seseorang terlihat memegang kepalanya dengan ekspresi kesal, menggambarkan ketidaknyamanan yang mendalam akibat suara yang mengganggu di sekitarnya./Freepik

JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa sangat terganggu oleh suara kunyahan yang keras dari orang lain?

Rasa kesal ini seringkali bukan sekadar kebiasaan. Menurut psikologi, hal ini bisa menjadi tanda-tanda karakter unik pada diri seseorang.

Orang-orang yang sensitif terhadap suara kunyahan sering kali memiliki karakteristik tertentu.

Melansir dari Geediting.com Senin (11/8), setidaknya ada tujuh sifat yang menjadi ciri mereka. Memahami sifat-sifat ini dapat memberi kita wawasan lebih dalam.

Berikut adalah tujuh sifat yang dimiliki orang-orang yang mudah teriritasi oleh suara kunyahan:

  1. Sensitivitas Tinggi terhadap Stimulus Sensorik

Orang-orang ini memiliki kepekaan lebih terhadap rangsangan sensorik di sekitar mereka. Otak mereka memproses suara lebih intens, membuatnya sulit untuk mengabaikan hal-hal kecil. Suara kunyahan yang keras terasa seperti volume yang sangat besar.

  • Kecenderungan Perfeksionis

  • Mereka yang terganggu oleh suara kunyahan cenderung perfeksionis. Mereka menyukai keteraturan, prediktabilitas, dan standar tinggi dalam hidup. Gangguan seperti ini terasa seperti kesalahan besar yang mengganggu ketertiban.

  • Sifat Introvert

  • Satu di antara sifat lain yang sering ditemukan adalah kecenderungan menjadi seorang introvert. Mereka lebih menghargai ruang pribadi dan waktu hening. Suara-suara yang mengganggu dapat menghabiskan energi mereka.

  • Tingkat Empati yang Tinggi

  • Orang yang sensitif terhadap suara kunyahan sering memiliki empati yang lebih besar. Mereka peka terhadap perasaan dan pengalaman orang lain. Gangguan suara dapat membuat mereka merasa kurang dihargai.

  • Kemungkinan Misofonia

  • Kondisi ini adalah kebencian terhadap suara tertentu, termasuk suara kunyahan. Ini bisa memicu respons emosional yang intens. Misofonia adalah kondisi neurologis yang nyata.

    Editor: Hanny Suwindari
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore