Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Juli 2025 | 01.03 WIB

8 Perilaku Orang Berusia 50 Tahun ke Atas Sering Salah Memahami Generasi Muda

8 Perilaku Orang Berusia 50 Tahun ke Atas Sering Salah Memahami Generasi Muda - Image

8 Perilaku Orang Berusia 50 Tahun ke Atas Sering Salah Memahami Generasi Muda

JawaPos.com - Istilah seperti “generasi sekarang,” “anak muda zaman kini,” atau “oke, boomer” memang mudah dipakai. Tapi kenyataannya, sebagian besar gesekan antargenerasi bukan disebabkan oleh niat buruk melainkan kesalahpahaman.

Setiap kali tim lintas usia berkumpul dalam satu ruangan, biasanya bukan perbedaan nilai yang jadi masalah utama, melainkan prasangka lama yang belum diperbarui.

Berikut sembilan titik buta yang sering membuat generasi lebih tua salah paham terhadap generasi muda, seperti dilansir dari VegOut.

Saat membaca, cobalah bertanya: Apakah ada asumsi lama yang tanpa sadar masih kamu pegang?

1. “Mereka terpaku pada ponsel dan kehilangan kehidupan nyata.”

Ya, Gen Z memang menggulir layar lebih sering dibanding generasi mana pun dalam sejarah.

Tapi bagi mereka, ponsel bukan tembok yang mengurung melainkan jendela ke dunia: tempat persahabatan terjalin, aktivisme tumbuh, dan pekerjaan dijalankan.

Dari luar, aktivitas itu terlihat pasif. Tapi di baliknya ada kolaborasi, kreativitas, dan hubungan sosial real-time yang tak selalu dimengerti generasi sebelumnya. Ponsel bukan sekadar hiburan, melainkan infrastruktur hidup.

2. “Mereka sering gonta-ganti kerja, artinya tak setia.”

Dulu, bertahan 10 tahun di satu perusahaan adalah bukti loyalitas dan cara meraih pensiun. Sekarang? Lanskap kerjanya berubah total.

Anak muda berpindah kerja bukan karena bosan, tapi karena ingin berkembang, memperluas skill, dan mengejar gaji yang selaras dengan kenyataan ekonomi.

Seperti yang pernah dikatakan psikolog organisasi Adam Grant, lonjakan resign massal bukan hanya soal lokasi kerja, tapi pencarian makna dan relevansi pekerjaan. Bagi generasi sekarang, loncat karier bukan pengkhianatan melainkan adaptasi.

3. “Mereka minta promosi tapi belum ‘membayar iuran.’”

Yang tampak seperti sikap manja sering kali berakar pada data. Generasi muda tahu berapa gaji rekan sejawat karena transparansi digital—Glassdoor, forum karier, hingga TikTok membuka diskusi yang dulu tabu.

Mereka tak menuntut semata-mata karena ingin melainkan menuntut karena tahu. Jika kamu tahu kolega dengan tugas sama digaji 20% lebih tinggi, bukankah kamu juga akan bertanya?

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore