Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 April 2026 | 18.30 WIB

Orang yang Membiarkan Rumahnya Berantakan Seringkali Memiliki 7 Karakteristik Ini Menurut Psikologi

seseorang yang membiarkan rumahnya sedikit berantakan. (Freepik/freepik) - Image

seseorang yang membiarkan rumahnya sedikit berantakan. (Freepik/freepik)

JawaPos.com - Selama ini, kerapian sering dianggap sebagai cerminan kepribadian yang disiplin, teratur, dan bertanggung jawab. Sebaliknya, rumah yang sedikit berantakan sering dikaitkan dengan sifat malas atau kurang peduli. Namun, sudut pandang ini tidak sepenuhnya tepat.

Dalam psikologi, ada perspektif lain yang justru melihat “ketidakteraturan ringan” sebagai tanda dari proses mental yang aktif dan kreatif.

Beberapa penelitian dan teori psikologi menunjukkan bahwa orang yang tidak terlalu terobsesi dengan kerapian bisa saja memiliki karakteristik unik yang mendukung kreativitas dan cara berpikir yang lebih fleksibel.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh karakteristik yang sering ditemukan pada mereka.

1. Pola Pikir Kreatif yang Lebih Bebas

Orang yang membiarkan lingkungannya sedikit berantakan sering kali memiliki cara berpikir yang tidak kaku. Mereka tidak terlalu terikat pada aturan atau struktur yang ketat, sehingga ide-ide baru lebih mudah muncul.

Lingkungan yang tidak terlalu “sempurna” dapat merangsang otak untuk berpikir di luar kebiasaan. Dalam kondisi seperti ini, seseorang cenderung lebih eksploratif dan terbuka terhadap kemungkinan baru.

2. Fokus pada Hal yang Lebih Penting

Alih-alih menghabiskan waktu untuk merapikan setiap detail kecil, mereka biasanya memprioritaskan hal-hal yang dianggap lebih bermakna—seperti pekerjaan kreatif, ide, atau proyek pribadi.

Bagi mereka, energi mental adalah sumber daya yang berharga. Membersihkan rumah secara berlebihan mungkin dianggap tidak sebanding dengan waktu yang bisa digunakan untuk berpikir, berkarya, atau memecahkan masalah.

3. Toleransi Tinggi terhadap Ketidaksempurnaan

Salah satu ciri khas orang kreatif adalah kemampuan menerima ketidaksempurnaan. Rumah yang sedikit berantakan mencerminkan sikap ini—bahwa tidak semua hal harus ideal untuk tetap berfungsi dengan baik.

Sikap ini juga membantu mereka dalam proses kreatif, karena mereka tidak takut membuat kesalahan atau mencoba hal baru yang belum tentu berhasil.

4. Spontanitas yang Tinggi

Orang dengan lingkungan yang tidak terlalu rapi seringkali lebih spontan. Mereka cenderung bertindak berdasarkan inspirasi saat itu juga, tanpa terlalu banyak perencanaan yang kaku.

Spontanitas ini memungkinkan munculnya ide-ide segar yang tidak terduga, sesuatu yang sangat penting dalam kreativitas.

5. Keterlibatan Mental yang Mendalam

Kadang-kadang, rumah yang berantakan bukan karena malas, tetapi karena seseorang sedang sangat fokus pada sesuatu. Mereka bisa begitu tenggelam dalam pekerjaan, membaca, atau berpikir, hingga urusan merapikan menjadi prioritas kedua.

Ini menunjukkan tingkat keterlibatan mental yang tinggi—ciri yang sering dimiliki oleh individu kreatif dan produktif dalam bidang tertentu.

6. Cara Berpikir Non-Linear

Berbeda dengan orang yang sangat terstruktur, individu dengan lingkungan sedikit berantakan sering memiliki pola pikir non-linear. Mereka tidak selalu mengikuti urutan yang logis atau sistematis, tetapi justru melompat dari satu ide ke ide lain.

Meski terlihat kacau, cara berpikir ini sering menghasilkan koneksi unik antar gagasan yang tidak terpikirkan oleh orang lain.

7. Fleksibilitas Kognitif yang Lebih Baik

Fleksibilitas kognitif adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi baru dan melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang. Orang yang tidak terlalu terikat pada kerapian fisik sering juga tidak terikat pada cara berpikir yang kaku.

Mereka lebih mudah beradaptasi, bereksperimen, dan mengubah pendekatan ketika menghadapi masalah.

Meski demikian, penting untuk diingat bahwa “sedikit berantakan” berbeda dengan kondisi yang benar-benar tidak terurus atau mengganggu kesehatan. Keseimbangan tetap diperlukan.

Rumah yang tidak selalu rapi bukan berarti buruk—dalam banyak kasus, itu justru bisa menjadi cerminan dari pikiran yang aktif, fleksibel, dan kreatif. Jadi, jika meja kerjamu tidak selalu sempurna, mungkin itu bukan masalah—bisa jadi itu tanda bahwa otakmu sedang bekerja dengan cara yang luar biasa.***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore